AKHIR HIDUP GADIS KECIL YANG SELALU DI BULLY

AKHIR HIDUP GADIS KECIL YANG SELALU DI BULLY
AKHIR HIDUP GADIS KECIL YANG SELALU DI BULLY


__ADS_3

Part 19 ( Dina Bertemu Dengan Benny)


Malam minggu sesuai dengan rencana Dessy mengajakku jalan, dia membawaku keliling di pusat perbelanjaan. Cuma keliling doang liat liat tanya harga tapi nggak beli, bikin om om pedagang endingnya pasang muka di tekuk.


Lelah keliling keliling gak jelas Dessy ngajak aku minum di Cafe Whats Up.


"Dess mahal gak duduk di sini ?" Tanyaku.


"Duduk gratis tapi kalo makan ya bayar he he" Jawab Dessy.


"Dessy yang blo'on apa aku yang **** ya ?" Gumam ku dalam hati sambil ikutan nyengir kaya Dessy.


"Nggak mahal kan Dessy?" Tanyaku khawatir.


"Nggak cuma satu juta satu porsi, udah jangan khawatir nanti aku yang bayarin. Cuma satu juta ini kecil itu mah" Kata Dessy kami tertawa bersamaan.


Dua gelas susu dingin dan roti bakar dengan selai kacang, sudah kami santap habis, Dessy memanggil pelayan cafe sambil menyodorkan uang lima puluh ribuan.


"Dess biar aku yang bayarin deh, segitu mah aku juga ada" kataku berbasa basi.


"Udah gak apa apa, kan aku yang ajak jadi aku yang nanggung" kata Dessy.


"Ya udah sering sering ajak ya Dessy,kan jadi enak" kataku sambil tertawa lebar.


Dessy monyongin bibirnya yang tipis sambil mencubit pinggangku "Enak aja !" Katanya .


Malam kian merambat,tapi hiruk pikuk suara kendaraan masih terdengar bising di telinga. Kami duduk di halte menunggu bis lewat, di samping aku duduk seorang pemuda. Memaki topi dengan logo Nike Jaket adidas sepatu reebook dan tas VL.


"Ini orang sebenarnya hatinya kemana sih? Semua brand di pake" Tak sengaja aku ngedumel sendiri.


"Kamu ngomong apa?" Tanyanya.


Aku gugup "ya ampun peka amat itu kuping ngomong pelan gini aja denger " kali ini aku bicara di dalam sanubari.

__ADS_1


"Eh nggak, aku ngomongin itu yang lewat barusan" kataku agak kikuk.


"Apa dari tadi gak ada yang lewat kok, sepi gini gak ada siapa siapa" katanya masih cuek.


"Eh kamu boleh peka telinga tapi jangan buta mata dong,banyak orang begini kamu bilang gak ada siapa siapa. Tuh lihat kang gorengan masih mangkal,noh tukang ngamen juga masih keliling. Bilang gak ada orang" Sewotku menutupi kesalahanku sendiri.


"Loh kok kamu yang marah marah? Gak jelas deh, dasar cewek gak jelas!" Kata pemuda itu sambil berlalu, bis yang dia tunggu sudah datang.


" Kamu tuh yang gak jelas, semua merk di pake. Dasar cowok labil gak punya pendirian !" Kataku sedikit berteriak.


"Eh kamu kok diem aja sih ngeliat aku di dzalimi?" Kataku sambil cemberut.


"Beuh siapa kali yang di dzalimi" Kata Dessy sambil terkekeh mengejek "Udah ayo itu bis nya dah sampe, ayo naik" Kata Dessy sambil menarik tanganku, Dessy mendahului aku naik bus,lalu aku.


Aku dan Dessy sampai juga di kosan, lelah sangat. Beruntung aku bertemu Dessy biar bagaimanapun memiliki teman itu punya hiburan tersendiri. Semoga pertemanan ini selalu harmonis tidak ada perselisihan yang mengakibatkan perpecahan, ternyata aku bisa ngimbangin Dessy aku tidak lagi nampak kaku dalam berteman. Tidak seperti jaman aku sekolah dulu.


