AKHIR HIDUP GADIS KECIL YANG SELALU DI BULLY

AKHIR HIDUP GADIS KECIL YANG SELALU DI BULLY
AKHIR HIDUP GADIS KECIL YANG SELALU DI BULLY


__ADS_3

Part 18 ( Dina Memulai Hidup Sebagai Mahasiswi)


Akhirnya aku lulus sekolah dengan prestasi yang memuaskan dan nem yang lumayan besar meski aku tak bisa mengalahkan Andi dan Yeni, hanya selisih tipis dengan mereka. Sedang Indra dan Lia memilih menikah selepas sekolah, entahlah apa alasannya akupun tak mencari tahu.


Aku kuliah di UI Depok berkat bantuan beasiswa campuran, prestasi dan tidak mampu adalah syarat untuk mendapatkan beasiswa campuran. Kosan aku di Jl Juragan Sunda 11. Depok Jawa Barat. Hanya butuh sepuluh menit untuk sampai di kampus.


Pekerjaan ayahkupun mulai membaik, dia di percaya sebagai mandor di salah satu proyek banguanan. Setidaknya cukup untuk biaya tambahan aku selama kuliah, sedang mamah masih tetap mengirim kue ke warung warung . Hanya saja tidak sebanyak sewaktu aku masih bisa bantu bantu mamah.


Hari hariku sebagai mahasiswi sama seperti anak kos pada umumnya,prestasi yang bagus adalah tujuan utamaku. Aku tetap gadis yang sederhana yang tidak pernah terpengaruh dengan lingkungan yang memang aku tidak mampu untuk menyeimbangkan diri dengan mereka, yang secara financial keluarga mereka adalah rata rata keluarga kaya.


" Hai namaku Johan dari Yogyakarta, kamu ? " Tanya pemuda yang tiba tiba duduk di sampingku.


" Aku Dina dari Bandung " sambut ku sebentar menoleh lalu meneruskan kembali aktifitas bacaku.


" Kamu ngambil jurusan apa? " Tanyanya lagi


"Stastiska" jawabku cepat .


"Anak IPA emang keren keren ya?" Johan berbasa basi.


"Semua yang kuliah di sini pastinya keren keren" Kataku sambil berlalu.


Johan masih Melongo sambil memandang aku yang berlalu, mungkin fikirnya sombong amat nih cewek udah tampang pas pasan juga. Aku emang agak sedikit cuek sejak pertama kali menginjakkan kaki di kampus ini.


Bahkan aku tak perduli meski aku tak punya teman sekalipun, dengan tampang yang pas pasan modal yang pas pasan adalah menjadi sosok yang dingin pilihan terbaik. Dengan begitu aku tidak akan banyak berinteraksi dengan banyak orang, siapa yang suka berkominikasi dengan orang dingin? Banyak berinteraksi hanya bisa menimbulkan banyak masalah dalam hidup. Salah bicara tersinggung berselisih pendapat bahkan persaingan dalam hidup.

__ADS_1


Aku kuliah jam tujuh pagi sampai jam sembilan, dan sorenya jam tiga sampai jam lima. Aku tidak banyak mengikuti kegiatan ekstrakulikuler, seperti yang aku bilang karna aku tidak mau banyak berinteraksi dengan orang. Buat aku nilai akademik yang bagus adalah tujuanku, meski tak bisa di pungkiri banyak ikut kegiatan ekstrakulikuler bisa memberikan nilai plus dari dosen .


Jam lima lewat lima belas menit aku sampai di tempat kos, ku hempaskan badanku kuat kuat di atas kasur. Lelah sekali rasanya.


Selang lima menit aku cepat mandi, ku basuh seluruh badanku. Selesai mandi ku buka bungkusan yang aku beli di jalan di tempat langganan, terasa nikmat sekali meski hanya nasi rames dengan lauk seadanya. Aku bersyukur bisa kuliah meski dengan bantuan beasiswa, banyak teman teman yang tidak meneruskan kuliah . Banyak yang langsung bekerja bahkan ada juga yang langsung menikah , seperti Indra dan Yuli contohnya .


