Akan Kah Kita Berpisah?

Akan Kah Kita Berpisah?
Rencana


__ADS_3

Alicia sangat kesal karena Marco datang bersama Dea malam itu di rumahnya. Mau tidak mau ia pun terpaksa mengizinkan Dea untuk makan bersama mereka. Padahal ia sudah membayangkan akan makan berduaan bersama Marco di malam itu. Tapi harapannya kini sirna lah sudah.


"Sudah selesai" Ujar Marco setelah selesai melakukan tugas nya.


"Makasih ya Marco" Ujar Alicia.


"Ya sudah, sekarang mari kita makan malam bersama" Tambah nya lagi.


Mereka pun pergi menuju ke meja makan untuk makan bersama di sana.


***


"Terima kasih ya Alicia atas jamuan makan malam nya. Makanan nya sangat enak" Ujar Marco tersenyum senang.


"Kami pamit dulu. Besok pagi aku akan datang kembali untuk mengobati luka mu. Dan seperti nya luka mu akan kering dalam beberapa hari kedepan" Ujar Marco lagi.


Alicia hanya semoga senyuman yang tampak dipaksakan di bibir nya.


Marco dan Dea masuk ke dalam mobil mewah laki-laki itu dan meninggalkan rumah Alicia.


"Ih....Sialan Marco, ngapain juga sih dia mengajak gadis kampungan itu ke rumah ku? Nyebelin banget jadi orang. Pakai sok-sok romantis lagi di depan ku" Ujar Alicia kesal duduk di kursi yang ada di depan teras rumah nya setelah melihat mobil Marco jauh dari rumahnya.


Susi hanya diam melihat gadis itu kesal sendiri. Ia hanya berdiri di tempat nya dan tidak tahu harus berkomentar apa.


"Rencana kita gagal malam ini. Lantaran kehadiran tamu yang tidak di undang itu" Ujar nya lagi semakin kesal.


"Jangan sampai deh Marco mengajak Dea lagi besok. Benar-benar menyebal kan" Ujar Alicia.


***


Dea, Marco, Jordy dan juga Sonia pergi ke sebuah butik langganan keluarga Marco. Mereka ke sana untuk fitting gaun pengantin yang akan Dea dan Sonia kenakan di hari bahagia mereka. Di mana hari bahagia itu akan berlangsung seminggu lagi.

__ADS_1


***


"Assalamualaikum buk" Dea menghubungi ibu nya di kampung.


"Waalaikumsalam nak"


"Buk, aku sudah mengirimkan Ibu uang untuk berangkat ke Jakarta bersama Denis. Secara acara pernikahanku dan juga Mas Marco hanya seminggu lagi. Sudah seharusnya ibu berada di sini bersama ku" Jelas Dea. Yah karena acara pernikahan mereka tinggal seminggu lagi, maka Dea memutuskan untuk cuti dalam bekerja. Ibarat kata orang melayu sedang di pingit. Di mana sebelum hari H pernikahan, ia harus merawat dirinya agar terlihat cantik menjadi ratu sehari.


"Oh baik lah nak, besok ibu dan Denis akan berangkat ke Jakarta"


"Besok aku akan menjemput ibu dan Denis di bandara. Tapi Denis beneran udah sehat kan buk?"


"Iya nak, Denis udah mendingan kok. Ia terlihat lebih segar sekarang. Secara pengobatannya terus saja dilakukan. Dan alhamdulillah pengobatan itu berhasil membuat Denis terlihat sehat sekarang" Jelas Sumi.


"Alhamdulillah buk. Aku jadi senang mendengar nya"


"Iya nak, ibu juga senang sekali melihat perubahan yang positif kepada adik mu" Sumi tersenyum senang.


"Iya nak"


"Assalamualaikum"


"Waalaikumsalam" Jawab Sumi menutup ponsel nya.


***


Ratna terlihat cemas memikirkan pernikahan Marco dan juga Dea sudah di depan mata. Wanita paruh baya itu sudah tidak memiliki banyak waktu untuk membuat Marko dan Dea berpisah.


