
Alicia terlihat begitu memukau dalam kebaya putih yang indah. Kebaya tersebut berhias dengan bordir yang rumit dan detail halus yang menonjolkan keanggunannya. Model kebaya ini mengikuti garis tubuh Alicia dengan sempurna, menonjolkan kecantikan alaminya.
Sorot matanya berseri-seri, memancarkan kebahagiaan dan kegembiraan karena hari yang telah lama dinantikannya telah tiba. Senyumnya yang manis dan hangat menyebar ke seluruh wajahnya, memberikan cahaya yang khas pada momen ini.
Rambutnya yang diatur dengan indah, dihiasi dengan bunga-bunga segar yang serasi dengan dekorasi pernikahan. Di telinganya, dia memakai anting-anting mewah yang menambah kesan elegan pada penampilannya.
Tangan Alicia memegang buket bunga putih yang menawan, melambangkan kesucian dan keabadian cinta yang dia yakini bersama Marco. Setiap gerakan dan langkahnya penuh dengan keyakinan bahwa dia akan membina kehidupan bahagia dengan pria yang dia cintai.
Namun, di sisi lain, Marco terlihat cemas dan tegang. Meskipun dia berusaha tersenyum, tetapi senyum itu terasa kaku dan tak tulus. Matanya mencerminkan perasaan yang rumit dan berat, karena dia harus menikah dengan seseorang yang tidak mampu meraih cintanya.
Sesekali Marco melihat ke arah Dea yang berdiri di pojok ruangan tempat ia melaksanakan akad nikah pagi itu. Dea tersenyum sambil mengangguk pelan pertanda memberi semangat kepada suaminya agar bisa dengan lancar melafazkan akad nikah untuk Alicia. Meskipun tidak dipungkiri bahwa saat ini hatinya pun terasa perih untuk menerima bahwa ia akan dimadu oleh Marco.
Yah pernikahan antara Marco dan Alicia yang hanya dilaksanakan akad nikahnya saja tanpa resepsi sama sekali. Meski begitu Alicia dan Ratna mamanya Marco terlihat sangat bahagia karena akhirnya impian mereka telah terwujud.
Penghulu memasuki ruangan pernikahan yang telah dihadiri oleh Marco dan Alicia serta keluarga kedua belah pihak. Dimana yang hadir hanya keluarga inti saja.
"Baiklah, Marco apakah kamu siap untuk menikah dengan Alicia dan menerima nya dengan sepenuh hati?" Tanya penghulu tadi kepada Marco. Lagi lagi menetap ke arah Dea istri yang paling ia cintai itu. Ia sangat ragu dan berat hati untuk menikah dengan Alicia. Dea kembali mengganggu dan tersenyum manis kepada suaminya.
Melihat respon dari Dea, Marco pun menghela nafas berat nya untuk meyakinkan hatinya bahwa ia harus melaksanakan pernikahan ini. Marco mengangguk pelan pertanda setuju.
"Alicia, Apakah kamu bersedia menikah dengan Marco dan menerimanya dengan sepenuh hati?" Penghulu tadi kembali bertanya kepada pihak perempuan.
Alicia menjawab dengan anggukan pelan dan senyum tersipu.
"Baiklah kalau begitu saya akan mulai saja akad nikah nya. Kepada kalian berdua dipersilakan untuk mengucapkan istighfar sebanyak tiga kali"
__ADS_1
Marco dan Alicia pun mengucap istighfar sebanyak tiga kali seperti yang diminta oleh penghulu. Kemudian di lanjutkan dengan mengucapkan dua kalimat syahadat.
Karena Alicia tidak ada orang tua laki-laki nya dan juga saudara laki-laki nya, maka yang menikah kan Alicia penghulu itu sendiri.
"Saudara Marco bin Nurdin, Saya nikahkan dan saya kawinkan Anda dengan Alicia binti Ramli yang walinya telah mewakilkan kepada saya untuk menikahkannya dengan Anda dengan mas kawin uang satu juta rupiah dibayar tunai." Ujar Penghulu tadi.
