
Dea dan Marco tiba di rumah mewah kedua orang tua nya Marco.
"Assalamualaikum" Sapa Dea masuk bersama Marco. Terlihat Ratna yang memang berada di ruang tamu saat sedang membaca majalah tampak acuh tak acuh melihat kedatangan anak beserta menantu nya itu. Marco mencium punggung tangan mama nya. Dea pun ingin melakukan hal yang sama. Namun, niat Dea sama sekali tidak di pedulikan oleh wanita paruh baya itu.
Sontak raut wajah yang tersenyum manis tadi berubah pias menjadi murung. Begitu pun dengan Marco. Laki-laki itu tampak tidak enak hati melihat istri nya di cuekin oleh mama nya.
"Eh, Marco, Dea sudah pulang kalian" Tegur Nurdin melihat Putra dan menantu nya saat ia baru keluar dari kamar nya.
"Iya pa, baru saja tiba" Jawab Marco tersenyum dan kembali mencium punggung tangan punggung papa nya yang di ikuti oleh Dea. Berbeda dengan Ratna yang menolak salaman dari menantu nya, Nurdin menyambut salaman dari suami nya tadi.
"Bagaimana liburan kalian, apa menyenangkan?" Tanya Nurdin.
"Alhamdulillah, menyenangkan pa. Semua tempat wisata di sana kami kunjungi. Dan semoga saja kita akan cepat mendapatkan momongan ya sweety" Ujar Marco tersenyum senang kepada istri nya.
Dea hanya mengukir senyuman tipis di bibir nya. Ia masih merasa tidak enak hati kepada Ratna yang terang-terangan tidak suka dengan nya. Pasti kalian juga merasakan hal yang sama dengan apa yang di rasakan oleh Dea bukan?
"Ya sudah kalian istirahat saja di kamar. Pasti kalian capek banget karena menempuh perjalanan jauh" Ujar Nurdin.
"Ya pa, kami istirahat dulu ya di kamar. Capek banget" Ujar Marco.
"Ayo sweety kita pergi istirahat di kamar" Ajak Marco kepada istri nya.
"Ma, pa kami ke kamar dulu ya" Ujar Dea dengan lembut kepada mertua nya.
Ratna memancarkan ekspresi bingung bercampur kesal kepada Nurdin yang memberikan kedua pasangan pengantin baru itu untuk beristirahat. Padahal ia sangat berharap bahwa mereka akan membahas pernikahan Marco dan juga Alicia saat itu juga. Tapi harapan nya kini sirna lah sudah.
"Pa, kenapa papa membiarkan mereka untuk istirahat sih?" Ujar Ratna kesal.
"Kenapa ma, mereka baru pulang. Perjalanan mereka tempuh pun jauh. Jelas merasa lelah dan letih pada tubuh mereka. Biarkan mereka beristirahat dulu ma" Ujar Nurdin.
__ADS_1
"Iya pa, tapi kan kita harus membahas masalah Marco dan Alicia sekarang"
"Ma, kita bahas saja masalah ini besok. Biarkan mereka melepaskan rasa lelah nya" Ujar Nurdin lagi.
"Tapi pa..."
"Ma, besok masih ada waktu dan hari nya lagi bukan? Jadi besok saja" Ujar Nurdin dengan lembut tapi penuh penekanan.
Ratna hanya bisa diam mendengar ucapan dari suami nya itu. Ia tidak bisa berkata apa-apa lagi karena sudah mengerti maksud dari nada bicara suami nya. Jika dia memaksa lagi, pasti Nurdin akan marah besar kepada nya.
"Papa mau keluar sebentar. Ada beberapa kerjaan yang harus papa selesaikan sekarang"
"Iya, hati-hati ya pa" Ujar Ratna pada akhir nya mengalah.
