
Marco dan Dea pergi ke kota Paris untuk berbulan madu. Hal itu sangat tidak di sukai oleh Alicia. Gadis itu pun mendesak Ratna untuk membuat diri nya menikah secepat nya dengan Marco.
***
Alicia dan Toni mempunyai janji untuk bertemu di taman kota. Toni tampak gelisah menunggu gadis itu datang ke sana.
"Ada apa? Kenapa kamu mengajak ku ketemu di sini?" Tanya Alicia dengan dingin nya.
"Kamu ini bagaimana sih, kenapa Dea dan Marco sampai menikah? Bukan kah kamu sangat yakin rencana kita akan berjalan dengan lancar. Terus kenapa gagal?" Ujar Toni marah kepada Alicia. Yah beberapa hari lalu ia sedang berada ke luar kota untuk bisnis nya. Ternyata pulang dari bisnis nya ia mendapat kabar bahwa Marco dan Alicia sudah menikah.
"Ya aku juga gak tahu kenapa rencana itu gagal. Mana aku tahu Dea masih menerima Marco seperti itu. Mana aku tahu juga om Nurdin masih menyetujui hubungan Marco dan Dea meski foto tentang kamu dan dia itu sudah di lihat. Hingga saat ini pun aku masih di gantung sama Marco" Jelas Alicia tampak kesal.
"Gantung? Gantung bagaimana maksud kamu?"
"Asal kamu tahu ya, om Nurdin meminta Marco untuk menikahiku setelah ia menikah dengan Dea. Tapi Marco dan Dea nya malah pergi ke Paris untuk berbulan madu" Alicia semakin kesal saat menceritakan hal itu.
"Apa? Jadi kamu udah Marco akan menikah juga?"
"Iya, Karena Marco telah mendapatkan segalanya dari ku. Jadi dia harus bertanggung jawab dengan apa yang terjadi kepada ku" Ujar Alicia lagi.
"Terserah lah apa pun itu. Yang jelas aku mau jika kamu menikah dengan Marco nanti, kamu harus bisa membuat Marco dan Dea terpisah. Kamu bilang tante Ratna mama nya Marco mau membantu kita"
"Iya dia sudah membantu kita kok. Tapi dia bisa apa jika om Nurdin sudah memberikan keputusan"
"Pokok nya kamu tenang saja, aku sudah menyusun rencana bersama tante Ratna untuk membuat Dea tidak betah di rumah"
"Bagus kalau begitu. Tapi kamu dan tante Ratna jangan sampai menyakiti Dea. Awas saja jika itu terjadi aku tidak akan tinggal diam" Ujar Toni terdengar mengancam.
__ADS_1
"Iya kamu tenang saja Tidak akan terjadi apa-apa sama Dea" Ujar Alicia sedikit dongkol mendengar ancaman dari Toni.
***
Rumi duduk di meja dengan beberapa catatan persiapan pernikahan di hadapannya. Jaka masuk dengan senyuman ceria.
"Hai, sayang! Ayo, kita lihat daftar persiapan pernikahan kita." Ujar Jaka baru tiba di sebuah cafe tempat Rumi bekerja. Yah mereka sudah janjian siang itu untuk bertemu di sana untuk membahas persiapan pernikahan mereka.
Jaka duduk di sebelah Rumi, melihat daftar persiapan.
"Baiklah! Pertama, mari kita finalisasi daftar tamu kita. Sudahkah kita menghubungi semua orang yang belum mengkonfirmasi?" Ujar Jaka excited
"Aku telah mengirim pesan dan memanggil beberapa tamu yang belum mengkonfirmasi. Kebanyakan dari mereka akan hadir. Aku akan menyelesaikan konfirmasi hari ini" Ujar Rumi menyentuh ponsel nya untuk melihat beberapa daftar tamu yang juga ia tulis di sana.
"Bagus!Selanjutnya, mari kita susun jadwal acara kita. Kapan kita harus mulai persiapan pada hari pernikahan?" Ujar Jaka mengambil daftar jadwal acara yang ada di atas meja.
