Akan Kah Kita Berpisah?

Akan Kah Kita Berpisah?
Pernikahan Rumi dan Jaka sederhana dan hangat


__ADS_3

Ratna membahas tentang pernikahan yang akan di lakukan tiga hari kedepan antara Marco dan juga Alicia. Wanita paruh baya itu meminta pendapat dari suami nya.


"Terus aku harus menjawab apa sih ma? Bukan kah kamu yang sangat menginginkan semua ini? Sekarang keinginan mu sudah kami dapatkan bukan? Sudah puas bukan?" Tanya Nurdin kesal.


"Apa sih maksud kamu pa? Kenapa papa ngomong seperti itu? Seperti menyalahkan mama saja" Tanya Ratna merasa bahwa diri nya tidak bersalah.


"Apa mama lupa kalau mama lah yang sedari awal ingin menjadikan Alicia sebagai menantu mama. Sekarang papa sudah bantu impian mama itu. Terus apa mama pikir papa tidak tahu bahwa mama lah yang mengabari Alicia dan juga Susi agar datang ke rumah karena Marco sudah pulang"


Ratna terdiam ia ingin mencoba untuk membela diri. Namun tidak tahu harus berkata apa sebagai alasan nya.


"Sudah lah ma, papa tahu semua itu. Oh apa jangan-jangan kecelakaan yang terjadi antara Alicia dan Marco ini ada sangkut paut nya juga sama mama?" Tebak Nurdin yang memang ada benar nya.


"Lo, kok papa bisa menuduh mama seperti itu sih? Mama gak tahu sama sekali atas kejadian ini"


"Papa tidak asal tuduh ma, semua nya memang mengarah ke mama. Secara mama yang terus-terusan mendesak untuk menikahkan mereka bukan?" Tambah Nurdin lagi.


"Pa, jangan asal tuduh ya pa. Fitnah jadi nya nanti"


"Terserah, tapi jika nanti papa tahu mama juga terlibat dalam hal ini, mama akan mendapat akibat nya" Tambah Nurdin pergi keluar kamar meninggalkan Ratna yang masih terbengong tidak tahu harus berkata apa untuk membela diri nya.


"Lo, pa mau kemana?"


"Keluar, mau pecah kepala ku memikirkan masalah ini" Ujar Nurdin melanjutkan langkah nya.


Nurdin sedikit membanting pintu kamar nya membuat Ratna kaget.

__ADS_1


"Aduh, gimana ini? Jika papa tahu aku juga terlibat, bisa mati aku. Bisa-bisa jatah bulanan ku di potong atau bahkan tidak dapat sama sekali. Atau lebih buruk nya papa akan menceraikan ku. Aduh....amit-amit jangan sampai" Ujar wanita paruh baya itu ketakutan membayangkan segala yang buruk akan terjadi kepada rumah tangga nya.


***


Dea duduk di pinggir tempat tidur nya dengan wajah yang sedih. Meski ia tahu hal ini akan terjadi, namun tetap saja ia merasa sedih. Hati istri yang mana merelakan suami nya menikah lagi. Namun ini sudah menjadi konsekuensi nya karena sedari awal mereka sudah membahas hal ini.


Marco mendekati istri nya dengan langkah yang berhati-hati.


"Sweety, maaf kan aku. Hanya kata maaf yang bisa aku ucapkan kepada mu saat ini. Jika keputusan ini membuat kamu sakit hati, aku tidak akan menikah dengan Alicia. Aku tidak mau membuat hati mu terluka sweety" Ujar Marco dengan lembut kepada istri nya. Ia menatap sendu di bola mata sang istri.


"Jangan mas! Kamu tidak boleh melakukan hal itu. Itu akan berdampak buruk terhadap keluarga mu" Jelas Dea.


Marco menatap heran kepada istri nya. Ia tidak paham dengan maksud dari perkataan Dea.


