
Setelah Zack meninggalkan Rumah Casandro, Zion segera menarik istrinya dengan kasar ke kamar.
"Aaauuuhhhh, sakit mas!" ucap Cica sambil mengusap pergelangannya yang habis di cengkraman suaminya dengan kuat.
"Sebelum aku mengetahuinya sendiri, lebih baik kamu jujur. Sebenarnya apa yang sudah kamu lakukan, hingga mereka semuanya menganggap kamu ada di balik semua permasalahan yang ada."
"Aku tidak melakukan apa-apa mas, aku gak tau kenapa mereka seolah menuduhku, mas tau sendiri aku sayang dengan Mommy jadi mana mungkin aku mengancamnya, lalu apa urusanku dengan Zack sampai menginginkan perceraian mereka, jadi tuduhan mereka tidak benar mas, mereka hanya melimpahkan kesalahan padaku yang tidak tau apa-apa. Percayalah padaku mas," bujuk Cica mencoba memberi penjelasan.
"Lalu bagaimana dengan Daddy. Sepertinya ucapan Daddy ada maksud tersembunyi?" Zion masih terus menatap mata Cica, mencoba mencari kejujuran.
"Mungkin Daddy, hanya ingin menggertak ku, karena kesalahan yang tidak sengaja aku buat. "Jawab Cica namun ia memalingkan wajahnya dari tatapan Zion.
'Sepertinya ada sesuatu yang di sembunyikan Cica, kenapa jawabannya seolah dibuat-buat? Sebenarnya apa yang terjadi?' gumam Zion.
"Apa kah kamu berani bersumpah?" tanya Zion membuat Cica langsung terbelalak.
"Aku harus bersumpah apa, untuk suatu hal yang memang tidak aku buat. Tidak aku tidak mau bersimpuh." tolak Cica berusaha menghindar dan segera melangkahkan kakinya untuk menjauhi pertanyaan yang akan menjebaknya.
Namun Zion menahan tangan Cica untuk tidak pergi, "Jangan lari dari pertanyaan ku. Sikapmu yang barusan membuat kepercayaan ku mulai goyah. Baiklah jika kamu tidak mau jujur dan memilih menyembuhkan sesuatu dariku, maka jangan salahkan aku jika aku menemukan sesuatu yang tidak aku inginkan, kama kamu kan menanggung akibatnya." Ancam Zion yang mulai curiga. Zion pun memilih pergi meninggalkan Cica tanpa sepatah kata lagi yang keluar.
'Kenapa perasaanku ini? kenapa perasaanku sangat kecil dengannya.' gumam Zion lalu pergi meninggalkan rumah.
Cica menghempaskan pantatnya di atas kasur dan segera mengambil ponselnya yang ia letakkan di atas meja nakas.
📱
"Pa, sepertinya mereka sudah mulai curiga. Apa yang harus aku lakukan sekarang?"
" ... "
"Baiklah pa, akan aku lakukan sesuai rencana papa." Cica pun segera mematikan panggilan dan melempar ponselnya ke atas kasur, begitu juga dengan tubuhnya.
*****
Sesampainya di rumah, Zack di kejutkan dengan mobil ambulans yang berpapasan keluar dari rumahnya.
__ADS_1
Zack segera buru-buru keluar dari dalam mobil dan bertanya pada security-nya.
"Apa yang terjadi? kenapa ada ambulans keluar dari rumah? tanya Zack yang masih bingung.
"Nyonya tuan. Nyonya gak sengaja jatuh dari tangga, saat bertengkar dengan Meri." Jelas security, membuat Zack benar-benar terpukul. Tanpa bertanya lagi, Zack segera menyusul istrinya yang tengah di bawa ambulans di temani Asiah dan juga Za.
Di dalam ambulans, Za terus menangis memanggil Cristal, membangunkan Mommy yang terbaring tak berdaya.
Sesampainya di rumah sakit, Cristal langsung mendapatkan pertolongan, sedangkan Asiah dan Za masih menunggu.
"Daddy... " panggil Za, saat mendapati Zack datang menyusul. Za lari menghampiri sambil menangis.
"Daddy Mommy berdarah kepalanya." Ucap Za mengadu. Zack memeluknya dan berusaha menenangkan, mungkin putranya itu melihat apa yang terjadi sebelumnya. Zack menggendong Za dan menghampiri Asiah.
"Bagaimana bi?" tanya Zack namun Asiah hanya menggeleng.
