
Part 7 ( DINA MULAI MENYUKAI INDRA)
Sejak duduk di kelas tiga entah kenapa aku mulai berani menghadapi publik. Indra selalu memberi dukungan padaku, bahkan di saat dia tidak adapun aku masih mampu menghadapi persolan persoalan kecil yang sering di buat oleh Lia dan geng nya.
" Dina pada tanggal berapa Pangeran Diponegoro di lahirkan ? " Mata bu Siska melihat ke arahku.
" 11 November 1785, bu " jawabku setelah beberapa detik berfikir.
" Tanggal berapa beliau wafat Lia? " Mata bu Siska bergantian melihat ke arah Lia.
" Eu saya bu ? " Lia balik bertanya
" Iya kamu Lia " jelas Bu Siska
" Wafat siapa bu? " Lia bertanya lagi
" Wafatnya bang Kodir !" Kata bu Siska agak keras
" Geerrrrrr" sontak seluruh kelas tertawa sambil melihat ke arah Lia.
Terlihat Lia masih kebingungan.
" Kamu tuh ya Lia makanya belajar di rumah, banyak banyak baca ulang pelajaran dari sekolah, jangan baca novel Fredi terus nanti bisa bisa lulus SMP kamu pengen nikah ! "
" Geerrrrrr " kelas gaduh kembali dengan tawa anak anak .
" sudah sudah ! " Ayo kalian semua isi semua Esay yang sudah ibu tulis .
" Lia boleh dong pinjam Fredi nya " canda Indra kepada Lia, sambil memasukan tangannya ke dalam sakunya.
" huuh " Lia memonyongkan bibirnya.
" Pantes aja dandanan kamu kaya umur 20 tahun aja, keburu nenek nenek nanti tahu, hahahahaha " kata Indra sambil berlalu
" Huh dasar anak cowok norak, sama norak nya kaya si Dina, deket deket si cewek norak itu sih jadi kebawa deh " Gerutu Lia yang di lampiaskan pada Puji.
Ujian akhirpun selesai nem ku lumayan besar setelah Yeni teman sebangku aku. Sedang Indra Di bawah nem Andi.
Antara Yeni aku dan Andi ranking kami memang selalu berkejaran.
💞💞💞
Seragamku sekarang sudah putih abu abu, sekolah Menengah Pertama atau Sekolah Menengah Atas buat aku sama saja. Karna letak gedung sekolah SMP dan SMA tidak begitu berjauhan.
__ADS_1
Rata rata teman sekolah di SMP aku meneruskan sekolah di SMA ini.
" Dina ke kantin yu? " ajak Indra, Indra dia masih mau berteman dengan aku, jujur aku senang berteman dengannya, aku sudah nyaman.
" Tidak usah Ndra kamu saja ya, aku bawa bekel kok dari rumah " kataku
" Ampun Din kamu tuh dah gede masa masih mau bekel sih, ayo deh nanti aku yang traktir kamu ya ? " Mata Indra mengerjap ngerjap.
" Tapi Ndra nanti bekel aku gimana ?
" Mana sini bekel nya kalo gitu aku ikut makan ya ? Besok gak usah bawa bekel , kita makan di kantin .
Aku tersenyum senang, bukan senang besok Indra traktir aku, tapi karna dia mau ikut makan bekel aku.
" Dina besok kerja kelompok di rumah siapa ? " Tanya Indra.
" Aku gak tau, yang jelas jangan di rumah aku ya, rumah aku sempit dan jelek" kataku .
" Ah kamu bisa aja, yang jelas jangan di rumah kamu karna adik kamu banyak , makanya bilang dong sama mamah kamu jangan bikin anak terus hahahaa "
" Kamu ! " Aku dorong tubuh Indra hampir sempoyongan.
Setiap kelompok ada enam orang, kelompok aku Indra , Susi, mely, Dani dan....Lia.
Kerja kelompok sepakat di kerjakan di rumah Mely.
Aku sudah datang lebih dulu ke rumah Mely, Kami tinggal menunggu Indra dan Lia.
Selang beberapa menit Indra datang bersama Lia, mereka datang sambil terus cekikikan, seperti ada hal Lucu yang barusan mereka lihat.
