Akan Kah Kita Berpisah?

Akan Kah Kita Berpisah?
Akting


__ADS_3

Toni menemani Dea untuk pergi ke warung membeli makan siang nya. Yah semua rencana yang telah di rancang oleh Toni dan Alicia berjalan dengan sangat lancar. Dea sama sekali tidak curiga terhadap laki-laki yang ada di samping nya saat itu.


"Bagus, semua nya berjalan dengan lancar. Aku yakin Marco pasti sangat kepanasan bila melihat foto dan vidio ini" Batin Alicia tersenyum puas penuh kemenangan.


***


Alicia menunggu kedatangan Toni di taman yang tak jauh dari kos Dea. Tak berselang lama, Toni pun tiba dengan napas yang terengah-engah.


"Bagaimana? Apa semua nya lancar? Kamu berhasil mengabadikan semua momen itu kan?" Tanya Toni tampa basa basi.


"Wow, wow, satu-satu dong. Ngerocos aja sih kamu. Ya berhasil lah. Alicia gitu loh tentu apa yang aku lakukan selalu berhasil" Ujar gadis itu tersenyum bangga.


"Mana-mana aku lihat"


Alicia memberikan nya ponsel yang berisi momen-momen Toni dan Dea tadi. Toni pun melihat satu persatu foto nya.


"Bagus, sangat bagus. Aku suka cara kerja mu. Aku yakin Marco pasti akan sangat marah" Ujar Toni. Mereka sama-sama tersenyum puas penuh dengan kemenangan.


***


"Tante, foto nya sudah ku kirim ke rumah tante. Sekarang tugas tante untuk memanas-manasi Marco agar dia semakin cemburu" Ujar Alicia menghubungi wanita paruh baya itu.


"Oke" Jawab Ratna.

__ADS_1


Bel rumah mewah tempat kediaman Marco dan keluarga nya berbunyi. Ratna langsung membuka pintu rumah nya yang memang sedari tadi ia menunggu seseorang yang mengantar foto-foto Dea dan Toni di rumah nya.


"Ini buk ada paket" Ujar kurir yang mengantar pakat itu.


"Terima kasih" Jawab Ratna mengambil paket nya itu.


Tanpa menunggu lama Ratna langsung membuka paket tersebut. Paket yang berupa amplop coklat dan di dalam nya terdapat beberapa foto Dea dan Toni membuat Ratna tersenyum senang. Ini lah kiriman yang ia tunggu-tunggu sedari tadi.


"Bagus, Alicia memang bisa di andalkan. Ini foto sudah cukup untuk membuat Marco kebakaran jenggot" Ujar Ratna tersenyum puas.


Ratna mulai berakting. Wajah nya di buat panik dan cemas. Wanita paruh baya itu berlari kecil menuju kamar putra bungsu nya.


"Marco, Marco" Teriak nya panik.


"Marco, kemana sih itu anak?" Ujar nya lagi sambil membuka pintu kamar Putra nya itu.


"Ada apa sih ma teriak-teriak begitu?" Tanya nya dengan lembut menuju ke kaca untuk menyisir rambut nya.


"Kamu kok kelihatan tenang aja sih Marco. Apa kamu gak tahu apa kelakuan calon istri mu yang kamu bangga kan itu?" Ujar Ratna mulai berakting. Wanita paruh baya itu duduk di kasur anak nya yang empuk itu.


"Maksud mama Dea? Kenapa emang nya dengan Dea ma?" Tanya Marco masih bersikap santai.


"Gadis itu telah berselingkuh di belakang kamu. Dia berani-berani nya membawa laki-laki ke kos nya" Ujar Ratna.

__ADS_1


Deg....


Tentu saja Marco kaget mendengar apa yang di katakan oleh mama nya tadi. Marco mengerut kening nya dan berusaha meredakan emosi nya. Toh ia tidak mau terlalu gegabah dalam bertindak karena bukti belum ada. Ia tidak mau membuat hubungan nya dan Dea berantakan. Toh pernikahan sudah di depan mata bukan.