"Maafkan saya tuan, saya terlambat, Saya tidak tau kalau Meri akan bertindak senekat itu, dia mendorong Nyonya tuan, hiks... hiks..." jelas Asiah sambil menangis terisak, tubuhnya masih bergetar karena shock, di depan matanya sendiri Asiah menyaksikan Meri mendorong tubuh Cristal.
Zack benar-benar shock, ia hanya bisa menarik nafas dalam-dalam, walaupun dadanya terasa sangat sesak, Hanya bisa berharap tidak terjadi sesuatu pada istrinya.
📱
"Aku ingin kamu segera menemukannya." perintah Zack pada seseorang di seberang telepon.
" ... "
"Baiklah, aku butuh kabar secepatnya." jawab Zack dan segera mematikan panggilannya.
Setelah menghubungi seseorang, Zack kembali mendekati putranya.
"Bi, tolong bawa Za pulang, biar aku yang menunggu Cristal. Aku sudah menghubungi Sopir untuk menjemput." Titah Zack.
"Baik tuan, Tolong kabari saya lagi nanti ya tuan." jawab Asiah, dan Zack hanya mengangguk.
Setelah menunggu cukup lama, akhirnya dokter yang menangani Cristal pun keluar dari ruang gawat darurat.
__ADS_1
"Dok, bagaimana keadaan istri saya?" tanya Zack saat menghampiri dokter tersebut.
"benturan di kepalanya, tidak terlalu parah, dan sudah di tangani, hanya saja..."
"Hanya saja apa dok?"
"Hanya saja, janin yang ada dalam kandungannya tidak bisa diselamatkan. Ini bukan akibat dari benturan saat dia jatuh, tapi sepertinya pasien minum obat penggugur kandungan." Jelas Dokter membuat Zack benar-benar tidak percaya.
Setelah menjelaskan, dokter tersebut segera pergi, untuk menangani pasien yang lain.
'Tidak mungkin, tidak mungkin Cristal sengaja menggugurkan kandungannya. Aku tau semarah apapun dia tidak akan pernah melakukan itu.' ucap Zack dalam hati, ia pun terduduk di bangku lututnya sudah tak mampu menahan tubuhnya lagi.
Tak lama, Cristal keluar dari ruang gawat darurat untuk di pindah ke ruang perawatan, yang melihat segera menghampiri dan mengikuti Beberapa suster yang memindahkan Cristal.
"Tuan, biarkan pasien istirahat total dan melewati masa kritis, tolong di kondisikan agar tidak ada yang menjenguknya dulu sebelum pasien pulih." pesan Suster sebelum pergi.
"Iya sus." jawab Zack.
Zack melihat kondisi istrinya, membuatnya merasakan penyesalan yang teramat sangat. Andai.
Andai waktu itu ia tak memaksa istrinya untuk mencarikan Nanny untuk Za, mungkin semua ini tak akan terjadi. Andai Dia lebih percaya pada istrinya, mungkin tak akan terjadi sesuatu sampai separah ini.
"Aku memang suami bodoh, suami tak berguna. Yang tidak bisa peka dengan keadaan. Aku patut di salahkan atas apa yang terjadi pada istriku. Maafkan aku sayang, Aku gagal menjadi suami, aku gagal melindungi mu."
Laki-laki yang terlihat gagah, tampan ini, kini seperti kucing yang kehujanan. Tak berdaya dan tidak bisa melakukan apa-apa, hanya bisa pasrah, apa pun nanti yang akan terjadi
Semua keputusan akan ia serahkan pada istrinya, ia akan menerima keputusan apapun yang diambil dengan lapang dada, karena dia merasa pantas mendapatkannya.
Zack tertidur di kursi dan tangannya masih menggenggam istrinya, ia terbangun, saat suster datang untuk memeriksa, Namun ia mendapati istrinya belum juga sadar.
"Apa pasien ada tanda-tanda sadar tuan?" tanya suster sambil mengganti infusnya.
"Tidak ada sus, Sampai kapan istri saya koma sus?"
"Sabar tuan, kita tunggu dua satu sampai dua hari lagi, untuk memastikan tindakan selanjutnya." jawab suster dan setelah selesai memeriksa sister itu pun pergi, dan Zack kembali terjaga dan berharap Cristal segera sadar, agar ia bisa segera minta maaf.
__ADS_1
To be continued ☺️☺️☺️☺️