AKHIR HIDUP GADIS KECIL YANG SELALU DI BULLY

AKHIR HIDUP GADIS KECIL YANG SELALU DI BULLY
AKHIR HIDUP GADIS KECIL YANG SELALU DI BULLY


__ADS_3

Part 20 (Di kejar Cinta Benny)


Terasa ada yang menekan bahuku dengan jari tiga kali dari belakang, aku menoleh.


"Kamu?" Kataku tak bisa menyembunyikan rasa kaget.


"Ya tentu, bagus kamu masih ingat. Aku fikir kamu benar benar lupa" Katanya.


"Namaku Ben,dan kamu? Kata Ben sambil menjulurkan tangannya.


Karna aku sadar aku yang salah waktu itu,akhirnya aku ber ramah tamah dengannya "Aku Dina" kataku singkat.


"Kamu kos di mana?" Tanya Ben.


"Aku rasa itu tidak penting buat kamu" aku sedikit keberatan.


"Hai Ben kamu di sini? Ngapain sih aku cari cari dari tadi" tiba tiba gadis berambut sebahu datang.


"Hai kamu yang tempo hari nabrak aku kan?" Tanyanya padaku dengan nada suara agak tinggi.


"Emh oh iya aku minta maaf,aku benar benar gak sengaja, permisi !" Kataku sambil berlalu pergi.


"Hei tunggu !" Benny berusaha menahan aku dengan suaranya.


"Udah Ben, ngapain sih kamu dari tadi sama dia?Kamu dah gak peduli aku ya?" Rajuk gadis itu.


"Nggak sayang bukan begitu,tadi hanya kebetulan saja. Ayo kita ke kelas" Mereka pun pergi dari tempat itu.


"Dina !" Ada suara seseorang memanggil aku dari bekalang.


"Ah dia lagi,ku harap aku gak akan ada masalah lagi Tuhan" Hatiku berdoa.


Dan terpaksa aku masih harus terus ber ramah ramah padanya. Kalo nggak sudah gak akan aku perdulikan dia, bukan apa apa biar bagaimanapun Ben sudah punya pacar. Perasaan wanita itu sensitif dia pasti akan berfikiran negatif kalo liat pacarnya berduaan dengan gadis lain.


Benny menghampiriku dengan sepeda motornya "aku antar pulang ya?" Benny menawarkan.


"Ah eu nggak usah aku bisa naik angkot kok nggak apa apa" kataku agak gugup, aku bingung antara menerima tawarannya apa tidak.


"Hei kamu inget gak kalo kamu dah pernah bikin aku kesel waktu kita di halte bus itu" nada Benny mengancam.


"Terus?" Tanyaku dengan rasa khawatir.

__ADS_1


"Itu artinya kamu masih punya utang sama aku, tahu?"


"Terus?" Tanyaku lagi menambah kebingungan.


"Gini,kalo kamu mau aku anter pulang, utang kamu lunas. Gimana?" Kata Benny menyudutkan aku.


"Oke, tapi kamu harus janji kalo udah anter aku kita udah gak ada urusan apa apa lagi oke?" Kataku agak kesel, Benny hanya tersenyum penuh kemenangan.


Kurang dari sepuluh menit akhirnya aku dan Benny sampai di tempat kosan aku, aku serahkan helm dan pamit masuk.


"Kok gak di ajak mampir sih,apa gitu minum kopi dulu sebagai tanda terima kasih udah di anterin"


"Uhhh basi tau! Udah sono cepetan pulang!" Kataku judes,dengan cepat aku buka pintu pagar dan masuk.


Aku kaget mataku melotot,ternyata Dessy sejak tadi berdiri di gang kamar,ini dah pasti jadi bahan buat ledekan dia.


"Tuan putri kok pulang gak bawa bungkusan? Pasti udah di traktir sama pangeran kan?" Tanya Dessy.


Aku tepok jidat "Oh iya aku sampe lupa beli makan, hadeeeh hadeeeh gara gara cowok nyebelin itu aku jadi lupa beli makan".


"Deuuuuh sampe segitunya non? Berasa kenyang ya he he" Dessy masih godain aku.


"Ini kebetulan aku bawa makanan, kamu makan deh aku nanti cari di dapur tanteku" Dessy menawarkan makanan sambil menyodorkan nya padaku.


"Beneran buat aku?" Dengan cepat aku ambil bungkusan itu dari tangan Dessy .


"Duuuh kamu emang teman yang sangat baik,he he" kataku.


"Udah gak usah over itu juga gak gratis tau?" Kata Dessy


"Apa? Trus ini di tukar dengan apa?" Tanyaku.


