AKHIR HIDUP GADIS KECIL YANG SELALU DI BULLY

AKHIR HIDUP GADIS KECIL YANG SELALU DI BULLY
AKHIR HIDUP GADIS KECIL YANG SELALU DI BULLY


__ADS_3

Part 9 ( DINA MOVE ON)


" Mah besok Dina bantu mamah jual kue di sekolah ya mah, kalo nggak Dina titip di ibu kantin " malam itu pintaku pada mamah.


" Emang kamu gak malu jualan kue Din? " Tanya mamah.


" Malu kenapa mah ? Enggak kok kan dari kecil Dina dah suka jualan" Kataku sambil tersenyum.


Mamah tersenyum tangannya masih kipas kipas adik yang lagi tidur pulas, keringat nya bercucuran. Kasihan mamah dari pagi sampai malam tak Ada istirahatnya. Tangan nya tiada lelah melakukan apapun yang mamah perlukan untuk anak anaknya.


" Bu, Dina titip kuenya ya semua ada empat puluh biji "


" Iya Din taruh saja di situ ya " Sambut ibu kantin ramah.


Lia datang menghampiriku sambil memainkan rambutnya dia bercerita tanpa aku pinta.


" Semalam aku pergi ke tempat yang indah bersama Indra, dan kamu tau Indra sangat menyukaiku " cerita Lia dengan mata yang menerawang entah kemana .


" Syukurlah aku ikut senang " kataku tersenyum kecut.


" Sekarang Indra mau menemaniku kemana saja yang aku mau ,aku harap kamu gak apa apa ya kalau Indra udah gak sama sama kamu lagi"

__ADS_1


" Iya gak apa apa kok, lagian Indra bukan bapak aku jadi kamu bisa bebas ngapain aja sama dia " Aku berusaha mengendalikan perasaan, aku tak mau Lia tau kalo aku pernah menyukai Indra. Iya pernah, pernah bukan berarti masih. Kekaguman aku hilang pada Indra ketika melihat Lia yang di bonceng nya begitu tak sungkan merapatkan tubuh nya pada Indra. Seketika aku bergidik mengingatnya.


" Dina pulang sekolah nanti kita ke rumah Arman yu? Buah mangga di depan rumah nya matang matang nanti kita pesta buah mangga di sana, pasti manis manis deh, semanis kamu " Kata Indra sambil senyum senyum.


" Preketek lah gombal kamu " Kataku sambil tersenyum sinis.


" Beneran, buahnya ranum seperti pipi kamu yang kalo kena sinar matahari, kalo di kupas manis merekah seperti bibir kamu "


" Ah udah ah, aku gak mau denger gombalan kamu lagi. Nanti sore aku mau ambil sisa kue kue di warung, aku mau bantu mamah lebih giat lagi " Aku ngeloyor pergi tanpa ku toleh Indra lagi.


" Ini hasil penjualan kuenya Dina, semua kue habis semua besok boleh bawa lebih banyak lagi ya " kata Ibu kantin dengan ramah.


" Waaah mamah pasti senang ini bu, terima kasih ya bu. Ini bagian ibu " setelah aku hitung uangnya aku cepat kasih bagian buat Ibu kantin.


Entah kenapa ketika aku menghitung lembaran demi lembaran uang hasil jual kue, aku begitu bersemangat. Terbayang aku punya sebuah restaurant dengan menyajikan makanan makanan enak, banyak pengunjung dan banyak uang tentunya.


Makin hari aku melihat Lia dan Indra makin lengket kaya permen karet yang di tempel di bangku sekolah , rapet banget sama rok.


Aku sudah tidak seakrab dulu lagi sama Indra sejak dia dekat sama Lia, itu tidak masalah buat aku apalagi sekarang aku lebih sibuk bantu bantu mamah buat kue di rumah, mengirim kue kue ke warung warung sebelum pergi sekolah . Dan mengambil nya setelah pulang sekolah.


💞💞💞

__ADS_1


Indra pulang sekolah tidak lagi mengendarai sepeda Mustang seperti dulu, sekarang sering berboncengan dengan Lia pakai sepeda motor Lia. Mereka tanpak serasi cantik dan tanpan, seperti Romeo dan Juliet saja .


Indra dan Lia punya kebiasaan khusus sekarang jika pulang sekolah mereka akan mampir ke tepi sungai letaknya tidak begitu jauh dari sekolah. Tempat nya Indah dan sejuk banyak pohon pohon besar di pinggirnya, syahdu sekali untuk di jadikan tempat bersantai atau menghilangkan kepenatan.


" Indra, apa yang kamu rasakan ketika bersama aku ? " Tanya Lia tangannya bergelayutan di pundak Indra.


" Aku senang bahagia entahlah aku sulit mengungkapkan nya "


" Apakah kamu mau selalu bersama aku? " Tanya Lia tangannya perlahan bergerliya di area dada Indra yang bidang .


Indra diam saja, dadanya sesak nafasnya sedikit tercekat seolah berhenti di kerongokongan. Tapi aliran darah nya seolah bagai pusaran air yang bergejolak.


Lia mendongak, posisinya kepalanya sekarang tepat di pangkuan Indra, perlahan kepala Lia menganggkat. Matanya terpejam, Indra tak bisa menguasai gejolak dalam jiwa.


" Hei kalian ngapain di situ hah ? " Suara itu mengaget kan mereka berdua, cepat cepat Lia bangun dia merapihkan rambut dan seragamnya. Begitu juga dengan Indra.


" Kesambet Jin sungai baru tahu kalian, berdua duaan di tempat sepi, kalau pulang sekolah tuh ya langsung ke rumah . Bukan malah pacaran ?! "


Suara mang Damar agak keras, mungkin jika banyak orang di sekeliling mereka akan mendengar suara keras itu.


Mang Damar suka mencari pasir di , jika air pasang dia tidak ke sungai, jika air surut dia mulai mendayung perahunya ke tengah sungai untuk mengeruk pasir.

__ADS_1


Lia dan Indra akhir nya pulang, mereka tanpak tak banyak bicara.


__ADS_2