Akan Kah Kita Berpisah?

Akan Kah Kita Berpisah?
Kebingungan


__ADS_3

Suasana pagi hari saat Marco baru bangun tidur adalah hangat dan tenang. Matahari terbit perlahan melalui jendela, menciptakan cahaya lembut yang menyinari ruangan tidurnya. Udara segar dan sejuk memasuki kamar, membawa aroma harum dari bunga-bunga di taman.


Marco terbaring di atas tempat tidur, rambutnya sedikit berantakan dan matanya masih terpejam. Dia merasakan kenyamanan dan kehangatan dari selimut yang melindunginya sepanjang malam. Suara burung-burung bernyanyi lembut dari luar jendela membuat suasana semakin damai.


Saat Marco membuka matanya perlahan, ia merasa kaget setengah mati karena saat itu ia tidak berada di kamar nya. Mata nya semakin terbelalak besar melihat ada Alicia terlelap di samping nya yang hanya terbalut dengan selimut saja sama seperti diri nya. Marco seketika merasakan detak jantungnya meningkat dan perasaan cemas melanda.


Marco tidak bisa menyembunyikan perasaan keterkejutannya. Matanya membulat dan bibirnya terbuka sedikit dalam kebingungan.


Laki-laki itu berusaha merenung sejenak, mencoba mengingat apa yang terjadi semalam. Namun, semuanya masih samar dan kabur dalam ingatannya. Marco merasakan kebingungan yang semakin mendalam dan perasaan bersalah mulai menghampirinya.


Dalam keadaan yang penuh kecemasan, Marco bergerak perlahan untuk keluar dari tempat tidur tanpa ingin mengganggu tidur Alicia. Dia mengenakan pakaian dengan tergesa-gesa dan mencoba merapikan rambutnya yang berantakan. Mata Marco masih penuh dengan kebingungan dan kekhawatiran.


Namun, saat ia mencoba untuk membuka pintu kamar itu, Susi mama palsu nya Alicia terlebih dahulu membuka pintu kamar itu. Mereka sama-sama kaget satu sama lain.


"Marco, kamu?" Tanya Susi kaget. Kini pandangan nya beralih kepada Alicia yang masih terlelap di tempat tidur nya.


"Ya ampun Marco, kamu dan Alicia? Apa yang kalian lakukan?" Tanya Susi kecewa dengan tingkah kedua anak manusia yang berbeda jenis kelamin nya itu.


"Maaf kan aku tante, aku sama sekali tidak bisa mengingat apa yang terjadi tadi malam" Ujar Marco dengan jujur.


"Terserah kamu gak ingat apa yang terjadi tadi malam. Tapi yang jelas kalian sudah melakukan hal itu tadi malam. Tante gak mau tau, kamu dan Alicia harus menikah" Ujar Susi lagi dengan emosi.


Deg....

__ADS_1


Sontak Marco kaget mendengar apa yang di katakan oleh wanita paruh baya itu. Ia tidak mungkin menikah dengan Alicia karena ia mencintai Dea. Terlebih mereka akan menikah. Meski ia kecewa terhadap tunangan nya itu karena ia pikir Dea telah mengkhianati nya, tetap saja ia tidak bisa menerima Alicia begitu saja.


Susi masuk ke dalam kamar itu. Ia membangun kan Alicia yang masih terlelap dalam tidur nya.


"Bangun kamu Alicia! Bangun!" Ujar nya menarik tangan Alicia.


"Ada apa sih? Ganggu orang sedang...."


Susi langsung memberi kode kepada Alicia untuk segera berakting dan menunjuk ke arah Marco menggunakan mata nya. Rasa marah di hati gadis itu seketika hilang saat mengingat kembali bahwa tadi malam ia bersama Marco.


"Ada apa sih ma" Ujar Alicia dengan lembut.


"Ada apa, ada apa? Harus nya mama yang bertanya sama kamu. Apa-apaan kamu membawa laki-laki ke dalam kamar? Apa yang kalian lakukan tadi malam?" Ujar Susi lagi.


