AKHIR HIDUP GADIS KECIL YANG SELALU DI BULLY

AKHIR HIDUP GADIS KECIL YANG SELALU DI BULLY
AKHIR HIDUP GADIS KECIL YANG SELALU DI BULLY


__ADS_3

part 22 (Terjebak Cinta Benny)


Benny berusaha membuka kancing bajuku, sesaat aku biarkan, hati ku tidak mengijinkan namun hasratku memihak.


Aku tepis tangan Benny, aku bimbing tangannya untuk tetap melingkar di pinggang. Tapi jari jari itu tetap tak mau diam, masih merayap mencari apa yang dia mau.


Sampailah jemari Benny pada bagian dadaku yang sensitif, dia meraba gunung kembarku dengan lembut. Sesaat mataku terpejam. Bibirku sedikit terbuka hingga terlihat sederet gigiku yang putih dan rapih.


Aku dan Benny masih terjebak dalam nikmatnya nafsu birahi, jemari liar Benny terus menyusuri lekuk tubuhku.


Temaram lampu lampu taman menambah romantisnya malam ini, tiba tiba mataku terbuka aku teringat Dessy. Aku dorong tubuh Benny dan dia agak sedikit terkejut "Ya ampun jam berapa sekarang?" tanyaku gusar.


"Jam delapan" kata Benny.


"Kita harus pulang sekarang, aku takut Dessy khawatir jam segini aku belum pulang" Pintaku.


"Ya sudah ayo kita pulang" Ajak Benny sambil meraih jaketnya yang di letakan di bangku taman.


Aku merapihkan rambutku, ku raih tas yang tadi di samping jaket Benny.


Motor Benny melaju menerobos remangnya malam, menyalip mobil mobil dari jejeran macet yang tak berkesudahan.


Sepanjang jalan aku dan Benny saling diam, entah memulai dari mana jika ingin berbicara. Akupun bingung apa yang aku rasakan sekarang ? Dan mengapa kejadian tadi sampai aku alami, apakah ini cinta? Ah aku rasa bukan. Aku tidak pernah benar benar menyukai apa yang ada pada Benny.


Lalu mengapa aku dan Benny sampai berciuman? bukankah ciuman itu hanya di lakukan oleh orang yang sedang berpacaran? Aku dan Benny tidak berpacaran. Akupun tidak menaruh rasa apapun pada Benny, aku yakin ini hanya satu kehilafan.

__ADS_1


Sampai juga aku dan Benny di depan pagar kosanku, aku segera turun dari motor Benny. Sesaat ku hadapkan wajahku padanya tanpa menatap matanya "Terima kasih sudah di antarkan" Kataku sembari sedikit membungkukkan badan.


"Dina, apa yang kamu rasakan?" Tanya Benny.


"Eu aku, maaf aku sudah lelah bolehkan aku masuk sekarang?" Aku balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan Benny, Benny mengangguk lemas.


Tanpa fikir panjang aku cepat buka pagar dan masuk menuju pintu kamar kos aku, aku buka pintu dan cepat masuk. Aku letakkan tas di atas meja kecil di samping ranjang.


Cepat aku masuk kamar mandi,aku tanggal kan semua pakaian yang melekat di tubuhku. Sudah tak tahan ingin rasanya cepat cepat aku basuh semua badanku, ku siram seluruh tubuhku dengan air. Aku luluri dengan busa sabun, aku ingin membersihkan semua kotoran yang menempel di tubuhku. Entahlah mengapa aku merasa jijik dengan tubuhku sendiri.


Tak terasa aku menangis, aku merasa sangat bersalah. Aku ingat sama mamah ingat sama Bapak dan adik adik, ya Allah ampuni hamba Mu. Aku telah berbuat dosa.


Selesai mandi aku berwudhu, ku basuh tangan mulut hidung muka dengan khusyu. Aku berharap semua dosa yang aku lakukan tadi akan pergi mengalir bersama air wudhu, Tuhan aku sangat menyesal.


Aku gelar sajadah, aku pakai mukenaku aku laksanakan sholat tobat dua rokaat. Setelah itu aku jama sholat ashar magrib dan isya, selesai salam aku angkat kedua tanganku aku memohon ampun pada Allah sang penguasa kehidupan.


Air mataku berlinangan, ada rasa rindu menyusup kedalam sanubariku. Rindu pada keluarga dan kampung halamanku.


Tapi aku tau aku harus kuat, ini hanya sebagian kecil cobaan dalam hidup. Aku masih ingat pesan mamah, seberat berat godaan adalah godaan syahwat.


Setiap manusia di karuniai hasrat dalam syahwat, hanya saja manusia harus bisa mengendalikan semua itu. Jangan sampai di kuasai oleh keinginan syetan yang selalu ingin menjerumuskan.


Aku berusaha memejamkan mata, aku ingin amnesia dengan apa yang telah terjadi malam ini. Aku yakin Tuhan akan mengampuni kekhilafanku, asal aku tidak mengulanginya lagi.


Dina.

__ADS_1



💕💕💕💕


Tepat pukul tujuh aku baru saja masuk kelas,hampir saja aku kesiangan. Aku tetap bersyukur aku tahu Allah masih menyayangiku.


Jam kuliah selesai, aku bergegas untuk sesegera mungkin pulang. Bahakan mataku tak ingin melihat arah kiri dan kananku, aku ingin berjalan lurus kedepan ke arah mana yang menjadi tujuanku.


Seperti awal aku niat kuliah di kampus ini, aku tidak ingin terpengaruh dengan apapun yang dapat merusak keinginanku untuk meraih cita cita.


"Dina!" Terdengar seseorang meneriakiku dari belakang,aku hapal suara itu. Aku tidak menoleh aku tetap berjalan dengan cepat.


Aku merasakan ada seseorang meraih tanganku dari belakang, "Dina kenapa kamu menghindar? Aku ingin bicara".


"Udahlah Ben tak ada yang perlu kita bicarakan, maafkan aku"


"Oke mungkin sekarang kamu tidak ingin bicara, aku yang seharusnya minta maaf. Tapi tolong beri aku wkatu untuk berbicara, kapanpun jika kamu sudi"


"Sayang!" Tiba tiba ada suara dari arah samping,seorang perempuan sedikit berlari ke arah aku dan Benny.


Aku berusaha melepaskan tangan genggaman tangan Benny dari pergelangan tanganku.


"Plaakk" Tiba tiba tangan gadis itu mendarat tepat di pipiku.


Benny.

__ADS_1



__ADS_2