"Sepulangnya kita dari Paris, aku dan papa membahas hal ini terlebih dahulu berdua saja. Papa takut nanti jika kamu tidak menikah dengan Alicia, Alicia akan berbuat hal yang membuat nama keluarga kita akan tercemar. Pasti dia tidak akan tinggal diam. Pasti nantinya dia akan membeberkan masalah kamu dan dirinya di depan muka umum. Sehingga membuat nama baik perusahaan kalian akan tercemar. Dan pasti klien yang ingin bekerja sama dengan kalian akan berpikir dua kali untuk menjalankan kerjasama bersama kalian. Karena itulah Papa setuju dengan pernikahan ini" Jelas Dea kepada suaminya.


"Aku tidak mempermasalahkan jika nama baikku tercemar. Yang penting kamu tidak terluka" Ujar Marco dengan mantap nya.


"Iya, tapi masalahnya bukan hanya nama baik kamu yang tercemar tetapi juga nama baik keluargamu papa, mama, mas Jordy. Pasti mereka kena imbasnya nanti"


Marco terdiam dan memikirkan apa yang dikatakan oleh Dea kepadanya barusan yang memang ada benarnya.


"Tapi bagaimana dengan kamu?"


"Aku tidak masalah kok mas. Aku akan mencoba untuk menerima semua nya. Kamu tenang saja ya" Ujar Dea berusaha mengukir senyuman di wajah nya.

__ADS_1


"Benar sweety?"


"Benar mas" Dea meyakini suami nya. Mereka saling berpeluk satu sama lain.


***


Suasana pernikahan antara Rumi dan Jaka di sebuah hotel biasa penuh dengan kehangatan dan kebahagiaan. Meskipun sederhana, momen istimewa ini dipenuhi dengan cinta, tawa, dan haru.


Pernikahan diadakan di ruang penerimaan hotel, yang telah dihiasi dengan indah untuk menciptakan suasana yang romantis dan intim. Lampu-lampu kecil yang lembut menghiasi dinding, sementara rangkaian bunga segar diletakkan di meja dan sudut-sudut ruangan untuk memberikan nuansa yang hangat.


Dekorasi simpel, namun cantik, menggunakan palet warna klasik seperti putih, krem, dan sentuhan emas untuk memberikan sentuhan elegan. Meja-meja dihiasi dengan taplak meja putih bersih dan vas bunga kecil yang mengandung mawar merah dan gypsophila yang anggun.


Ruang itu dipenuhi dengan keluarga dan teman-teman terdekat Rumi dan Jaka termasuk Dea dan juga Marco. Posisi pernikahan dipusatkan oleh pelaminan sederhana yang dihiasi dengan bunga-bunga kecil. Di atas pelaminan, tergantung pita kain putih yang mengalir dengan indah.


Rumi dan Jaka berdiri di depan pelaminan dengan wajah bahagia dan bercahaya. Rumi mengenakan gaun pengantin yang simpel namun anggun dengan detail renda di lengannya, sedangkan Jaka mengenakan setelan jas klasik dengan dasi kupu-kupu yang sesuai.


Penghulu upacara berdiri di tengah-tengah, memimpin pernikahan mereka dengan kata-kata yang penuh makna dan mengalir dengan indah. Suara mereka merdu dan penuh emosi, menyatukan Rumi dan Jaka dalam ikatan suci pernikahan.


Tamu-tamu terlihat bahagia dan tersenyum saat menyaksikan pernikahan pasangan ini. Beberapa dari mereka mengusap air mata haru saat Rumi dan Jaka saling berjanji untuk mencintai, menghormati, dan mendukung satu sama lain sepanjang hidup mereka.


Setelah upacara, suasana meriah menyelimuti ruangan saat resepsi dimulai. Makanan dan minuman disajikan dengan indah di meja makan buffet, menyuguhkan hidangan-hidangan favorit yang disiapkan dengan cinta oleh para koki hotel.


Terdapat area panggung sederhana untuk tari dan hiburan ringan. Beberapa teman dekat Rumi dan Jaka mengambil kesempatan untuk memberikan ucapan selamat dan pidato hangat tentang pasangan pengantin.


Malam berlanjut dengan tawa dan tarian, semua orang bergembira dan merayakan kebahagiaan Rumi dan Jaka. Pesta ini berlanjut hingga larut malam, menciptakan kenangan yang tak terlupakan bagi kedua mempelai dan seluruh tamu yang hadir.

__ADS_1


__ADS_2