Alicia melihat keadaan tubuh nya yang hanya di baluti selimut itu. Sontak ia kaget dengan keadaan nya saat itu.


Alicia kini hanya bisa menangis. Ia tidak tahu harus berbuat apa saat ini. Yah sebenar nya itu hanyalah akting nya saja.


"Apa yang kamu lakukan Marco. Apa yang telah kita lakukan?" Tanya Alicia dengan lirih.


"Maaf kan aku Alicia. Aku sama sekali tidak ingat apa yang terjadi" Ucap Marco lagi.


"Sudah, sudah jangan kalian membahas masalah yang telah terjadi. Saat ini yang terpenting adalah Marco harus bertanggung jawab. Papa dan mama mu harus tahu masalah ini" Ujar Susi keluar dari kamar itu dengan marah dan kecewa. Ia pergi ke kamar nya untuk mengambil ponsel agar bisa menghubungi Ratna.

__ADS_1


"Tante, tante tunggu dulu tante....." Marco mencoba mencegah Susi agar tidak menghubungi mama nya terlebih papa nya. Pasti hubungan nya bersama Dea akan semakin hancur nanti nya.


"Tunggu apa sih Marco. Kamu sudah merusak Alicia, kamu harus bertanggung jawab dengan semua ini" Ujar Susi lagi melanjutkan langkah nya.


"Tante, tante tunggu dulu. Dengar kan aku" Ujar Marco menarik lengan wanita paruh baya itu agar menghentikan langkah nya.


"Apa Marco? Apa yang kamu mau? Apa kamu mau lari dari kenyataan ini? Terus jika Alicia hamil bagaimana? Jangan kamu mau lepas tangan begitu saja dong. Tante sebagai mama nya Alicia jelas-jelas tidak akan terima semua itu" Ujar Susi marah.


"Iya tante aku janji aku akan bertanggung jawab. Tapi aku membutuhkan waktu tante. Tolong berikan aku waktu untuk membicarakan masalah ini sama mama" Ucap Marco mencoba merayu Susi.


"Biarkan aku memberitahu semua ini kepada keluarga ku" Tambah nya lagi memberikan keyakinan kepada wanita yang ada di hadapan nya itu.


"Benar kamu yang akan memberitahu keluarga mu?" Yakin Susi lagi.


Marco mengangguk pelan meski di hati nya merasa berat.


"Kamu tidak akan lari kan?"


Marco menggeleng kepala nya.


"Ya sudah kalau begitu. Tante percaya sama kamu. Tapi ingat dalam waktu seminggu, kamu tidak memberikan kejelasan tentang masalah ini kepada keluarga mu, tante sendiri yang akan datang ke rumah mu. Tante yang akan menceritakan semua ini kepada mama dan papa mu" Ujar Susi lagi terdengar mengancam laki-laki itu. Marco hanya bisa mengangguk pelan memberikan keyakinan kepada wanita paruh baya itu.


Susi pun pergi berlalu meninggalkan Marco. Laki-laki itu berjalan perlahan keluar dari rumah Alicia dalam keadaan bingung. Yah ia benar-benar tidak mengingat apa yang terjadi tadi malam. Ia hanya mengingat bahwa saat itu ia pergi ke klub malam, namun entah dari kapan Alicia berada bersama nya saat itu. Marco mencoba untuk mencari jalan keluar masalah ini.

__ADS_1


Sementara di dalam kamar, Alicia tertawa lepas melihat kejadian pagi ini. Ia benar-benar merasa puas karena rencana nya berjalan dengan lancar. Meski pun ia harus merelakan diri nya di jamah oleh laki-laki itu. Tidak masalah bagi nya yang penting laki-laki itu akan segera menjadi milik nya.


"Ternyata semua ini berjalan sesuai rencana. Aku benar-benar merasa puas dan senang" Ujar Alicia kembali tertawa.


__ADS_2