
"Selamat siang Nona Cica, kami dari pihak kepolisian mendapat surat untuk penangkapan anda." Ucap salah seorang polisi yang sudah menunggu kedatangan Cica dan menyerahkan Surat penangkapan padanya.
Bagai di sambar petir, Cica langsung shock bahkan Paper bag yang ada di tangannya pun langsung jatuh ke tanah, dan tas branded yang baru saja di beli pun tergeletak di lantai.
"Ti-tidak, pasti bapak salah tangkap kan, apa salah saya pak, bapak tidak bisa menangkap saya tanpa bukti." jawab Cica dengan bergetar. Ia tak mengira jika kebebasannya akan berakhir.
"Bukti-bukti sudah ada, dan kamu tidak bisa mengelak lagi. Pak bawa dia sekarang." Ucap Zack tiba-tiba dari belakang. Ternyata Zack sudah melaporkan Cica ke polisi dengan bukti-bukti yang sudah lengkap.
"Tidak, kalian tidak bisa membawaku secara paksa." tolak Cica dalam ketakutannya.
"Ada apa ini?" tanya Zion yang baru datang, saat dirinya diminta segera pulang oleh Zack.
"Mas, tolong aku! Mereka ingin menangkap ku. Apa salahku mas? tolong bilang pada mereka kalau yang mereka maksud itu bukan aku. Mungkin itu orang lain." Cica menghampiri suaminya dan merengek meminta bantuan.
Zion mengusap tangan Cica yang melingkar di lengannya, "Jika memang bukan kamu, polisi pasti akan membebaskan mu." Jawab Zion singkat, namun terlihat jelas di wajahnya keraguan.
"Mas a-aku takut." rengek Cica lagi.
"Bawa dia sekarang pak, aku tidak ingin dia menginginkan kaki di rumah ini." Ucap Zack.
__ADS_1
Polisi pun akhirnya membawa Cica, walaupun Cica terus meronta.
"Mas... tolong aku." Teriak Cica sebelum di bawa masuk dalam mobil polisi, namun Zion hanya bisa memalingkan wajahnya. Tak sanggup melihat istrinya di bawa polisi dengan paksa.
Zack menepuk pundak Zion. "Datang ke kantor polisi dan kamu akan tau alasannya kenapa Cica harus di tangkap," ucap Zack lalu ia menyusul ke kantor polisi, sebagai pelapor.
Klara yang sedari tadi hanya menyaksikan, menghampiri putranya yang masih diam mematung di tempatnya berdiri sedari tadi.
"Zion, jangan tangisi wanita seperti Cica, dia layak mendapatkan ganjarannya. Atas perbuatannya selama ini. Maafkan Mommy karena selama ini Mommy diam, Mommy hanya tidak ingin merusak kebahagiaanmu." jelas Klara.
Zion memejamkan mata, setetes air mata keluar dari sudut matanya. ' Kenapa berakhir begini?'
***********
Dengan langkah gontai, Zion menghampiri istrinya yang sudah berani di balik jeruji besi sebagai tahanan.
"Mas, tolong aku, aku gak salah. Tolong panggil pengacara agar bisa segera membebaskan aku. Aku mohon mas." rengek Cica.
Zion mengepalkan tangannya dalam diam, membiarkan Cica terus memohon.
__ADS_1
"Aku sudah tau semuanya Ca, aku sangat kecewa padamu. Aku kira sikapmu selama ini tulus, tapi saat ini aku tau ternyata itu semua hanyalah sandiwara. Maaf aku tidak bisa membantumu, kamu harus menanggung perbuatan yang sudah kamu lakukan, sudah berani mengancam Mommy dan berusaha mencelakai Cristal berulang kali. Aku akan mengurus surat perceraian kita dan aku akan mengambil hak asuh anak kita." Ucap Zion lalu pergi meninggalkan Cica.
"Mas jangan tinggalkan aku, aku gak mau cerai mas, tolong bebaskan aku. Teriak Cica memohon, namun Zion seolah menutup telinga tak membiarkan teriakan Cica terdengar di telinganya.
******
Setelah menunggu beberapa waktu, dan melewati beberapa tahap persidangan, akhirnya hal yang di tunggu pun tiba, dimana sidang terakhir yaitu sidang pembacaan keputusan.
Keluarga Casandro nampak hadir dalam sidang tersebut dan tiga terdakwa turut di hadirkan. Robert, Cica dan Meri yang menjadi terdakwa.
Pada akhirnya Robert pun di tuntut hukum seumur hidup, karena menjadi dalang dalam kecelakaan Gavin dan juga pemaksaan bunuh diri Aryo, sedangkan Cica dan Meri dituntut hukum lima tahun penjara.
Sebelum kembali menjalani kurungan, Cica meminta di beri kesempatan untuk bicara pada Zion.
"Sebelum aku menjalani hukum, aku ingin mas mau memaafkan aku. Agar aku bisa menjalani masa hukumanku dengan tenang. Aku menyesal mas, benar-benar menyesal. hiks...hiks..." ucap Cica.
"Aku sudah memaafkan mu, walau bagaimanapun kamu pernah menjadi bagian dari hidupku. Ini adalah hukum yang layak kamu dapatkan atas perbuatan yang sudah kamu lakukan pada orang-orang terdekatku. Setelah kamu bebas nanti aku harap kamu bisa berubah walaupun kita tidak bersama lagi dan juga mungkin kita tidak akan bertemu lagi. Oya satu hal lagi, Lupakan Alia, jangan pernah mengakuinya lagi sebagai anak." Ucap Zion. Setelah berbicara sebentar, Cica pun di bawa petugas untuk menjalani masa hukuman.
Zack menyandarkan tubuhnya di sisi mobil sambil menyilangkan tangannya di dada, menyaksikan tiga orang pidana yang siap menjalani hukuman.
__ADS_1
'Akhirnya, mereka mendapatkan ganjaran yang setimpal, membuatku sangat lega. Sekarang masih ada satu pekerjaan yang harus aku lakukan, menjemput calon istri dan anakku kembali.' Gumam Zack, lalu ia segera masuk ke dalam mobil, dan segera melajukan mobilnya menuju ke bandara.
To be continued ☺️☺️☺️