"Apa-apaan sih papa. Masih saja mengulur-ngulur waktu untuk membahas masalah ini. Lebih cepat membahas nya, dan membuat Alicia menikah bersama Marco, akan lebih baik bukan" Kata Ratna berbicara kepada dirinya sendiri.
***
Dea menatap Marco dengan perasaan bercampur aduk di hati nya. Di mana ia merasa tidak nyaman berada di rumah itu karena Ratna terang-terangan menunjukkan rasa tidak suka kepada nya dan di sisi lain dia sangat mencintai Marco dan tidak mungkin meninggalkan laki-laki yang baru saja menjadi suaminya.
Perlahan Dea duduk di samping Marco. Ia mengelus lembut rambut suami nya dengan penuh rasa cinta di hati nya.
"Ma boy, bantu aku untuk membuat mama mu merestui hubungan kita. Demi cinta dan kesetiaan, ku hadapi segala derita. Demi cinta pada mu kasih kan mu tanggung semua siksaan" Batin Dea dengan perasaan serba salah.
***
Ratna tampak sibuk di dapur mempersiapkan makan malam untuk mereka. Dea datang menghampiri Mama mertuanya itu. Ia berusaha tersenyum dengan ramah kepada Ratna saat mereka saling berpas-pasan menatap satu sama yang lain. Namun, senyuman itu sama sekali tidak dibalas dengan Ratna ia menatap Dea dengan tetapan sinis nya dan terus melanjutkan pekerjaannya.
"Ma, aku bantu ya" Ujar Dea berusaha mengambil hati Ratna agar Mama mertuanya itu menyukai dirinya dan menerima dirinya dengan sepenuh hati.
__ADS_1
Lagi-lagi Ratna bersikap acuh tak acuh kepada menantunya itu. Dea hanya bisa menghela napas berat nya melihat perangai mertua nya.
"Sabar Dea, semua ini proses. Mama mertua mu hanya membutuhkan waktu untuk menerima diri mu. Kamu harus bersabar dan bertahan demi suami mu" Ujar Dea dalam hati memberi semangat kepada dirinya sendiri.
Dea mengambil piring dan menyusun nya di atas meja. Kemudian ia mengambil beberapa makan di dapur dan kembali menyusun di meja makan.
"Ada lagi yang bisa saya bantu ma?" Tanya Dea setelah mereka selesai menyajikan makan di atas meja.
"Gak perlu, aku gak butuh bantuan dari mu. Jangan sok-sok rajin deh kamu" Nada bicara dingin Ratna pancarkan kepada Dea.
Dea terdiam dan kembali menunduk. Sontak nyali nya terasa ciut kembali mendengar ucapan dari Ratna itu. Di tambah dengan tatapan sinis dari mata wanita paruh baya itu.
Dea kembali menghela napas berat nya. Ia berusaha membuat beban berat hang ada di pikiran nya untuk menghadapi mama mertuanya itu.
"Wah, ternyata makan malam sudan siap nih. Kelihatan nya enak" Ujar Marco datang menghampiri kedua wanita yang berbeda usia itu.
Dea tersenyum lembut kepada suami nya. Marco langsung duduk di meja makan nya.
"Oh ya ma, kak Jordy masih belum pulang?"
"Belum, masih menikmati bulan madu mereka" Jawab Ratna.
"Wah lama juga ya mereka liburan nya"
"Ya nama nya juga pengantin baru. Besok kamu juga seperti itu jika sudah menikah dengan Alicia" Ujar Ratna tampa memikirkan Dea yang ada di hadapan mereka.
Marco yang tadi nya sedang minum pun tersedak mendengar ucapan dari mama nya itu.
"Ha? Jadi juga aku menikah dengan Alicia?" Tanya Marco kaget. Secara masalah ini sudah lama, ia pikir masalah ini sudah kelar.
__ADS_1
"Ya iya lah, kan sudah kita bahas sebelum nya masalah ini. Dan waktu pernikahan kalian juga sebentar lagi kok" Jawab Ratna dengan enteng nya.