
Drrrttt... Drrrttt...
Ponsel yang tergeletak di atas meja nakas bergetar, Cristal yang sedang beristirahat pun terbangun dan segera meraih ponsel miliknya.
Cristal menatap layar ponsel dan terlihat jelas jika Mommy mertuanya yang menghubungi. 'Mommy. Ada apa Mommy menelpon' gumam Cristal dan segera mengangkatnya.
"Iya Mom." jawab Cristal.
"Iya baiklah, lima belas menit lagi aku sampai sana." jawab Cristal lagi, yang diminta untuk menemui Mertuanya tersebut.
"Aku gak mimpi kan, kalau Mommy mau bertemu denganku? akhirnya hari yang aku tunggu pun tiba, Mommy mau memaafkan aku."
Cristal pun bergegas mengambil tas dan segera keluar dari kamar, "Bi, Meri apa sudah menjemput Za?" tanya Cristal sambil menuruni anak tangga dengan buru-buru.
"Sudah nyonya barusan." jawab Asiah.
"Nanti kalau Za atau mas Zack pulang duluan, bilang saja saya lagi ada acara di luar ya bi." pesan Cristal dan bergegas pergi dengan mengunakan taksi yang sudah menjemputnya.
Taksi tersebut mengantarkan Cristal di salah satu restoran dan sesampainya di sana, Cristal melihat jika mertuanya sudah menunggu.
"Maaf Mom, sedikit terlambat," ucap Cristal sambil menarik salah satu kursi untuk tempatnya duduk.
"Eeeemmm." jawab Klara sambil mengangguk pelan.
"Mom, aku senang banget, akhirnya Mommy mau bertemu denganku lagi. Mom aku benar-benar minta maaf, sudah membuat kekacauan yang membuat Mommy sangat marah, tapi jujur Mom aku tidak pernah melakukan apa yang pernah Mommy tuduhkan, aku tidak ada hubungan dengan tuan Robert. tapi syukurlah kalau Mommy sekarang sudah memaafkan Cristal dan mas Zack." Ucap Cristal dengan penuh kebahagiaan, setelah lima tahun tidak bertemu, kebahagiaan pun tidak dapat dibendung.
"Eemmm..., Mommy kesini ada hal penting yang Mommy ingin sampaikan, aku harap kamu tidak terkejut, mommy gak perlu basa basi lagi untuk menyampaikan ini, dan Mommy harap kamu paham, Mommy akan langsung pada intinya saja." ucap Klara lalu menyodorkan sebuah amplop berwarna coklat kepada Cristal yang dikeluarkannya dari dalam tasnya.
"Apa ini Mom?" tanya Cristal sambil mengambil map tersebut dari tangan mertuanya. Cristal yang gak sabar langsung membukanya.
Deg....
__ADS_1
Jantung Cristal seketika terhenti, Saat Kop surat itu bertulisan dari pengadilan.
"A-apa ini ma?" tanya Cristal dengan tangan bergetar, Cristal pun membaca isi surat tersebut yang di luar dugaan.
"Mom ingin kamu menandatangani surat perceraian kalian, Mommy ingin kalian bercerai. "Jelas Klara, membuat hati Cristal benar-benar hancur seketika, harapannya seketika musnah, ia mengira mertuanya ingin berkunjung demi anak yang dia kandung, namun ternyata, mertuanya menginginkan perceraian anaknya.
"Mommy bercanda kan, mommy tidak serius kan? Aku dan mas Zack sudah menikah lebih dari lima tahun dan sebentar lagi kami akan memiliki anak dua, tapi kenapa Mommy malah memintaku untuk bercerai."
"Tidak perlu Mommy memberi alasan apapun, semua Mommy lakukan untuk kebaikan kalian berdua."
"Apa Mom, kebaikan? kebaikan apa yang Mommy maksud, kami sudah hidup bahagia, dan kami saling menyayangi, jadi itu bukan alasan yang tepat untuk memisahkan kami."
Cristal menyerahkan map itu kembali, " Maaf Mom aku tidak bisa melakukannya." Di tengah kekecewaannya Cristal hendak pergi meninggalkan Klara.
"Cerai, atau kamu ingin kehilangan Hak mu untuk mengasuh putramu Za." Ancam Klara, membuat Cristal kembali terduduk.