Melihat ke akraban Indra dan Lia entah kenapa aku sedikit tidak suka. Ah sudahlah pergi pergi pergi wahai fikiran yang tidak jelas, sekarang saatnya konsen belajar.
" Teman teman kita di tugaskan ber experiment, kita harus menanam 2 pohon, yang satu di beri pupuk kandang dan yang satu tidak di beri pupuk kandang "
Aku terus memperhatikan Indra yang dari tadi masih menjelaskan, aku lirik Lia kenapa matanya tidak berkedip melihat ke arah Indra?
Setelah selesai menanam kita sempat bercanda canda di teras rumah Mely, Ibunya Mely datang membawa sepiring kue basah di bunkus daun.
Kita berebutan mengambil kue dari piring.
Aku lihat Indra lahap memakan kue, mungkin dia lapar .
Ketika Lia hendak mengambil minuman Indrapun hendak mengambil juga, badan mereka sama sama membungkuk, hampir saja kepala mereka bertubrukan.
__ADS_1
Lia memukul pelan Indra " Aku dulu lah yang minum, kamu cowok juga harus ngalah dong " Pinta Lia sedikit manja.
Indra menarik badannya dan duduk di kursi, aku masih memandangi hidung mancung nya Indra. Tak bisa di sangkal Indra termasuk anak laki laki yang tanpan. Tubuh nya tinggi badannya tegap dan senyum nya sangat manis , meski kulitnya terlihat agak gelap.
Akhir akhir ini Indra lebih sering bersama Lia, jujur aku sangat tidak suka. Tapi aku bersyukur ternyata Lia berubah dia tidak seperti dulu lagi, yang sangat suka membuat masalah hingga aku menderita.
" Dina ke kantin yu ? " ajak Indra setelah bel istirahat berbunyi.
" Ah nggak Ndra kamu saja , kebetulan ini hari senin aku lagi puasa he he " kata ku sambil nyengir.
Tiba tiba Lia datang dari arah belakang dan langsung menarik tangan Indra. " Dra ke kantin yu? Laper nih "
Indra gelagapan tak sempat berkata kata Indra pergi bersama Lia. Lia tak pernah menyapaku meski iya dia tak lagi membuat masalah dengan ku, ah sudah aku tak butuh di hargai , bagiku dengan perubahannya yang sekarang adalah lebih baik.
Aku duduk di bawah pohon besar, tapi tidak sebesar pohon yang di samping sekolah SMP dulu. Angin sepoy terasa sejuk, memainkan rambutku yang seperti ekor kuda.
Aku teringat beberapa Tahun yang lalu saat itu, di bawah pohon besar di samping sekolah SMP. Saat Indra menawarkan jasa akan membatuku keluar dari masalah.
" Hey bengong ! " Indra membuyarkan memory ingatanku.
" Lagi mikirin apa sih ? Pacar ya ? " Indra menggodaku.
" Pacar apaan masih kecil juga weee " kataku sambil menjulurkan lidah.
" Din..." kata Indra lembut
" Iya..." kataku agak kikuk .
" Kamu itu cantik tau , kulit kamu putih bahkan kalo mau di banding teman teman kamu paling putih, cuma sayang idung kamu pesek haha haha "
Aku tersipu dan akhirnya ikut tertawa bersama Indra.
Di kelas seperti biasa sama seperti di SMP sebelum guru datang para siswa lebih mengisi waktu dengan bercanda dan ngobrol ngalur ngidul sampai terdengar sangat gaduh.
" Ndra aku belum isi PR, bantu aku isi dong . Semalam aku ketiduran " Rengek Lia sambil duduk di samping Indra.
Entah kenapa aku merasa jijik melihat Lia bersikap seperti itu, duduk di samping Indra dengan rok yang makin pendek jika sedang duduk.
" Kamu sih baca novel Predi terus, PR gak di kerjain " sungut Indra.
" Ih rame tau romantis banget , nanti aku ceritain deh gimana kisah kasih nya " Kata Lia senyum senyum .
Hatiku semakin tidak karuan melihat Lia dan Indra semakin dekat.
__ADS_1