Akan Kah Kita Berpisah?

Akan Kah Kita Berpisah?
Bulan madu


__ADS_3

Dea dan Marco kini sudah resmi menjadi suami istri yang sah. Mereka akan menjalankan biduk rumah tangga bersama-sama.


"Marco, meski kamu dan Jordy sudah menikah, kalian tetap ya tinggal bersama mama dan papa. Secara rumah kita besar nak. Jika hanya di tempati papa dan mama saja, pasti akan terasa sepi" Saran Ratna kepada kedua putranya itu. Meski memang benar jika rumah itu akan sepi jika hanya di tinggali Nurdin dan diri nya saja, tapi Ratna juga mempunyai motif lain. yaitu membuat Marco dan Dea berpisah dan menjadikan Alicia sebagai menantu satu-satu nya.


***


Dea dan Marco berjalan bergandengan tangan di tepi Sungai Seine. Cahaya lampu jalan yang lembut menghiasi jalanan kota, menciptakan atmosfer romantis yang tak terlupakan. Pasangan muda ini sedang menjalani bulan madu mereka di Paris, kota cinta. Yah mereka memilih kota ini sebagai tempat bulan madu mereka.


Mereka berhenti di bawah Menara Eiffel yang megah. Menara ini bercahaya dengan gemerlap lampu, menciptakan suasana yang magis di sekitarnya. Dea dan Marco memandang satu sama lain dengan mata berbinar, merasakan keajaiban cinta di udara. Mereka berfoto bersama Menara Eiffel sebagai kenang-kenangan abadi dari momen romantis ini.


Pasangan ini kemudian mengunjungi Montmartre, sebuah lingkungan yang penuh pesona dan artistik. Mereka berjalan di sepanjang jalan-jalan berbatu dan melewati toko-toko seni yang unik. Di puncak bukit, mereka menikmati pemandangan kota Paris yang indah dari Basilika Sacré-Cœur yang menakjubkan. Mereka berbagi ciuman lembut di bawah langit yang penuh bintang, mengabadikan momen romantis mereka di Montmartre.


Dea dan Marco menyewa perahu kecil dan mengarungi Sungai Seine. Di atas perahu, mereka dikelilingi oleh pemandangan megah kota Paris. Jembatan-jembatan yang terkenal, seperti Pont Alexandre III, dan bangunan-bangunan ikonik, seperti Louvre dan Notre-Dame, menjadi latar belakang yang memukau. Mereka saling berpelukan sambil menikmati pandangan yang menakjubkan dan suasana romantis di sepanjang sungai.


Di malam berikutnya, mereka menikmati makan malam romantis di restoran bergaya Paris. Restoran ini terletak di jantung kota dengan dekorasi yang elegan dan suasana yang intim. Lilin-lilin kecil dinyalakan di atas meja yang terhias dengan indah, dan bunga-bunga segar menghiasi ruangan. Mereka menikmati hidangan lezat dari masakan Prancis, seperti escargot dan foie gras, sambil saling bercanda dan bercakap-cakap dengan mata berbinar.


Paris, kota cinta, memberikan latar belakang yang sempurna bagi bulan madu romantis Dea dan Marco. Mereka menikmati setiap momen bersama, dari menara Eiffel yang memukau hingga jelajah malam di Montmartre yang mempesona, dari perjalanan perahu di Sungai Seine hingga makan malam romantis di restoran bergaya Paris. Setiap momen di Paris memperkuat ikatan cinta mereka dan menjadi kenangan yang akan mereka abadikan sepanjang hidup.


"Terima kasih ya mas kamu sudah mengajak ku menikmati kota ini. Aku sangat bersyukur bisa jalan-jalan ke negara ini" Ujar Dea tersenyum senang.

__ADS_1


"Sama-sama sweety. Tentu saja aku ingin momen bulan madu kita ini menjadi kenangan yang tidak terlupakan" Jawab Marco pula.


"Mas, aku masih terpesona dengan indahnya Paris. Bulan madu kita di sini benar-benar luar biasa" Ujar Dea dengan rasa bahagia yang sangat sulit ia gambarkan.


