Akan Kah Kita Berpisah?

Akan Kah Kita Berpisah?
Weekend


__ADS_3

Marco dan Dea sedang duduk bersantai menikmati waktu berdua di teras halaman belakang rumah nya dengan di temani secangkir teh hangat. Yah hari ini adalah hari weekend tentu Marco sedang libur dalam kerja nya. Ia ingin menghabiskan waktu bersama istri pertama nya itu.


"Marco, ternyata kamu di sini. Di cariin juga." Protes Ratna.


"Ada apa sih ma?" Tanya Marco heran melihat wanita paruh baya itu tergesah-gesah.


"Itu ko istri kamu."


"Alicia maksud mama?"


"Iya, dari tadi gak mau makan dia nya. Lebih baik kamu lihat dia gih di kamar nya. Pujuk dia agar mau makan!" Pinta Ratna kepada putra nya itu.


"Ya ampun ma, emang harus ya aku melakukan hal itu? Lagian dia sudah besar. Gak perlu lah di pujuk seperti itu." Ujar Marco cuek.


"Ya nanti juga dia akan makan jika sudah lapar." Tambah nya lagi sambil menyeduh teh panas buatan Dea.


"Ya ampun Marco, enteng banget sih ngomong nya. Alicia itu sedang hamil lo, kamu itu harus nya lebih peduli dan perhatian kepada nya. Bukan sibuk sama istri kamu yang belum tentu bisa memberikan mu keturunan ini." Sindir Ratna.


"Maksud mama apa sih ngomong gitu?" Tanya Dea merasa tersinggung atas ucapan dari mertua nya itu.


"Lo, memang benar kan kamu itu belum tentu bisa memberikan keturunan kepada Marco. Secara hingga saat ini kamu juga belum hamil. Apa jangan-jangan kamu mandul ya." Tambah wanita paruh baya itu lagi kepada menantunya.


"Ma, apa-apaan sih? Ngapain juga mama ngomong seperti itu kepada Dea. Aku dan Dea baru menikah ma, belum sampai tiga bulan. Jika belum hamil, berarti belum rejeki nya. Gak seharus nya mama ngomong seperti itu." Ujar Marco tidak senang dengan ucapan mama nya yang telah menuduh istri nya.


"Sudah mama gak mau berdebat tentang hal yang tidak penting ini. Sekarang yang jelas nya adalah Alicia sudah hamil dan dia sudah terbukti tidak mandul. Kamu? Masih penuh tanda tanya." Ujar Ratna lagi penuh penekanan.


"Marco, sekarang kamu ke kamar Alicia. Pujuk dia agar mau makan! Emang nya kamu gak kasihan apa sama anak kamu yang belum makan dari tadi di dalam perut mama nya? Nanti jika terjadi apa-apa sama anak kamu gimana? Kamu yang harus di salahkan." Ancam Ratna kepada putra bungsu nya itu.


"Ya ampun ma, emang harus ya seperti itu?"


"Ya harus dong. Dan kamu Dea, jangan kamu menjadi penghalang untuk kedekatan Marco dan Alicia!" Titah wanita paruh baya itu kepada menantu nya.


Dea mengangguk pelan tanda setuju.


***

__ADS_1


Sonia dan Jordy sedang berada di luar. Sonia pergi ikut Jordy untuk bertemu dengan klien di sana. Yah karena masih suasana bulan madu mereka, Sonia memutuskan untuk ikut suami nya sekalian untuk liburan di sana.


"Sayang, ada yang mau aku tanya kan sama kamu." Ujar Sonia kepada Jordy saat mereka berada di sebuah hotel berbintang lima di kota itu.


"Ada apa sih sayang?"


"Aku merasa heran deh sama mama kamu. Kelihatan nya dia gak begitu suka sama Dea." Ujar Sonia yang memang apa ada nya.


"Kenapa kamu bisa ngomong seperti itu?"


