Akan Kah Kita Berpisah?

Akan Kah Kita Berpisah?
Bersikap manja


__ADS_3

"Dea, kamu kenapa?" Tanya Sonia melihat Dea keluar dari kamar mandi dengan wajah yang pucat.


"Gak apa-apa, hanya mual saja." Jawab Dea.


"Apa kamu hamil?"


"Gak kok, aku hanya mual saja kok karena memakan telor setengah mateng."


"Kamu sih sudah tahu gak bisa makan, masih saja kamu nekat."


"Hanya ingin mencoba kok kak." Jawab Dea nyengir padahal ia memang tidak bisa memakan telor setengah matang itu. Namun di paksa sama Alicia.


***


"Eh Marco anak mama sudah pulang. Coba deh kamu lihat istri kamu di kamar nya. Perhatian do Marco sama istri mu yang sedang hamil itu." Ujar Ratna mencoba menghasut putra nya agar memberikan perhatian kepada Alicia.


"Aku capek ma, mau istirahat di kamar." Jawab Marco dengan dingin nya.


"Lo, kok gitu sih? Gak boleh gitu dong Marco, dari tadi pagi lo kamu gak ada melihat keadaan Alicia di kamar nya. Gak kasihan apa sama istri mu itu." Ujar Ratna.


"Bukan nya mama yang selalu ada bersama nya? Mama bisa menjaga nya bukan?"


"Ya ampun Marco, kamu ini bagaimana sih, Alicia itu sedang hamil lo. Di mana-mana wanita hamil itu sangat membutuhkan suami nya." Jelas Ratna.


"Emang kamu gak kasihan apa sama anak yang ada di dalam perut nya istri kamu itu." Tambah wanita paruh baya itu lagi.


Marco menghela napas berat nya. Ia benar-benar tidak peduli dengan keadaan Alicia. Namun, berhubung Alicia sedang hamil anak nya, mau tidak mau ia harus peduli dengan wanita itu. Secara ia tidak mau di salahkan nanti jika terjadi sesuatu kepada anak nya itu.


***

__ADS_1


Alicia tersenyum senang melihat kedatangan Marco ke dalam kamar nya. Yah secara ini kali pertama Marco masuk ke kamar nya selama mereka menikah.


"Marco, akhirnya kamu datang juga." Ujar Alicia tersenyum senang menyabut kedatangan suami nya.


"Aku datang ke sini karena anak ku. Bagaimana keadaan kamu?" Tanya Marco mencoba untuk perhatian kepada istri kedua nya.


"Keadaan ku baik-baik saja. Aku tidak peduli kamu datang untuk ku atau untuk anak ini. Yang jelas saat ini kamu berada di samping ku. Aku senang banget karena ini." Ujar Alicia bergelayut manja di lengan Marco yang duduk di pinggir kasur nya.


"Oh bagus lah jika begitu. Ya sudah aku mau bersih-bersih dulu ya." Marco mencoba untuk menghindar dari istri kedua nya itu.


"Sebentar lagi dong sayang. Aku masih ingin bersama mu. Aroma tubuh mu membuat ku menjadi tenang. Seperti nya anak ini menyukai aroma tubuh papa nya." Ujar Alicia terus saja bergelayut di lengan Marco. Jika saja Marco tidak memikirkan Alicia sedang hamil, mungkin ia sudah menolah wanita itu agar melepaskan lengan nya. Namun, ia tidak mau melakukan itu karena Alicia sedang mengandung anak nya. Terlebih usia kandungan wanita itu masih sangat muda dan sangat renta terjadi nya keguguran.


Dea masuk ke kamar Alicia, dia kaget melihat pemandangan yang menyakitkan itu. Yah secara istri mana yang tidak cemburu bila melihat wanita lain bergelayut manja di lengan suami nya meski itu madu nya sendiri.


"Ehem...." Tegur Dea membuat Marco dan Alicia kaget. Marco mencoba melepaskan lengan nya dari Alicia untuk menjaga perasaan istri pertama nya itu.


"Terima kasih ya Dea." Ujar Alicia tersenyum mengejek. Karena ia tahu pasti Dea cemburu melihat adegan nya tadi bersama Marco. Yah sengaja ia lakukan itu untuk membuat Dea kepanasan.


"Aku permisi dulu. Dan maaf menganggu." Dea langsung keluar dari kamar Alicia dengan perasaan yang hancur.


"Dea," Panggil Marco namun tidak di hiraukan oleh istri nya itu. Wanita itu mencoba untuk menahan air mata nya agar tidak mengalir di pipi. Yah secara dia tidak berhak untuk marah dengan apa yang terjadi karena Alicia pun memiliki hak atas Marco.


"Dea," Lagi-lagi Marco memanggil nya dan mencoba mengejar Dea.


"Aduh, aduh...... Perut ku sakit banget." Alicia berakting membuat Marco tidak jadi mengejar Dea.


"Aduh, sakit banget, tolongin aku Marco." Alicia meringis.


Marco kembali mendekati istri kedua nya itu dan duduk di pinggir kasur nya. Alicia kembali bergelayut di lengan suami nya itu.

__ADS_1


"Seperti nya anak ini tidak mau jauh-jauh dari papa nya. Jika kamu menjauh, perut ku jadi sakit."


"Emang ada seperti itu?" Tanya Marco tidak percaya.


"Ya ada dong Marco." Ujar Ratna yang tiba-tiba saja muncul dari arah pintu kamar Alicia.


"Secara orang hamil itu bawaan nya beda-beda. Ada yang pengen selalu sama suami nya, bahkan ada juga yang gak bisa melihat suami nya. Kamu harap maklum saja jika hal itu terjadi." Jelas Ratna lagi mendukung kebohongan dari menantu nya itu. Secara ia pun ingin membuat anak nya berpaling kepada memantu kesayangan nya itu.


Marco hanya bisa menghela napas berat nya mendengar penjelasan dari wanita paruh baya itu. Yah mungkin benar apa yang di katakan oleh mama nya karena mama nya sudah berpengalaman dalam hal ini. Begitu lah yang Marco pikirkan saat itu.


"Ini sup sayur nya?" Tanya Ratna melihat semangkuk sup yang berada di atas nakas.


"Iya ma,"


"Marco, suapin dong istri nya makan. Siapa tahu dengan kamu yang menyuapi nya, membuat Alicia nafsu makan. Secara dari tadi dia itu gak mau makan lo." Lagi-lagi wanita paruh baya itu membuat alasan.


"Tapi ma, aku mau mandi dulu. Rasa nya gerah banget."


"Sudah nanti saja mandi nya. Keburu sup sayur ini dingin lo. Nanti jika sudah dingin mama enak"


***


Dea duduk di pinggir kasur nya. Kejadian saat Alicia bergelayut di lengan suami nya.


"Ya Allah, kuatkan lah hati ini. Tidak bisa ku pungkiri bahwa aku sangat terluka melihat Marco dan Alicia seperti itu. Meski aku tahu Alicia memiliki hak atas Marco. Namun tetap saja rasa nya sakit" Ujar Dea menyekat air mata yang mengalir membasahi pipi nya.


"Berikan aku kesabaran ya Allah. Secara ini memang sudah menjadi konsekuensi ku" Tambah nya lagi.


Yah meski kenyataan ini tidak sesuai dengan apa yang Dea dan Marco harapkan. Di mana Marco menikah dengan Alicia hanya untuk memastikan bahwa Alicia tidak hamil. Tapi ternyata Alicia sedang hamil dan membuat pernikahan antara Marco dan Alicia bertahan lebih lama lagi.

__ADS_1


__ADS_2