Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)

Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)
ABD~66


__ADS_3

"Ci... Ca... K...!" teriak Zion dengan kesal, saat tubuh Zion terjatuh ke lantai dan mendapati jika itu adalah ulah gadis yang membuat harinya buruk.


Zion yang beberapa kali berteriak dan memaki Cica, ternyata tak di dengarnya sama sekali, bahkan Cica masih terlihat nyenyak tidurnya.


"Ini orang apa bintang?" ucap Zion sambil mengacak pinggang, menatap Cica yang masih tidur dan menguasai seluruh area ranjang.


Zion pun akhirnya memilih untuk mandi dan bersiap, setelah amarahnya sama sekali tak didengar Cica.


Eeeemmmm....


Cica menggeliat, merenggangkan otot tubuhnya dengan mata masih terpejam dan kembali memeluk guling yang ada di sampingnya.


"Sepuluh menit lagi tidak bangun, akan aku tinggalkan kamu." Ancam Zion sambil bersiap.


"Sepuluh menit!" Cica seketika langsung duduk, ia pun menoleh ke arah Zion yang sudah bersiap-siap.


"Tunggu, jangan tinggalkan aku disini!" Cica langsung meloncat dari atas ranjang dan bergegas membersihkan diri.


"Tunggu aku, lima menit selesai." teriak Cica dari kamar mandi.

__ADS_1


"Lima menit! Memang bersih mandi hanya lima menit?" Zion di buat garuk kepala, dengan ucapan Cica, sedangan dirinya saja untuk mandi butuh waktu hampir dua puluh menit.


Mereka pun cek out hotel bersama, sebelum meninggal hotel dan setelah keluar dari hotel mereka sudah di tunggu taksi yang akan mengantarkan mereka berdua ke bandara.


Sebelum menunju Bandara, Zion memutuskan untuk pergi ke suatu tempat untuk membeli buah tangan untuk keluarganya.


"Mau ikut?" tanya Zion sebelum keluar dari taksi.


Cica sangat bimbang, di satu sisi dia tak punya uang lagi takut khilaf mata, dan disisi lain ia tak ingin kehilangan kesempatan yang tak tahu lagi kapan bisa kembali.


"Tunggu. Aku ikut." Cica pun bergegas keluar menyusul Zion.


Saat masuk Cica terperangah melihat pakaian yang terpajang di Patung peraga. Matanya langsung tertuju di salah satu patung peraga atau maneken sedang mengenakan gaun berwarna salem ( warna merah muda ke orangean atau seperti daging salmon) terlihat sangat cantik dan elegan.


Cica pun menyentuh gaun tersebut dan terasa sangat lembut. Cica langsung membayangkan jika ia mengenakan gaun tersebut pasti akan terasa nyaman dan terlihat sangat cantik.


"Apa kau menyukainya?" tanya Zion mendadak, membuat bayangan Cica langsung buyar.


"Hm... apa-" tanya balik Cica yang tak begitu mendengar pertanyaan Zion.

__ADS_1


Zion menghela nafas, "Aku tadi tanya apa kamu menyukai gaun itu?" tanya Zion sekali lagi.


Cica kembali memandang gaun tersebut dan matanya langsung melotot saat melihat harga yang di bandrol.


"Mahalnya..." gumam Cica sambil menarik nafas dalam-dalam lalu menghembuskan seiring ia melepaskan tangannya dari gaun tersebut.


"Tidak, aku tidak menyukainya. Em, apa sudah selesai belanjanya? kalau begitu kita segera pergi dari sini, mataku sangat panas." Cica pun langsung bergegas meninggalkan Zion.


Zion memperhatikan gaun tersebut dari atas sampai bawah, dan matanya tertuju pada harga yang di bandrol.


Tak lama Zion pun menyusul Cica yang sudah berada di dalam taksi dan masuk ke dalam kursi penumpang dengan satu paper bag di tangannya dan sisanya di simpan di bagasi mobil.


"Kau beli pakaian wanita, apa kau sudah punya istri? pasti sangat beruntung istrimu, bisa seperhatian ini, jarang banget ada pria yang mau repot-repot memberikan sesuatu buat istrinya apalagi pakaian, biasanya kan kalau urusan kaya gitu para suami gak mau ikut campur." ucap Cica, Zion hanya menatapnya sekilas dengan tatapan tak suka.


"Apakah aku harus cerita padamu? kau itu orang asing, jadi jangan sok dekat apalagi mengorek informasi tentang diriku." Kata-kata Zion seketika langsung membuay Cica terdiam dan tertunduk kerena merasa bersalah.


"Maaf." Satu kata yang keluar dari mulut Cica dan ia pun akhirnya terdiam sepanjang perjalanan.


To Be Continued.

__ADS_1


__ADS_2