"Mommy jangan bertindak macam-macam dengan Za, aku bisa bertindak nekat Mom, jika Mommy berani menyentuh Za."
"Jika kamu tidak ingin Za kenapa-kenapa, dan tetap berada di dekatmu, maka tanda tangani surat perceraian ini. Aku beri waktu kamu satu Minggu untuk menandatanganinya." Ucap klara lalu meninggalkan Cristal yang masih tak percaya.
Cristal menatap surat tersebut, dengan berlinang air mata. Ia pun memasukkannya ke dalam tas.
Cristal pun meninggalkan restoran, dan berjalan menyusuri trotoar, air mata terus saja mengalir, tidak percaya wanita yang sudah di anggapnya seperti ibunya sendiri, tega ingin memisahkan mereka. "Apa yang harus aku lakukan, aku tidak mau bercerai dengan mas Zack, aku tidak ingin keluargaku hancur."
****
Zack kembali dari tempatnya bekerja, namun tiba-tiba Meri datang menyambutnya.
"Selamat sore, bapak sudah pulang." Sapa Meri.
"Sore, Kamu siapa?" tanya Zack yang kini berdiri di depan Meri.
__ADS_1
"Perkenalkan saya Meri, pengasuh barunya Za, bapak Daddy-nya Za kan?" ucap Meri sambil mengulurkan tangannya.
"Zack agak ragu untuk menjabat tangan Meri, tapi dengan sigap Meri menyambar tangan Zack hingga keduanya berjabatan tangan.
"Bapak gak ingat saya?" tanya Meri yang mengikuti Zack dari belakang. Zack pun menghentikan langkahnya lalu berbalik menatap Meri.
"Memangnya aku pernah bertemu denganmu?"
"Ah, ternyata bapak sudah melupakan kejadian waktu di mall itu, yang bapak menabrak saya." jelas Meri dan seketika Zack ingat.
"Oh... ya.. ya.. aku baru ingat, aku minta maaf atas kejadian waktu itu." Jawab Zack lalu kembali melangkah untuk mengganti pakaiannya.
"Bapak mau dibuatkan teh?"
"Boleh, Nanti kamu taruh saja di meja, aku mau ganti baju dulu." jawab Zack lalu pergi ke kamar.
"Akhirnya aku bertemu lagi, dengan pria tampan seperti pak Zack. Pak Zack kau sudah menebarkan benih cinta di hatiku, sejak pertama kali kita bertemu, aku jatuh cinta padamu pak Zack," ucap Meri yang ternyata di dengar Asiah.
"Mbak Meri, mbak jangan macam-macam dengan keluarga ini. Jangan ganggu mereka." tegur Asiah.
"Apa sih mbak, Jangan ikut campur urusan saya, Saya kemari memang ingin mengejar cinta saya, jadi mbak gak usah sok menasehati ya, urus diri mbak Asiah sendiri." Jawab Meri dengan ketus lalu beranjak ke dapur membuatkan teh panas untuk Zack. Asiah hanya menggelengkan kepalanya melihat sikap wanita yang belum sampai satu hari bekerja sudah menunjukan sifatnya.
Setelah mengganti pakaiannya, Zack kembali turun. "Bi, Nyonya kemana? kok tidak ada di rumah?" tanya Zack sambil menuruni anak tangga.
"Nyonya tadi bilang ada acara." jelas bi Asiah.
"Tuan, teh panasnya sudah jadi." ucap Meri sambil menyuguhkan teh hangat itu di atas meja di depan Zack duduk.
"Terimakasih Meri, lain kali gak usah repot-repot, kau di sini untuk mengasuh Za, bukan menjadi pelayan." tegur Zack yang sebenarnya risih dengan sikap Meri.
"Baik tuan, saya tidak akan mengulanginya lagi, saya minta maaf kalau apa yang saya lakukan tuan tidak suka, padahal saya, hanya ingin membantu saja, tidak ada niatan yang lain." jelas Meri dengan penuh penyesalan.
__ADS_1
Zack pun menyeruput teh buatan Meri, "Wah ternyata teh buatan kamu enak juga." puji Zack, yang membuat Meri langsung tersenyum.
to be continued ☺️☺️☺️