"Ma, jangan mengada-ngada. Jangan menuduh Dea sembarangan. Dea tidak mungkin melakukan hal itu. Dia gadis yang baik kok ma" Bela Marco kepada calon istri nya.


"Ya ampun Marco, masih saja membela dia. Jika kamu tidak percaya ini bukti nya" Ratna menyerahkan foto-foto Dea bersama Toni kepada Marco.


Marco membulatkan matanya melihat foto-foto tersebut. Ia tidak percaya dengan apa yang ia lihat saat ini. Dia tidak menyangka Dea bisa mengkhianati cintanya saat ini.


"Tuh kamu lihat siapa yang ada di dalam foto ini. Calon istri mu bukan? Tuh kamu lihat pakai acara pegang-pegang pipi segala lagi" Ujar Ratna. Padahal di saat itu Dea sedang mengobati Toni bukan memegang pipi laki-laki itu.


Marco terdiam tidak bisa berkata-kata. Hati nya mulai memanas, mata nya mulai memerah, ia tidak menyangka Dea bisa berbuat seperti itu.


"Sekarang kamu masih mau membela nya. Oh ya satu lagi. Coba kamu lihat ini" Ratna kembali menyerahkan vidio Dea dan Toni berjalan bersama menuju ke warung saat itu.


"Tu lihat, mungkin selama ini Dea memang berselingkuh dengan lak-laki itu. Cari video itu bisa kamu simpulkan bukan bahwa mereka itu sudah saling kenal dan saling dekat. Apa jangan-jangan Dea mendekati kamu hanya karena kamu kaya dia ingin menguras harta kamu telah itu dia akan pergi bersama laki-laki yah itu mungkin pacar nya" Pungkas Ratna semakin memanasi putra bungsu nya itu.


Diam diam dan hanya diam yang bisa Marco lakukan. Ia tidak tahu harus berkata apa. Yang jelas saat ini dia sangat kecewa dengan sikap Dea yang ia pikir telah mengkhianati nya.


"Sekarang kamu masih mau membela nya? Untung saja mama meminta orang suruhan mama mengawasi gadis itu. Karena mama tahu gadis itu bukan gadis yang baik untuk mu. Jadi kita bisa tahu kan bagaimana sikap gadis itu sebenar nya" Ujar Ratna lagi terus saja membuat Marco semakin panas baran.


Marco menggenggam tangan nya erat-erat. Ia sangat sakit hati melihat foto dan vidio Dea bersama laki-laki lain. Di tambah Ratna terus-terusan saja memanas-manasinnya membuat ia semakin emosi tidak terkendali. Rasa cemburu telah membutakan hati nya. Ia sama sekali tidak bisa berpikir dengan jernih saat itu.

__ADS_1


"Sekarang mama minta sama kamu nak, lebih baik kamu pikirkan lagi untuk menikah dengan Dea. Jangan sampai nanti nya kamu menyesal. Mama tidak mau kamu tersakiti seperti itu" Ujar Ratna dengan lembut sambil menitikkan air matanya.


Tampa mengeluarkan sepatah kata pun Marco langsung pergi meninggalkan wanita paruh baya itu. Ia beran-benar merasa sakit hati dan harus bertemu dengan Dea untuk meminta penjelasan nya. Siapa laki-laki bersama nya saat itu. Kenapa bisa Dea mengkhianati cintanya yang suci dan tulus. Ia harus mendapatkan jawaban langsung dari mulut gadis itu. Marco masuk ke dalam mobil nya dengan perasaan amarah di hati nya. Ia langsung menancap gas membelah jalan raya menuju ke kos Dea tunangan nya. Hati dan pikiran nya benar-benar kacau saat ini. Ia memang tidak bisa berpikir dengan jernih.


__ADS_2