AKHIR HIDUP GADIS KECIL YANG SELALU DI BULLY

AKHIR HIDUP GADIS KECIL YANG SELALU DI BULLY
AKHIR HIDUP GADIS KECIL YANG SELALU DI BULLY


__ADS_3

Part 23 (Dina Bertemu Dengan Hardi )


Aku tidak begitu memikirkan dan memperdulikan yang sudah terjadi bersama Benny, aku anggap itu hal wajar terjadi pada anak gadis seumuran aku.


Setiap manusia normal punya hasrat sexual, seperti apa yang terjadi pada aku dan Benny, hanya saja semua ada tempatnya.


Selain hal itu di larang dan melanggar norma dan agama, Benny juga bukan siapa siapa aku. Bukan pacar apalagi suami.


"Tok tok tok" Suara pintu di ketuk aku yakin itu adalah Dessy, sahabat aku satu satunya di kota Bekasi ini. Kenapa dia pake ketuk pintu segala biasanya juga langsung masuk.


"Happy birthday to you, selamat ulang tahun" Dessy datang dengan membawa beberapa kue donat dan setiap donat terdapat lilin yang menyala. Aku terkejut dan aku sampai lupa hari tadi adalah hari ulang tahun aku.


Aku memang tidak punya kebiasaan merayakan ulang tahun,sebagai orang kampung orang tuaku menganggap itu tidaklah penting. Yang penting aku tetap sehat dan selalu bahagia.


"Tiup lilin nya Din" Kata Dessy, aku hendak meniup lilin tapi Dessy dengan cepat melarangku "Eeh berdoa dulu" Sergah Dessy.


Sebentar aku terbengong lalu terus meniup lilin yang tertancap di atas kue donat itu. "Fuuuuuhhhh"


"yeeeee selamat ulang tahun sahabat ku yang manis dan baik" Kata Dessy. Aku tersenyum lalu membalas ciuman pipinya.

__ADS_1


"Malam ini kita keluar ya, kita rayain ulang tahun kamu" Kata Dessy sambil mendorongku ke dalam kamar.


"Gak usah lah Des gak penting" kataku menanggapi Dessy dengan biasa aja.


"Kamu kok tumben sih gak semangat gitu ada apa?" Tanya Dessy terheran, sambil meraih donat dan melepaskan lilin dari atas nya.


"Kemarin aku jalan sama Benny dan kami berciuman" Jawabku.


Dessy melotot tangannya masih memegang donat yang hendak di masukan ke mulut. "Terus apa yang terjadi apakah kamu baik baik saja? baju kamu gak pada robek kan? Kamu nggak di perkosa kan?" Dessy nyerocos sambil membolak balikkan tubuhku.


"Nggak Dessy aku baik baik aja, siapa yang di perkosa orang akunya juga mau kok. Aku bilang berciuman bukan di cium" Kataku sambil tertawa geli.


"Nggak Des aku cuma khilaf, syetan menjebak aku lewat ketampanan Benny, tapi itu hanya sesaat kok aku tahu mana yang terbaik untuk aku. Sekarang ini aku gak mikirin asmara dulu, aku harus focus pada kuliah aku" Kataku menenangkan dan meyakinkan Dessy.


"Tapi nggak juga Din umur kamu sekarang sudah dua puluh satu tahun, kamu punya hak buat pacaran kok" Dessy memberi semangat.


"Nggak ah aku gak percaya pada diriku sendiri,aku takut kalo punya pacar nanti malah kecanduan buat ciuman. Nggak bisa bohong kalo bercumbu itu memang sangat nikmat, aku takut berlebihan terus hamil deh" kataku yang di sambut dengan gelak tawa aku dan Dessy.


💕💕💕💕

__ADS_1


Tak terasa sudah empat tahun aku kuliah di UI, sebentar lagi aku wisuda dengan gelar S1. Perjalanan ku sebagai mahasiswi tidak jauh dari focus belajar dan hari hariku yang di warnai persahabatan yang sehat dengan Dessy. Dessy kembali ke kampung halamannya dia memutuskan untuk istirahat dan tinggal dulu bersama keluarga.


Tidak dengan aku, ambisiku untuk langsung bekerja mencari uang dan membantu orang tua agar lepas dari kemiskinan sangat besar. Aku ingin nanti aku sudah punya pekerjaan dan uang yang banyak, membawa oleh oleh untuk orang tua dan adik adik. Meski aku tak dapat menampik rasa rindu ini begitu berat bergelayutan di hatiku. Aku yakin begitu juga dengan keluarga aku.


Sekali lagi keinginan untuk menjadi orang sukses sebelum pulang kampung lebih kuat meski tetap tak mampu merobohkan bongkahan bongkahan karang rindu di dada.


Dengan ijasah yang aku bawa tidak sulit bagiku untuk mendapatkan pekerjaan, dengan mudah lamaranku di terima di sebuah perusahaan yang cukup besar.


Dengan rasa percaya diri aku memenuhi panggilan Direktur utama di perusahaan, Celana panjang dengan setelan jas warna cream, make up yang tipis dan rambut ikal panjang aku biarkan tergerai.


"Tok tok tok" Aku ketuk pintu ruangan dengan hati hati.


"Masuk" Ada suara dari dalam mempersilahkan aku untuk masuk.


Dengan pelan pelan aku buka daun pintu hendak masuk ke dalam, tiba tiba aku tercengang. Mata aku dengan lelaki tanpan yang maskulin itu beradu, beberapa saat lamanya aku masih terpaku dengan perasaan yang hampir tidak percaya.


"Hardi Bambang Wikasono...." Iya ternyata itu dia,dia yang selama ini ada di hatiku yang membuat aku tak bisa begitu mudah jatuh cinta pada laki laki lain,sedang aku pun tak sadar siapa laki laki yang mampu meluluh kan hatiku, mengikat kuat perasaan cinta yang tak bisa berpindah.


__ADS_1


Hardi Bambang Wikasono


__ADS_2