"Kamu harus bayar dengan ceritamu nanti malam,kenapa kamu bisa pulang di anter cowok itu,he he" Jelas Dessy sambil cepat keluar dari kamar, meninggalkan aku yang masih bengong.


"Uuuh sama aja kaya Benny" gumamku kesal.


Aku cepat membersihkan badan,setelah selesai sholat ashar aku makan nasi bungkus yang dari Dessy, lalu baca baca novel sambil baringan.


Seperti biasa Dessy berkunjung ke kamarku hanya untuk mendengar ocehanku, atau mendengarkan ocehan dia. Aku dan Dessy sudah terasa sangat dekat sebagai seorang sahabat, suka Dessy adalah sukaku duka Dessy adalah dukaku. Begitu pula sebaliknya.


Aku hampir tak percaya akhirnya aku bisa mendapatkan seorang teman yang benar benar membuat aku nyaman,yang mau menerima kekurangan dan kelebihan Aku. Terima kasih Tuhan Engkau telah memberi apa yang aku mau.

__ADS_1


Sekarang Dessy masuk tanpa mengetuk pintu kamarku lagi,dan aku tidak keberatan. Buat aku Dessy adalah aku. Dan aku adalah Dessy.


Selalu ada saja yang di bawa Dessy ke kamarku, dan sepertinya wajib jika obrolan ngalor ngidul kami harus di temani makanan.


"Dari mana lagi itu? Tanyaku"


"Dari dapur tante,kebetulan dia abis bikin pisang goreng he he,mubazir kalo gak di ambil"


Aku dan Dessy ketawa cekikikan.


"Oh gitu ceritanya? Wah gawat Din jangan sampai kamu deket deket sama Benny,katnya do'i dah punya pacar. Nanti kamu bisa di labrak dia, biar gimana pun aku gak mau kamu kenapa kenapa. Kamu belum tahu gimana rasanya di musuhin teman di kampus" Dessy menasehati ada rasa khawatir dari matanya .


"Iya Dess aku tahu, sejak kecil aku udah kenyang gimana rasa nya di bully karna kesalahan yang aku sendiri tidak tahu" Kenang aku.


Dessy memeluk aku, ada kedamaian dalam pelukannya. Belum pernah aku di cintai teman seperti ini,rasanya ingin aku melakukan yang terbaik untuk sahabatku apapun itu, saking sayang nya aku sama Dessy. Dan berharganya persahabatan ini.


"Dessy kamu mau kan berjanji padaku, jika kelak kita sudah dewasa,lalu kita punya pasangan hidup kita akan tetap selalu berkominikasi. Saling memberi kabar" Tak terasa air mataku mengalir, ini bukan cengeng tapi ini air mata haru dan bahagia. Air mata persahabatan.


💞💞💞


Aku sudah bersiap siap untuk pergi ke kampus, baru saja aku mengunci pintu kamarku dan hendak pergi ke arah pintu pagar " pim pim" suara Klakson.


Entah berapa lama pemuda itu duduk di atas kendaraan roda dua itu, makin sebel aja aku sama Benny,apa maunya sebenarnya. Muka ganteng nya tidak serta merta membuat aku jadi terpesona lalu suka apalagi jatuh cinta.


Cepat cepat aku buka pintu pagar dan keluar tanpa menyapa Benny.


"Hai cewek sebegitu buruk kah wajah ini hingga tak sedikitpun kamu mau menoleh padaku ?" Gombalan Benny semakin membuat aku merasa sebal .


"Udah lah Benn aku gak mau punya masalah lagi, kamu udah ingkar janji,dan aku gak suka tahu?" Kataku tegas.


Cepat aku meninggalkan Benny hampir berlari kecil,kebetulan angkot langganan aku sudah ada di depan. Cepat aku naik dan tak perdulikan Benny yang masih duduk di atas motor di depan pintu pagar kosan aku.


"Lagi marahan ya neng sama pacarnya ?" Goda bapak bapak di samping aku.


Karna aku gak mau bicara banyak aku iya kan saja pertanyaan bapak bapak yang juga menyebalkan buat aku.


"Masih muda memang begitu neng, dulu bapak juga pernah begitu sama pacar bapak,jadi laki laki emang harus sabar"


Bapak bapak itu masih cerita panjang lebar seolah membuka kembali memory masa mudanya,aku tetap diam tak memperhatikan malah,cerita bapak bapak itu membuat kuping tambah bising.


Aku sudah sampai di kampus sepertinya bapak bapak itu masih ingin bercerita "Saya duluan ya pak,Mari" Kataku berusaha ramah.

__ADS_1


__ADS_2