AKHIR HIDUP GADIS KECIL YANG SELALU DI BULLY

AKHIR HIDUP GADIS KECIL YANG SELALU DI BULLY
AKHIR HIDUP GADIS KECIL YANG SELALU DI


__ADS_3

Part 11 ( PENCULIKAN DINA DAN HARDI)


Mata aku terbelalak hampir saja kotak kue yang ada di tanganku terjatuh. Di depan aku lihat mobil besar seperti mobil jeep tinggi dengan ban mobil besar, di samping kanan dan kiri berdiri dua orang laki laki kekar dengan muka beringas.


" Hardi itu mobil penculik " bisikku gemetaran.


Hardi turun dari motor aku mengekor, dua kotak kue masih erat di tanganku.


" Den Hardi sebaiknya Aden pulang ke Jakarta papah Aden menunggu di rumah " salah seorang dari mereka mulai berbicara.


" Bilang sama papah gua gak akan pulang, dan gua gak berharap papah akan berubah. Karna papah gak mungkin berubah. Udah mending kalian pulang jangan ganggu kehidupan gua di sini "


" Den kalau aden gak nurut terpaksa kami paksa dengan cara kekerasan " Ancam laki laki yang berdiri paling belakang .


" Gua udah bilang gua gak mau pulang ! " Teriak Hardi.


Dua orang di antara mereka maju mendekati Hardi memegang kedua tangan Hardi, Hardi berusaha menghindari dari cengkraman mereka tapi tenaga mereka jelas lebih kuat dari Hardi.

__ADS_1


Salah seorang yang memegang Hardi berteriak " Ben lo urus anak perempuan ini, kita bawa juga dia sepertinya dia bisa berpengaruh buat den Hardi ! "


" Siap !" Jawab laki laki itu dengan cepat dan sigap.


Aku meronta, dua kotak kueku terjatuh. Cekalan mereka sangat kuat aku tak mampu lagi berontak, rasanya persendian tanganku sudah lepas dari posisinya.


Mereka memasukan aku dan Hardi ke dalam mobil, aku menangis. Mengingat mamah bapak dan kedua adikku di rumah, mereka pasti khawatir jika aku tidak pulang.


Ku tatap dengan pedih onggokan kotak kue yang terinjak para lelaki itu, sakit rasanya betapa susah payah aku dan mamah membuatnya.


Hardi menatapku iba, kulihat ada rasa bersalah dari bola matanya. Kelopak mata itu membendung air, aku yakin dengan sekuat tenaga dia akan berusaha agar pertahanannya tidak roboh.


" Maafin gua ya Din, lo jadi kena imbasnya " kali ini kalimatnya begitu lirih.


Aku tetap diam, berbagai pertanyaan bergelayut di fikiranku. Ada apa ini ? Siapa sebenarnya Hardi? Lalu kenapa aku harus ada di dalam nya. Kejadian ini benar benar membuatku di cekam rasa takut, aku sangat takut tidak kembali kerumah. Tidak lagi bertemu dengan mamah bapak dan adik adikku, seketika aku rindu mamah. Ingin aku menangis sambil memeluknya erat, Dina gak mau jauh dari mamah.


Mobil terus melaju menuju arah kota, kampungku sudah jauh tertinggal. Sepanjang perjalanan Mau terus memikirkan mamah, dan sepanjang perjalanan itu pula air mataku tiada berhenti mengalir. Aku tetap diam bahkan dengan Hardi aku tidak berkata sepatahpun.

__ADS_1


Hardi yang aku kenal 2 bulan, dia begitu sangat tidak perduli dengan apapun dan siapapun. Cara bicaranya yang terkesan galak, bahkan seolah tak takut dengan siapapun. Saat ini aku lihat dia sangat berbeda.


Ada rasa sesal, sedih bahkan seperti amarah yang di pendam. Dia seperti ingin berteriak hingga mampu menembus langit ke tujuh, namun kerongkongan nya seperti di sumbat jarum jarum tajam. Semakin buka suara semakin sakit.


Hampir enam jam perjalanan, lelah rasanya. Perutku yang mulai keroncongan tak aku hiraukan, bahkan rasa haus yang dari tadi ku rasakanpun tidak aku pedulikan.


Deritaku yang terdalam adalah jauh dari mamah, sungguh sepanjang enam jam perjalanan bayangan mamah tak lepas dari mataku.


Akhirnya sampailah mobil ini di depan rumah yang sangat besar dan mewah, halamannya luas. Rumah mewah yang baru pertama kali aku lihat seumur hidup.


Dari arah depan terlihat seorang lelaki umur 60 tahunan lari tergopoh gopoh, dengan terburu buru dia membuka kunci gembok pintu gerbang, susah payah mendorong pintu itu ke samping.


Hardi dan ke empat lelaki kekar itu turun, karna lemas aku turun dengan pelan. Ketika aku berdiri seorang lelaki mendorong tubuhku dengan paksa.


" Jangan sentuh gadis itu, awas aja kalo kalian berani menyakitinya ! " Teriak Hardi


Aku berjalan pelan bahkan sangat pelan, lalu semua terasa gelap. Aku ambruk.

__ADS_1


__ADS_2