"Sa...saya...saya terima nikah dan kawinnya Dea" Ujar Marco.
Sontak semua yang hadir di sana kaget mendengar ucapan dari Marco.
"Marco, nama ku Alicia bukan Dea" Jelas Alicia.
"Tidak mengapa, kita ulangi lagi ya" Ujar penghulu itu lagi. Namun untuk yang kedua kali nya Marco masih salah melafazkan ijab kobul nya. Hingga laki-laki itu memutuskan untuk pergi menemui Dea yang berada di pojok ruangan.
"Kamu harus bisa ma boy. Kamu harus melakukan ini demi keluarga kamu juga, demi aku" Ujar Dea memberi semangat kepada suami nya.
"Tapi aku tidak mampu untuk menikah dengan orang yang tidak aku cintai" Ujar Marco menatap sendu ke arah Dea.
"Ma boy, kamu pasti bisa. Ingat ada aku di sini bersama mu. Ini semua demi aku dan keluarga mu" Ujar Dea memberi keyakinan kepada suami nya.
Dea berdiri dan mengulurkan tangan nya menuntun Marco untuk pergi duduk di samping Alicia agar bisa kembali melakukan ijab kobul nya.
Dengan restu dan dukungan dari Dea, Marco akhirnya bisa melafazkan ijab kobul dengan lantang. Hingga membuat Marco dan Alicia sah menjadi suami istri.
Ratna bertepuk tangan dan tersenyum puas mendengar Marco berhasil menjadikan Alicia sebagai istri kedua nya.
__ADS_1
"Akhirnya sekarang Alicia sudah menjadi menantu ku" Batin Ratna tersenyum puas.
Alicia mencium punggung tangan Marco untuk yang pertama kali nya sambil tersenyum. Sedangkan Marco sama sekali tidak menatap istri kedua nya itu.
***
"Marco, malam ini kamu tidur di kamar Alicia ya. Secara ini kan malam pertama kalian" Ujar Ratna saat mereka selesai makan malam bersama.
"Gak ma, malam ini maupun malam seterus nya, aku akan tetap satu kamar bersama Dea. Dia lah istri ku" Ujar Marco.
"Kok gitu sih Marco, aku juga istri kamu yang sah" Ujar Alicia meminta di akui oleh Marco.
Marco menatap sinis ke arah Alicia.
"Apa kamu lupa bahwa pernikahan kita hanya di atas kertas saja. Aku menikahi mu hanya untuk bertanggung jawab atas apa yang terjadi, dan hanya memastikan kamu hamil atau tidak" Ujar Marco.
"Jadi aku harap kamu jangan menuntut lebih dengan ku" Tambah nya lagi langsung berlalu menarik tangan Dea untuk masuk ke kamar mereka.
"Kurang ajar kamu Marco, bernai-berani nya kamu membuat aku malu di hadapan keluarga mu. Awas saja pembalasan ku. Jika aku tidak bisa membalas kepada mu, Dea lah yang akan jadi sasaran empuk nya" Batin Alicia menggenggam erat tangan nya menatap kepergian Marco dan Dea dengan tatapan penuh dendam.
"Alicia, kamu yang sabar ya. Semoga saja kamu hamil anak nya Marco hingga kamu dan Marco akan tetap bersama. Dan kamu akan tetap menjadi menantu ku" Ujar Ratna.
Sontak Alicia terdiam mendengar perkataan Ratna. Yah dia sempat berpikir jika dia tidak hamil, pasti Marco akan menceraikan nya. Karena tidak ada alasan bagi Marco untuk mempertahankan diri nya lagi. Namun, jika diri nya hamil, maka Marco akan tetap bersama nya setidak nya selama ia hamil.
"Iya, benar juga apa yang di katakan oleh mama. Jika aku tidak hamil aku pasti akan di ceraikan oleh Marco dan rencana ku akan gagal. Besok aku harus pergi periksa, secara hampir sebulan juga kejadian itu bukan, pasti sudah bisa terbaca apakah aku hamil atau tidak" Ujar Alicia dalam hati nya.
__ADS_1