
Part 10 ( DEKAT DENGAN HARDI)
Di sekolah kedatangan siswa pindahan dari Jakarta, namanya Suhardi biasa di panggil Hardi. Hardi tinggal bersama pamannya di kampung sebelah, sedang orang tua Hardi tinggal di Jakarta. Hardi berperawakan tinggi dan putih, hidung nya tidak begitu mancung bermata agak sipit dan bibirnya agak merah dengan rambut lurus belah tengah, sesekali rambutnya berjatuhan di jidat lalu tangannya memperbaiki rambutnya kebelakang. Tapi rambut itu bandel pasti akan balik lagi ke depan.
" Nama saya Suhardi, biasa di panggil Hardi, saya pindahan dari SMA BUDI KARYA Jakarta Barat "
Kelas seperti sedang mengheningkan cipta begitu sunyi. Semua mata masih tertuju pada Hardi, sampai Hardi berjalan ke tempat duduk.
Hardi ibarat pemandangan asing buat kami, penampilannya yang seperti selebor tapi tetap terlihat keren, baju yang tidak di masukan. Sepatu kets dengan logo yang seperti contreng, membuat penampilannya terlihat tetap sempurna.
" Dina biarkan Hardi duduk dengan kamu ya, bangku sebelah kamu kan kosong " Kata pa Imam, aku mengangguk.
" Duduk sama saya saja bu " Teriak Lia.
" Huuuuuuu " Sorak siswa seisi kelas mendadak gaduh.Jam pelajaran berlalu seperti biasanya.
" Kriiiiiiing " Bel istirahatpun bunyi, semua siswa berhamburan keluar kelas.
" Hardi ke kantin bersamaku yu ? " Tiba tiba Lia datang dan tanpa ragu dia ngajak Hardi untuk ikut ke kantin bersamanya.
" Heh gadis tak tau malu " hati ku menggerutu.
Cepat cepat aku berdiri hendak pergi keluar menyusul teman teman yang lain.
" Eh elo " Teriak Hardi
Aku menoleh " Aku ? " ku tunjuk hidungku sendiri.
" Iya elo, lo mau kemana ? Keluar ? Kenapa lo gak ngajak gua? "
" Kamu mau ikut ? Aku mau ketoilet kebelet pipis, ayo kalo Mau ikut " jawabku seenaknya.
" Iya gua ikut lo " Hardi beranjak dari kursi dan menghampiriku.
Sejenak ku lirik Lia yang sejak tadi mematung " Dasar cewek gak boleh liat cowok klimis dikit, rasain kamu " Hatiku menggumam sambil tersenyum geli.
Aku belok kanan ke arah kantin " Eh lo bilang mau ketoilet kok malah ke sini sih ? " Tanya Hardi.
" Emang kamu mau ikut aku ke toilet beneran ? Enak aja ! " kataku agak judes.
" Set dah, galak juga lo ya? " jadi cewek judes banget sih lo.
" Eh semua cowok termasuk kaya lo tuh emang harus di judesin biar gak ngelunjak tau ! "
" Lah bisa juga aku bahasa betawi jakarta , pake elo gua elo gua hi hi hi "
" Eh bengong lagi, mikirin apa sih lo ? " Hardi mengahalau lamunanku yang masih geli geli gimana gitu.
" Karna lo dah ngajak gua ke kantin, biar baso lo gua yang bayarin, asal lo tau ya biasanya yang traktir itu yang ngajakin makan. Tapi gak apa apa kali ini gua yang bayarin, tapi jangan tiap hari ya abis tar duit jajan gua "
" Idih siapa yang ngajak lo ke sini ? Elo kali yang mau ikut, lagian gua gak pengen lo traktir emang gua gak punya duit apa ? " Kataku sedikit belagu.
" Lagian kenapa lo tadi gak jalan sama Lia aja, dia kan ngajak lo ke kantin " Tanyaku.
__ADS_1
" Males gua bosen liat cewek model dia, banyak tau di Jakarta model begitu " jawab Hardi sambil mengaduk es teh manis nya.
Sudah seminggu Hardi sekolah di sini, aku lihat Hardi baru saja keluar dari ruang guru. Pasti dia bikin salah tebakku.
" Eh abis ngapain lo dari ruang guru? Abis bersih bersih ya ? " Tanya ku sambil cekikikan.
" Bersih bersih pala lo peyang ! " Hardi melotot, aku masih senyum senyum.
" Gua di suruh pake baju yang bener, kurang bener apa coba ? Baju ya gua pake di badan, celana ya gua pake dari kaki ampe paha, ampe puser malah. Kalo gua pake rok baru dah gua pake baju kagak bener ha ha ha" Hardi tertawa lebar sambil melingkarkan tangannya di leherku.
" Duuuuuh tanganlu berat tau, leher gua pegel " Protesku.
" Ah udah berisik amat sih ? Crewet ! " Kata Hardi tanpa menurunkan tangannya, aku meringis.
💞💞💞
" Ayooo Hardi semangat ! " Aku support Hardi sambil teriak teriak loncat loncat.
Sejenak aku tersadar " Aku kok jadi gini ya? Aneh , kaya Ada yang berubah deh dari aku. Aku agak sedikit ganjen eh bukan tapi genit , ah bukan apa sih ? Ah bodo amat lah " Aku menggumam sendirian.