Mengingat mereka aku geli sendiri, mengapa begitu cepat mereka memutuskan untuk menikah ? Yuli adalah anak orang berada, dan Indra adalah anak yang cukup pintar. Ada apa dengan mereka? Apakah karna api asmara telah membakar keduanya? Hingga mengharuskan menjalani bahtera rumah tangga pada usia dini ?


Ah peduli amat dengan mereka, saat ini aku hanya ingin menjadi manusia yang berguna bagi orang banyak. Dan anak yang bisa membahagiakan orang tua.


Hidup keluargaku yang selalu kekurangan yang membuat tekadku kuat untuk bisa jadi anak yang berguna.


Aku ingin membahagia kan mamah, dia begitu ingin aku sekolah tinggi, jadi anak yang pintar dan jika sudah dewasa akan lebih mudah mencari uang.Tidak seperti mamah yang kemampuannya hanya bisa merawat anak dan berjualan kue yang hanya sedikit labanya.


Tiba tiba ada suara orang mengetuk pintu kamarku "tok tok tok" Sebelum aku buka ku pastikan dulu siapa yang datang.


"Aku Dessy tetangga kamar, boleh aku masuk?"


Aku buka pintu kamarku, berdiri seorang gadis dengan rambut lurus tergerai memakai tengtop yang senada dengan celana pendek sebatas paha.


"Kenalin aku Dessy tetangga kamar kamu, itu kamarku yang sebelah kiri" katanya seraya menjulurkan tangan.


Aku sambut tangannya seraya menyebutkan nama " Dina,silahkan masuk" aku mempersilahkan dia ke dalam.


"Setiap hari aku melihat kamu berangkat kuliah,aku mau menyapa tapi kamu terlihat cuek he he, menolehpun kamu gak pernah, aku jadi sungkan"

__ADS_1


"Kamu kuliah di UI kan ?" Tanya Dessy


" Iya, kamu ?" Tanyaku pula.


" Aku kuliah di unipersitas swasta, otakku otak biasa aja gak kuat, ini pun kehendak orang tuaku. Mereka ingin aku kuliah, ya sudah he he" di akhir kalimat Dessy selalu nyengir, dia cantik tapi tampangnya terkesan lugu, kadang Lucu hingga memaksa aku untuk tersenyum geli.


Dessy adalah keponakan ibu kos, dia tidak usah repot repot bayar uang kos, bahkan makan saja kadang Dessy dapat ngambil dari dapur tantenya.


" Dina besok kan gak kuliah, kita jalan yu ? Kamu gak pernah kan jalan jalan semenjak tinggal di sini ?" Kata Dessy.


"Emmmm boleh deh" kataku sambil tersenyum.


" Ya udah aku balik ke kamar aku ya? Kamu cepat istirahat biar nanti besok pagi fresh he he" suara Dessy itu lucu cempreng percis suara Alvin Chipmunk.


"Iya iya" kataku masih sambil tersenyum.


Dessy pamit menuju kamarnya, aku berbaring di kasur. Aku bersyukur juga ada orang yang mau berteman denganku, aku masih trauma dengan masa kecilku, ketika banyak teman teman yang tidak mau berteman denganku. Jika iya bermain bersama mereka lebih suka menonton aku menangis, karna pangalaman masa kecil itulah jika berteman aku tidak pernah mau mendahului. Biarlah jika memang ada yang mau berteman aku terima dengan senang hati, dengan begitu temanku takan pernah menuntut banyak dariku.


"Tok tok tok" terdengar suara pintu kamarku ada yang mengetuk lagi.


" Siapa?" Tanyaku memastikan


"Aku he he" Dessy lagi,aku buka pintu kamar dia langsung menyodorkan sebungkus makanan dari tangannya.


" Ini buat ngemil sebelum tidur he he" Kata Dessy,baik juga dia, padahal tadi nyuruh aku cepat tidur .

__ADS_1


"Makasih ya Dessy" kataku


Dessy kembali ke kamarnya,kusimpan bungusan dari Dessy di atas meja kecil di samping ranjangku. Cepat ku baringan tubuh tak berharap Dessy datang untuk ke tiga kali malam ini.


__ADS_2