Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)

Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)
ABD~S2


__ADS_3

Ternyata apa yang di ucapkan Za benar, setelah di periksa di rumah sakit, Cristal dinyatakan positif hamil tiga Minggu, namun karena kondisi kesehatannya yang kurang baik, Cristal disarankan untuk di rawat inap.


"Mommy, kata Daddy di perut mommy ada adik Za ya?" tanya Za dengan polosnya sambil mengusap perut mommynya.


"Iya sayang, di dalam perut mommy ada calon adiknya Za, jadi nanti Za kalau main ada yang menemani."


"Hore... Za mau punya adik. Mom, adiknya laki-laki atau perempuan?"


"Za, hari sudah malam, Za tidur dulu ya, besok Za harus ke sekolah dan mommy juga mau istirahat dulu, kan mommy masih sakit." Sela Zack di sela percakapan antara anak dan ibu.


Zack pun berusaha menidurkan putranya dalam gendongan, sampai Za benar- benar tertidur dengan pulas. Zack pun meletakkan Za di samping Cristal.


"Mas...," panggil Cristal.

__ADS_1


"Eeemmm, ada apa sayang?" Jawab Zack dan beranjak menghampiri. Ia pun menggegam tangan istrinya.


"Apa mas bahagia?"


"Apa maksudmu tentu saja aku bahagia. Ini kabar yang selalu aku tunggu, sudah lama aku mendambakan kabar bahagia ini. Kenapa kamu tanya begitu, apa kamu ada masalah dengan kehamilan mu? jangan bilang kalau kamu tidak menginginkannya!"


"Bukan begitu mas, aku juga bahagia sama seperti kamu, hanya saja aku takut mengalami perubahan selama menjalani kehamilan dan membuatmu tidak betah nantinya." Ucap Cristal dengan perasaan kuatir, ia merasa mulai sedikit ada perubahan mengenai dirinya sendiri.


"Huusssttt, jangan berpikir yang aneh, Sekarang lebih baik istirahat, mas juga mau istirahat di sofa." Zack pun mencium kening istrinya dan segera beranjak pergi ke sofa untuk menghilangkan rasa lelah setelah aktivasi seharian.


Keesokan harinya Kejutan tak terduga datang dari beberapa karyawan yang tiba-tiba memberi kejutan selamat atas kehamilan kedua bosnya, disaat Cristal baru terbangun dari tidurnya.


"Selamat ya bos, atas kehamilan anak keduanya, semoga selalu di beri kesehatan buat ibu dan bayinya." Ucap beberapa karyawan secara serempak.

__ADS_1


"Terimakasih atas kejutkan, membuat saya benar-benar terharu. Tapi dari mana kalian tau, kan saya belum mengumumkannya?"


"Pak Zack sudah mengumumkan lewat sosial media miliknya, makanya kami juga tau." Jelas salah satu dari mereka.


'Apa? ternyata mas Zack sudah mengumumkan secara tidak resmi. Heem, kenapa dia tidak bilang-bilang.' Gumam Cristal.


Kabar yang disebarkan Zack secara tidak langsung, sampai ke Cica yang sampai saat ini juga mendambakan anak kedua, setelah anak pertama mereka lahir perempuan.


"Mas, apa kamu lihat status kakakmu? lihatlah dia sudah mau punya dua anak, lalu kita kapan nambah lagi. Alia kan sudah besar dan sudah bisa kalau punya adik lagi." Debat Cica dengan Zion.


"Sabar bisa gak sih, kalau masih gak sabar, sana buat saja pakai tepung biar besok langsung jadi."Saut Zion yang bosan dengan ocehan istrinya.


"Memang kamu ya mas, aku ini bukan anak kecil yang berfikir buat bayi bisa dari tepung. Iiihhh, malas aku berdebat lagi, gak bisa bikin istri senang." Cica pun cemberut dan bergegas meninggalkan Zion yang tengah sarapan.

__ADS_1


Zion hanya bisa menghela nafas, setiap berdebat dengan Cica selalu yang di permasalahkan keinginannya untuk punya anak lagi, sedangkan dia juga sudah berusaha, Tami ya memang belum di beri.


__ADS_2