"Iya, Dea, aku merasa sangat beruntung bisa menghabiskan waktu ini denganmu di kota cinta ini. Apa yang paling kamu suka tentang bulan madu kita di Paris?" Jawab Marco tersenyum manis.


"Hmm, sulit dipilih satu hal saja! Tapi aku sangat terkesan dengan Menara Eiffel. Ketika kita berfoto di bawah Menara Eiffel yang bercahaya, rasanya seperti impian yang jadi nyata. Aku merasa begitu terhubung denganmu"


"Aku juga merasakan hal yang sama. Melihatmu dengan latar belakang Menara Eiffel membuatku semakin mencintaimu. Dan kamu tahu, momen kita di Montmartre juga sangat berkesan bagiku. Pemandangan dari Basilika Sacré-Cœur begitu memukau, dan kita bisa berbagi ciuman romantis di sana. Itu adalah momen yang tak terlupakan"


"Ya, Montmartre benar-benar memiliki pesona yang magis. Aku juga menyukai perjalanan kita di perahu di Sungai Seine. Melihat pemandangan indah kota Paris dari sungai sambil berpegangan tangan denganmu, sungguh romantis"


"Semua momen ini membuatku semakin yakin bahwa memilihmu sebagai pasanganku adalah keputusan yang tepat. Aku tak sabar untuk melanjutkan petualangan cinta kita bersama"


"Aku juga, Dea. Bulan madu kita di Paris hanya awal dari perjalanan panjang kita. Aku berjanji akan selalu merawatmu, mencintaimu, dan menciptakan kenangan yang tak terlupakan bersama"


Dea dan Marco saling memandang dengan rasa cinta yang dalam, bersyukur atas bulan madu yang romantis di Paris. Mereka tahu bahwa petualangan mereka baru saja dimulai, dan masa depan penuh dengan kebahagiaan yang tak terhingga.


***

__ADS_1


Di tempat lain Alicia semakin kebakaran jenggot mendengar Marco dan Dea pergi berbulan madu ke kota Paris.


"Ma, bagaimana sih ini? Kapan aku dan Marco akan menikah? Masa ia dia enak-enakan di sama bulan madu bersama istri nya sedangkan aku di gantungkan seperti ini" Ujar Alicia kepada Ratna saat mereka bertemu di sebuah taman kota.


"Kamu sabar dong Alicia. Mama juga ingin secepat nya kamu menikah dengan Marco. Tapi papa Marco meminta merek untuk liburan bulan madu terdahulu. Mama bisa apa? Mama hanya bisa menuruti kemauan mas Nurdin" Jawab Ratna apa ada nya.


"Berapa lama mereka ke paris?"


"Sembilan hingga sepuluh hari di sana"


"Ya ampun lama sekali aku harus menunggu mereka pulang" Ujar Alicia gelisah.


"Aduh sayang, kamu sabar ya mama akan mencoba untuk membahas hal ini lagi kepada mas Nurdi" Pujuk Ratna kepada calon menantu nya itu.


"Terserah lah ma, pokok nya status aku dan Marco harus diperjelas secepatnya. Aku tidak mau terus-terusan di gantungin seperti ini. Mama pokok nya harus berusaha membuat papa Nurdin menikahkan aku dan Marco secepatnya. Jika aku dan Marco sudah menikah, jelas kita akan akan secepatnya menjalankan rencana kita Untuk memisahkan mereka" Jelas Alicia.


"Ya kamu benar. Mama akan berusaha semampu mama. Kamu yang sabar ya"


Lagi-lagi Susi hanya bisa diam dan menggeleng kepala melihat kedua wanita yang berbeda usia itu. Yah ia tidak tahu harus bagaimana saat ini. Yang jelas dia lah saksi kunci kejahatan Alicia dan Ratna. Yang jelas ia hanya ingin mencari uang untuk menghidupi kedua anak nya. Yah apa pun pekerjaan nya sanggup ia hadapi demi kedua buah hati nya yang masih kecil. Secara ia adalah single mom. Suami nya sudah meninggal akibat kecelakaan setahun yang lalu.

__ADS_1


__ADS_2