"Ya karena aku melihat dan mendengar nya dengan mata dan kepala ku sendiri. Mama seperti nya lebih suka deh ketika Marco bersama Alicia. Aku tahu sih dari cara mama berbicara dan perbuatan mama terhadap mereka berdua sangat jauh berbeda." Jelas Sonia kepada suami nya.


Jordy menghela napas berat nya mendengar ucapan dari istri nya itu yang memang apa ada nya.


"Kemarin aku melihat mama meminta Dea untuk membuatkan makanan untuk Alicia. Dea bilang sedang tidak enak badan. Tapi mama malah maksa dan tidak peduli apa pun keadaan Dea." Cerita nya lagi.


Lagi-lagi Jordy menghela napas berat nya. Yah memang selama ini dia tidak pernah menceritakan masalah itu kepada istri nya.


"Sebenar nya memang dari awal sih mama gak suka sama Dea. Mama lebih setuju jika Marco menikah sama Alicia. Karena Alicia itu bibit bobot nya jelas dan yang pasti dia orang berada. Tidak seperti Dea." Jelas Jordy.


"Karena papa dan Marco yang maksa. Lagian mama sih pakai acara pilih-pilih menantu segala. Yang menjalankan hidup berumah tangga itu anak-anak nya. Tidak baik lo mama ikut campur." Ucap Jordy yang memang ada benar nya.


"Aku juga gak setuju sama cara pikiran mama. Karena itu mama jadi mengalah dan mau tidak mau terima Dea sebagai menantu nya."


"Oh gitu, pantas saja berbeda cara mama kepada Alicia dan Dea."


"Iya, sudah lah sayang. Kita doain saja agar mama bisa membuka hati untuk menerima Dea seperti ia menerima Alicia." Ujar Jordy mulai merebahkan diri di atas tempat tidur nya karena lelah seharian bekerja.


"Iya, semoga saja seperti itu."


***


"Assalamualaikum bu." Ujar Dea menghubungi ibu nya di kampung.


"Waalaikumsalam nak, apa kabar?" Tanya Sumi.

__ADS_1


"Alhamdullah sehat kok bu, ibu sama Denis gimana kabar nya?"


"Alhamdulillah sehat juga nak."


"Alhamdulillah aku jadi senang mendengar nya. Oh ya buk, aku sudah mengirimkan uang seperti biasa nya ya ke rekening ibu." Jelas Dea akan maksud diri nya menelepon wanita paruh baya itu. Yah semenjak menikah sama Marco, Dea tidak bekerja sama sekali. Jadi untuk kebutuhan ibu dan Denis di kampung Marco lah yang bertanggung jawab. Secara ini juga sesuai dengan perjanjian mereka sebelum menikah waktu itu.


"Iya nak, terima kasih. Besok ibu akan memeriksa nya."


"Siapa bu?" Tanya Denis yang tiba-tiba datang.


"Kakak mu." Jawab Sumi jelas.


"Oh ya" Ucap Denis kaget. Wajah nya terlihat senang saat mendengar kakak satu-satu nya menghubungi mereka.


"Mana bu? Aku mau ngomong sama kakak." Denis mengambil ponsel dari tangan mama.nya.


"Kak, apa kabar? Aku kangen lo sama kakak."


"Alhamdulillah kakak baik kok dek, Kamu gimana kabar nya? Apa ada keluhan lagi?"


"Selama ini sih gak ada kak, Alhamdulillah aku sudah sembuh deh."


"Alhamdulillah, kakak jadi senang mendengar nya. Semoga gak kambuh lagi ya sakit nya."


"Aamiin, oh ya kak kapan kakak pulang ke sini, aku kangen banget sama kakak."


"Kakak akan pulang ke sana saat abang kamu gak sibuk dengan kerja nya. Yah kakak juga rindu sama kamu dan juga ocehan kamu." Ujar Denis lagi.


"Wah, oke deh aku tunggu ya kedatangan kakak.."


"Iya kak.. Kak,. aku tutup ponsel.nya dulu ya. Seperti nya ibu kewalahan di serbu sama anak-anak."


"Oke Denis, assalamualaikum."


"Waalaikumsalam"

__ADS_1


__ADS_2