Seperti biasa sebelum masuk kelas aku duduk duduk di taman perpustakaan kampus, tak sengaja mataku menubruk wajah seseorang yang sepertinya pernah aku lihat.


Ya pemuda yang malam itu duduk di samping aku di halte bus, aku tutupi wajahku dengan buku yang sedang aku baca,sesekali aku mengintip dari sisinya.


"Boleh duduk di sini?" Tanyanya ramah.


" Iya silahkan" kataku dengan masih menutupi wajah.


Sepertinya pemuda itu penasaran kenapa aku menutupi wajahku, dan sebel nya dia seperti berusaha meneliti semua apa yang ada padaku.


Dengan cepat aku berdiri masih sambil menutup wajah, karena wajahku yang masih aku tutupi jelas aku tak melihat apa yang ada di depanku.


"Bruuukkkk" aku menabrak seseorang entah siapa di depan. Bukunya berantakan aku meminta maaf dan langsung merapihkan buku buku yang berantakan itu.


"Maaf maaf saya tidak lihat" kataku menyesal.


"Ya gimana mau lihat orang mukanya di tutupin" kata perempuan itu dengan nada kesal.

__ADS_1


Aku cepat berlalu pergi setengah berlari. Tiba tiba pemuda itu berdiri dan meneriaki aku "Hey kamu, iya itu kamu !" Teriaknya.


"Siapa Ben? Kamu kenal dia ?" Tanya perempuan itu.


"Tidak hanya saja waktu malam minggu aku sempat bertemu dengannya, dan dia nyebelin banget"


"Ya udah kalau nyebelin jangan di panggil nanti dia balik lagi,kamu tambah sebel lagi" kata gadis itu ada rasa khawatir dalam hatinya,mungkin dia takut akan ada kejadian yang jalan ceritanya percis di novel novel dari sebel jadi suka terus cinta. Wajah gadis itu sedikit muram.


"Ben kita ke kantin yu laper nih" Kata gadis itu sedikit manja.


"Iya sayang ayo" sambut Benny mereka akhirnya pergi berjalan bergandengan.


Selesai juga kuliah hari ini,seperti biasa sebelum sampai kosan aku beli makan dulu. Selesai mandi makan aku terasa kangen sama Dessy, tumben dia gak ketuk pintu kamar aku. Belum selesai aku memikirkan apa yang ada dalam fikiranku suara yang aku rindukan itu akhirnya terdengar.


"Tok tok tok" Ah itu pasti Dessy secepat kilat aku membuka pintu.


"Kok lama sih datengnya?" Tanyaku.


"Tumben nungguin? Pasti ada maunya kan? He he hayoo ngaku?!"


"Ih kamu apaan sih? Ge'er deh, eh kamu inget gak pemuda yang waktu malam minggu di halte bus itu? Dia kuliah di kampus aku juga" kataku.


"Ah yang bener? Kata Dessy sambil tangannya masukin keripik singkong yang dia comot dari toples terbuka di atas mejaku.


"Iya bener, aku sempet grogy juga waktu liat dia di taman, secara waktu malam itu aku yang salah. Aku takut dia melihatku dan mengenaliku "


"Terus?" Tanya Dessy penasaran.


"Aku langsung menutup wajahku dengan buku,aku ingin segera pergi,tapi sialnya aku malah nabrak orang di depanku.Dan yang aku tabrak itu ceweknya kayanya"


"Yahhh dia bukan Jomblo dong" kata Dessy sambil cekikikan.


"Ih apa urusannya dia mau jomblo atau bukan" Kataku sambil ikutan nyomot keripik singkong.

__ADS_1


Lama Dessy di kamar aku, kita ngobrol ngalor ngidul sambil tertawa, ada saja cerita cerita lucu dari mulut Dessy yang bikin aku ngakak. Begitu juga dengan aku kita cerita bergantian, saling menghibur sampai malam larut, Dessy tiduran di samping aku, tak terasa kantuk itu menyerang kami. Dan akhirnya malam itu Dessy tidur di kamarku, sampai subuh menjelang pagi.


__ADS_2