
Part 1 ( DI BULLY TEMAN KECIL)
Sejak kecil aku selalu Jadi bahan tertawaan teman-teman, bahkan orang dewasa.
Aku akan mudah menangis jika ada teman atau orang lain yang hanya sekedar mengolok.
Mereka paling suka mencari cari kesalahan aku agar mereka lebih mudah membully aku.
Sering kali jika sedang bermain seperti petak umpet, teman teman seakan berrencana agar aku yang selalu jaga, sampai satu hari aku ingin ikut main petak umpet dengan teman teman,mereka seperti sangat bergairah bermain dengan aku, aku yang polos tak pernah tau apa yang ada dalam benak mereka,dan tak tau apa yang mereka rencanakan.
Hampir satu jam lebih aku mencari teman teman, tapi tak satupun yang aku lihat,sampai aku merasa bosan akhirnya aku pulang, ketika aku hendak pulang, tiba tiba mereka datang dengan bergerombol dan berebutan pegang pohon dimana aku berjaga.
__ADS_1
“ hore....Dina jaga lagi “ teriak mereka secara bersamaan, mendapat perlakuan seperti itu aku sontak menangis, dan melihat aku menangis semua teman teman seperti sangat senang, mereka melakukan selebrasi bak seorang atlit yang unggul dalam pertandingan.
Aku pernah di boikot oleh teman teman, aku tidak di ajak main bahkan tidak di ajak bicara sampai seminggu, aku hanya melihat dari jauh keseruan mereka bermain tanpa aku, jiwa anak anak ku tak mampu di bendung, betapa ingin aku berbaur dengan mereka, dengan keberanian yang hanya sedikit, aku berjalan perlahan dengan penuh rasa takut ke arah mereka.
Salah satu teman aku yang paling besar dan bisa di bilang dia adalah pemimpin kami, namanya Aisyah biasa di panggil Isah “ kenapa kamu datang ke sini Dina? Kamu ingin berteman dengan kami ?” Aku mengangguk penuh harap, “ sini main sama kita, sini bareng bareng “ Aku sangat bahagia dan aku langsung berbaur dengan mereka.
Tak di sangka Isah berteriak keras pada teman2
" woooy teman teman lihat itu si Dina cengeng ingin main bersama kita hahahahahaha “ lalu teman teman seperti di beri komando serentak mereka bilang “ waaaa enak aja nggak boleh weeeeekkkk “ dengan ekspresi wajah yang berbeda beda, ada yang lidah nya di julur julur, ada yang tertawa terbahak bahak.
Aku lari kencang seakan ingin cepat sampai ke tempat dimana teman teman aku berkumpul dan bermain, pisau masih aku pegang erat di tangan, ingin rasanya aku menikam mereka satu persatu, ingin rasanya aku melihat mayat bergelimpangan dan darah bercereran, mungkin puas hati ini, dan aku menang.
__ADS_1
Sontak teman teman aku berlarian sambil berteriak histeris “ Dina mau menbunuh, Dina mau membunuh, tolooooong “
Rumah aku yang memang paling dekat dari area itu, jelas mamah aku orang pertama yang mendengar suara gaduh teman teman.
“Ada apa?? Tanya mamah sambil berlari menuju arera tempat bermain teman teman.
Semua teman teman kucar kacir ketakutan,mamah melihat aku yang mematung sambil tetap memegang pisau.
Mamah cepat memeluk aku sambil bertanya “ apa yang ingin kamu lakukan nak?”
“Aku ingin membunuh mereka mah, aku benci mereka, kenapa mereka sangat suka melihat aku menangis mah ? “ Tanya aku pada mamah dengan air mata bercucuran.
__ADS_1
“Sudah sayang sudah....kita masuk kedalam yuk?” Mamah membimbingku masuk kedalam rumah.
Terima kasih buat admin telah up tulisan ini, mohon maaf jika banyak yg kurang.