"Baik, pukul delapan pagi. Lalu, catering akan tiba jam berapa?"
"Mereka akan tiba sekitar pukul sepuluh pagi untuk menyiapkan makanan dan meja. Fotografer dan videografer juga akan datang sekitar jam yang sama." Jelas Rumi lagi.
"Oke, jadi kita akan memiliki beberapa waktu untuk memastikan semuanya berjalan lancar sebelum tamu tiba. Bagaimana dengan dekorasi?"
"Penyedia dekorasi akan datang sehari sebelumnya untuk mengatur dekorasi sesuai dengan tema kita. Mereka akan membutuhkan waktu sekitar empat jam untuk menyelesaikan semuanya."
"Baiklah, kita harus memastikan bahwa semua bunga dan dekorasi diposisikan dengan indah. Aku yakin akan terlihat luar biasa!"
"Ya, pasti! Aku sangat berterima kasih atas bantuanmu dalam persiapan ini, sayang. Kita adalah tim yang sempurna." Ujar Rumi menatap Jaka dengan perasaan penuh cinta.
__ADS_1
Jaka meraih tangan Rumi.
"Kamu tahu aku akan melakukan apa pun untuk membuat hari pernikahan kita sempurna. Kita akan mengalami momen yang indah bersama, Rumi."
Mereka saling tersenyum bahagia penuh cinta di hati mereka.
"Oh ya, uang yang di berikan oleh pak Marco juga sudah aku terima. Ternyata pak Marco sangat baik mau membiayai pernikahan kita. Jadi nya pernikahan kita bisa di adakan di hotel. Yah meskipun tidak di hotel berbintang lima. Tapi itu sudah sangat cukup dan sangat bersyukur bagi ku" Ujar Rumi.
"Iya beruntung kita mempunyai bos seperti pak Marco" Jawab Jaka tersenyum senang.
Yah Marco memang ingin membiayai pernikahan mereka. Selain karena Rumi itu adalah teman nya Dea dan karena ia lah mereka bisa menikah seperti ini, Rumi dan Jaka juga merupakan karyawan nya. Di mana Jaka bekerja di kantor nya dan Rumi bekerja di cafe nya. Itu sebab nya Marco mau memberikan modal untuk pernikahan kedua karyawan nya itu.
***
Alicia datang ke rumah Marco bersama Susi. Mereka ke sana untuk menanyakan kelanjutan hubungan Marco dan Alicia seperti apa.
"Ya buk, saya tahu atas kekhawatiran ibu. Tapi kami pasti akan bertanggung jawab. Marco sudah berjanji akan menikahi Alicia nanti. Untuk saat ini, biarkan lah Marco dan Dea menikmati masa bulan madu mereka" Ujar Nurdin dengan lembut.
"Terus sampai kapan anak saya harus menunggu? Di sini Alicia udah kehilangan harga dirinya karena ulah anak kalian. Tapi anak kalian malah asyik-asyikan pergi bulan madu keluar negeri bersama istrinya" Ujar Susi kembali berakting seperti yang diminta oleh Alicia.
"Saya mohon bersabar ya buk. Hari ini Dea dan Marco pulang dari liburan bulan madu nya. Besok ibu dan Alicia datang kembali ke sini untuk membahas tentang masalah ini lagi" Saran Nurdin.
"Gitu dong pa. Bagaimana pun Marco harus menikah dengan Alicia. Secara Marco sudah merusak Alicia. Kan kasihan Alicia nya" Ujar Ratna pula.
Nurdin menatap istri nya dengan tatapan sedikit kesal.
"Yah kamu tenang saja ma. Alicia dan Marco akan menikah. Bukan nya ini semua yang kamu harap kan. Dari dulu kamu memang menginginkan mereka bersama bukan? Sekarang impian mu terwujud" Ujar Nurdin pergi meninggalkan para wanita itu dengan rasa kesal di hati nya.
__ADS_1