"Bagaimana sih cara nya untuk memisahkan mereka. Masa iya aku harus terima menantu kampungan itu. Mau taruh di mana mukaku kepada teman-temanku nanti. Pasti mereka akan menertawakan ku karena mempunyai menantu kampungan seperti itu" Ujar Ratna berpikir keras untuk memisahkan mereka berdua.


Ratna mengambil ponselnya yang saat itu sedang tergeletak di nakas samping tempat tidur nya. Ia menekan salah satu nomor yang ada di ponselnya itu untuk menghubungi seseorang.

__ADS_1


"Hallo tante" Terdengar suara seorang gadis menyambut teleponnya dari seberang.


"Iya hallo Alicia. Ini gimana sih? Kamu tahu gak sih pernikahan Marco dan Dea itu sudah di depan mata lo. Kita sama sekali belum berhasil membuat mereka berpisah. Pokok nya tante itu sama sekali nggak setuju jika Marco harus menikah sama Dea. Tante mau nya kamu yang menjadi menantu tante" Ujar Ratna mendesak gadis itu.


"Iya tante, aku tahu. Tante tenang aja ya. Aku akan memikirkan cara untuk membuat mereka berdua berpisah" Jawab Alicia.


"Secara aku gak rela jika Marco dan Dea hidup bahagia di atas penderitaanku selama ini. Aku belum mencapai balas dendam ku kepada Marco yang telah berhasil membuatku malu di depan umum" Batin Alicia mengingat kembali Kejadian beberapa waktu yang lalu di saat Marco mempermalukannya di sebuah restoran berbintang lima. Di mana ya mengungkap semua kejahatan Alicia yang dulu belum melakukan operasi plastik dan namanya masih Rini.


"Tapi apa cara nya?" Tanya Ratna lagi.


"Tante pokok nya tenang saja di sana. Aku akan melancarkan aksiku nanti. Tante hanya terima bersihnya saja nanti Dan aku pastikan Marco akan langsung menikahi ku dan meninggalkan Dea" Ujar Alicia penuh dengan keyakinan.


"Benar ya Alicia. Pokok nya apa pun rencana kamu tante akan dukung seratus persen. Selagi itu bisa membuat Marco dan Dea berpisah" Ujar Ratna.


"Tante percayakan semuanya kepada kamu. Jika sudah kamu menjamin seperti ini. Tante jadinya sedikit tenang dan bisa terlelap malam ini" Ujar Ratna lagi.


"Iya tante, pokok nya semuanya akan beres. Ya sudah tante istirahat saja karena hari juga sudah terlalu larut"


"Ya sudah tante istirahat dulu ya" Mereka pun mengakhiri percakapan mereka di telepon. Alicia tersenyum puas karena Ratna mendukungnya seratus persen.


"Dasar orang tua egois. Orang tua yang hanya memikirkan status sosial dan juga harta. Ia sama sekali tidak memikirkan perasaan dan kebahagiaan anaknya. Ia rela membuat anaknya berpisah dengan kekasihnya hanya karena memandang bibit bobot yang jelas dari pasangan anaknya" Ujar Alicia tersenyum sinis.


"Tapi bagus lah. Untung saja wanita paling banyak itu mempunyai sifat matre. Sehingga aku mendapatkan dukungan seratus persen dari dia. Itu juga akan mempermudah kan ku untuk melancarkan aksi-aksi dalam memisahkan Marco dan juga Dea.


"Dan besok aku akan mengajak Toni untuk melancarkan rencana ku bersama dia" Ujar Alicia tersenyum licik.


***


"Untung lah Alicia mempunyai cara untuk memisahkan mereka. Jika tidak, yah aku tidak tahu deh harus bagaimana nanti nya menjelaskan kepada teman-teman arisan ku tentang Marco dan Dea itu" Ujar Ratna menghela napas lega nya.


Wanita paruh baya itu pun membaringkan tubuh nya untuk terlelap di malam itu sambil membayangkan rencana Alicia akan berjalan dengan lancar besok.

__ADS_1


__ADS_2