Hari ini ada permainan bola voly putra, mengisi jam pelajaran olah raga. Hardi begitu piawai dan pandai mengelabui lawan, ia melompat seolah akan melakukan smash ternyata tidak. Ketika lawan lengah baru ia smash hingga lawan tak sempat mem block.
" Din ambilin botol minuman gua dong !" Kata Hardi dengan cuek memerintah.
" Eh iya ini, gak apa apa gua ambilin deh gua tau lo capek he he, apa perlu gua elapin keringet lo ? " Kataku senyum senyum.
" Lo mau nih, iya sekalian ! " Jawab Hardi seraya menyodorkan sapu tangan handuk yang dia ambil dari sakunya, masih dengan gaya yang cuek.
Aku seka keringat Hardi buru buru.
" Iya iya ihhhh galak banget sih lo jadi cowok, tar cepet tua lo ! Bentakku gak mau kalah.
" Elo tuh nenek nenek, nenek lampir " Kata Hardi sambil berlalu dengan cuek.
" Woy tunggu anduk lo nih ! " Aku berlari kecil mengejar Hardi.
" Dina ! " Ada suara yang tak asing memanggilku dari belakang, iya suara Indra.
Aku menoleh " Iya ada apa Ndra ? " Tanyaku tanpa mau melihat wajahnya.
" Kamu akrab banget sih sama Hardi " Kata Indra.
" Teruuuussss masalah buat lo ? " Tanyaku masih cuek.
" Bahasa kamu Din, kamu dah berubah sekarang , kamu dah katularan anak Jakarta itu, anak amburadul ! "
" Udah deh kamu gak usah ngurusin aku, kamu urusan aja tuh si Lia "
" Kamu cemburu Din? " Tanya Indra dengan sorot tajam, sampai aku tak kuasa membalas tatapannya.
" Helllooooo, cemburu? Emang lo siapa gua sampai gua harus cemburu? "
" Dina, ganti bahasamu Din,aku gak suka gaya bahasamu seperti itu, itu bukan kamu. Jadilah dirimu sendiri, Dina apakah kamu menyukai aku ? " Tanya Indra serius.
__ADS_1
Aku diam lidahku kelu, aku tak berkata apa apa. Aku tinggalkan Indra yang mematung, mataku berkaca kaca. Sempat terlintas masa masa dulu waktu berteman dengan Indra, sebelum Lia hadir dan merusak semuanya.
💞💞💞
Hari ini hari minggu, semalam aku sibuk membatu mamah membuat kue. Dan pagi ini aku siap siap mengantar kue kue ke warung warung. Sebelum aku beranjak pergi tiba tiba suara motor berhenti di depan rumah aku. Hardi mau apa dia datang ke sini? Dari mana juga dia tau rumah aku di sini.
" Mau kemana lo buru buru amat ? " Hardi langsung bertanya sambil memperhatikan kotak persegi empat yang aku jinjing kiri kanan.
" Gua mau anter kue ke warung warung, eh lo tau dari mana kalo gua tinggal di sini? " Aku balik bertanya.
" Ya elah, nyari lo mah gak susah cukup gua mendus mendus gua tau jejak lo " Kata Hardi di akhiri tawa.
" Mendus mendus emang lo anjing pelacak ha ha ha "
Kami tertawa berbarengan, mendengar suara gaduh mamah keluar dari pintu.
" Loh ada tamu siapa Dina? " Tanya mamah.
Hardi langsung turun dari motor menghampiri mamah dan mencium tangannya.
" Assalamualaikum bu "
" Wa alaikum sallam " jawab mamah .
" Sopan juga anak ini " Gumam ku.
" Pasti teman Dina ya ? ganteng amat, ayo nak sini masuk tapi maaf rumah Dina ya seperti ini " Kata mamah merendah.
" Iya bu nanti saja ya, saya biar anter Dina dulu biar dia gak berat bawanya "
" O ya sudah kalo begitu terima kasih ya nak " Kata mamah senang.
" Iya bu sama sama " sahut Hardi.
" Lo mau anter gua? Beneran ? "
" Udah cepet naik, cerewet banget sih lo !"
Aku cepat naik motor Hardi sambil menenteng kotak kue kiri kanan.
" Abis gua anter lo, entar lo harus gantian anter gua ya ? " Kata Hardi di tengah perjalanan.
" Emang lo mau kemana ? Lagian kenapa meski pake bales jasa sih? Anter gua kan sebentar. Lo kan bisa sendiri, kan dah gede anak cowok lagi "
" Gua pengen lo anter ke toko baju, baju gua kurang "
" Lo mau beli maksudnya? " Tanyaku agak blo'on.
" Ya iyalah masa gua mau jagain tokonya ! "
Tiba tiba motor Hardi berderit mendadak, Sontak saja tubuhku tiba tiba condong ke depan. Menghimpit punggung Hardi. Cepat aku perbaiki letak dudukku dengan beringsut ke belakang.
" Hardiiiii kalo nge rem jangan ngedadak dong ah !"
__ADS_1
" Din, coba lo lihat ke depan " Kata Hardi masih dengan nada santai.
Cepat cepat aku arahkan pandanganku ke depan, mataku terbelalak kaget.