AKHIR HIDUP GADIS KECIL YANG SELALU DI BULLY

AKHIR HIDUP GADIS KECIL YANG SELALU DI BULLY
AKHIR HIDUP GADIS KECIL YANG SELALU DI BULLY


__ADS_3

Part 4 ( DI FITNAH LIA)


"Dina apa benar kamu ambil uang Lia? " Tanya Ibu kepala sekolah padaku dengan lembut, matanya tajam namun setiap kalimat yang di lontarkan mampu menenangkan.


" Nggak bu, beneran saya nggak ngambil uang Lia " Jawabku masih dengan perasaan cemas, entah bukti apa yang bisa aku berikan, jelas jelas seluruh murid satu kelas tahu jika uang Lia ada di dalam tas aku.


" Bohong bu ! Dina beneran ambil uang saya, semua teman teman melihat dan tau uang saya ada di tas Dina !" Serbu Lia dengan nada yang agak keras, dia benar benar ingin meyakinkan bu kepsek bahwa aku benar benar pencuri.


" Diam kamu Lia ! Ibu belum selesai bertanya pada Dina, dan ibu belum bertanya sama kamu !" Suara Bu Irna lebih keras dari suara Lia tadi, aku sempat kaget mendengar nya.


"Dina....Ibu kasih waktu dua hari untuk kamu bisa membuktikan bahwa kamu tidak mengambil uang Lia, jika kamu tidak ada bukti pembelaan, dan ternyata kamu terbukti benar benar mencuri uang Lia,terpaksa kamu harus keluar dari sekolah ini " jelas Bu Irna kali ini agak tegas.


Aku diam tak bisa berkata apa apa, tak terasa air mata yang dari tadi aku bendung meleleh juga.


Lia tersenyum puas, ada harapan banyak di matanya.


Dia sepertinya benar benar berharap aku keluar dari sekolah ini, entah apa salahku padanya. Sehingga sebegitu sangat dia membenci aku.


Sehari lagi, dua hari itu akan segera berlalu, dan aku belum bisa membuktikan kalo aku tidak mencuri uang Lia, sejak kejadian itu aku benar benar merasa takut, bukan takut di keluarkan dari sekolah, tapi takut tidak bisa membuktikan kalau aku bukan lah pencuri.

__ADS_1


Dan nantinya julukanku bukan lagi gadis yang cengeng, tapi gadis pencuri, betapa julukan yang sangat memalukan, malu lebih dari apapun.


Aku tetap berfikir keras bagaimana caranya membuktikan bahwa aku tidak mencuri, Tuhan bagaimana bisa uang Lia ada di dalam tas aku, Tuhan Engkau tahu aku tidak mencuri.


" Tuhan yang maha besar yang maha tahu segalanya tolonglah hamba Mu ini, berilah aku jalan ya Allah, agar aku bisa membuktikan bahwa aku bukan pencuri "


" Bruuukkkk" buku buku ku berjatuhan secara bersamaan.


" Maaf Dina aku tidak sengaja " Aku tidak menyahut, aku langsung membereskan buku buku mengambilnya dari lantai dan menggengamnya kembali.


Indra tetap berdiri mematung sambil memandangi aku yang cepat berlalu dari hadapannya.


Aku masuk ke ruang kelas dengan hati berdebar, aku sudah bisa menebak apa yang akan aku alami nanti.


Yeni tidak pernah berjalan bergerombol bersama geng nya Lia, dia lebih banyak berbaur bersama teman yang bergonta ganti, dia tidak memiliki teman dekat, tapi juga tidak memiliki musuh, hidup nya lebih banyak mengurus dirinya sendiri.


Lia mendekatiku, dia seraya berbisik wajahnya hampir dekat dengan kupingku. " Heh anak miskin dan norak, sebentar lagi kamu akan keluar dari sekolah ini, orang miskin seperti kamu tidak pantas sekolah, mendingan lebih rajin lagi bantu ibumu berjualan kue"


Aku Diam, tak banyak yang bisa aku lakukan, sedikit saja aku melawan, Lia akan lebih meraja lela menghinaku, Lia adalah anak orang kaya kampung tetanggaku, uang jajan nya banyak, jika ada kegiatan di luar sekolah dia akan memakai baju yang sangat bagus dan mahal.

__ADS_1


Lia sangat cantik, hidung nya mancung rambut nya lurus berponi, anak satu sekolah sangat segan dan memujanya, memuja karna kecantikannya.


Sejak aku di fitnah di tuduh mencuri uang Lia, aku tidak lagi duduk di kelas seorang diri pada waktu istirahat, aku memilih duduk di bawah pohon besar di samping sekolah, aku makan dan aku habiskan bekal aku di tempat itu.


Ketika aku sedang berjalan menuju samping sekolah , Tiba tiba Indra menarik tangan aku, hampir saja aku terjatuh di pelukan anak laki laki tanggung itu. Untung nya aku bisa menyeimbangkan badanku.


" Indra! Kamu apa apaan sih ? Aku hampir mau jatuh kan ? Aku bicara dengan nada agak sewot, mataku melotot.


" Kamu gak bakalan jatuh kan ada tubuh aku yang menyanggah " seloroh Indra tanpa merasa bersalah


" Apa kamu bilang ?!! " nadaku makin tinggi aku benar benar marah.


" Dina baru kali ini aku lihat kamu semarah itu, aku fikir kamu gak bisa marah, apapun yang orang lain lakukan sama kamu, kamu di ejek di hina kamu tetap diam, bukan melawan malah nangis, tapi tadi aku benar benar melihat kamu yang baru "


" Iyalah jelas aku marah sama kamu, kalo tadi waktu tangan aku kamu tarik dan aku terjatuh bagaimana ? Aku mending jatuh di tanah dari pada jatuh di badan kamu , hiiiyyyyy enggak banget ! "


" Ya udah aku minta maaf, tapi aku ingin bicarakan sesuatu sama kamu "


" Apa itu ? " tanyaku masih dengan nada judes

__ADS_1


" Tentang uang Lia yang ada di tas kamu "


" Apa??? " Tanyaku kaget dengan mata melotot dan mulut terbuka bulat.


__ADS_2