Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)

Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)
ABD~72 Hampir celaka


__ADS_3

Cristal datang menemui Malik di salah satu restoran tempat dimana Malik ingin bertemu.


Namun di tengah perjalanan sebuah mobil terlihat sebuah mobil membuntuti mobil yang di kendarai Cristal.


"Non, sepertinya mobil di belakang membuntuti kita, saya perhatikan sedari tadi terus berada di belakang." ucap sopir. Cristal langsung menoleh ke belakang memastikan, dia pun merasakan hal yang sama.


"Biarkan saja pak, selama tidak menyakiti kita. Lagian sebentar lagi kita juga sampai." jawab Cristal, namun ia merasa gelisah.


Cristal pun segera mengambil ponselnya dari dalam tas, ingin menghubungi Zack, namun mobil Cristal tiba-tiba di Pepet untuk minggir. Sopir Cristal pun segera melajukan mobilnya dengan kencang, demi menyelamatkan Cristal.


Cristal yang tak siap pun kepalanya terbentur sandaran kursi, dan ponselnya terpental ke lantai.


Aaauuuhhhh...


Cristal mengaduh sambil tangan kanannya memegangi dahinya yang sakit sedangkan tangan lainnya mencengkeram erat sandaran jok mobil.


Keringat dingin pun keluar dari pori-pori kulit Cristal yang putih, bayangan masa lalu terlintas muncul, saat mobil orang tuanya melaju kencang dan mengalami rem blong.


'Apakah aku akan segera bertemu orang tuaku. Aku belum siap meninggalkan Za saat ini' gumam Cristal sebelum pandangannya hilang.


Cristal pun pingsan dan tak tahu lagi apa yang terjadi padanya dan sang supir.


***


Cristal terbangun dalam sebuah ruangan yang hampa, tak ada seorangpun di sekelilingnya.

__ADS_1


Cristal nampak bingung dan ketakutan, matanya terus menyisir sekitaran berharap dia tidak sendirian.


"Dimana aku, ini tempat apa? ada yang bisa mendengarkan aku?" teriak Cristal, dan suaranya menggema di seluruh ruangan. Cristal pun menutup mata dan telinga berjongkok di sudut ruangan, ketakutannya semakin menjadi-jadi.


'Bangun nak, anakmu masih membutuhkan kamu.' Suara sepasang suami istri menyadarkan ketakutan Cristal. Ia pun membuka mata, dan mendapati sepasang suami istri yang Cristal kenal sedang berdiri dan tersenyum pada Cristal.


"Ma, Pa, apa kita sudah berkumpul bersama?" tanya Cristal lalu bangkit berdiri memandang kedua orang tuanya.


"Kembalilah nak, anak dan suamimu masih membutuhkan kamu. Kamu di sini sudah tenang, dan bahagia melihat kamu hidup bahagia." Orang tua Cristal pun menunjuk ke arah kalung yang di kenakan Cristal. Cristal pun mengikuti arah jari yang di tunjuk orang tuanya yang menunjuk ke arah kalung yang di kenakan Cristal.


"Ada apa dengan kalung ini M-ma, P-pa? tanya Cristal yang tersendat saat mengetahui orang tuanya sudah menghilang. Dan saat itu juga cahaya putih menyilaukan membuat Cristal langsung menutupi kedua matanya dengan kedua tangannya.


Tiba-tiba Cristal terbangun dengan menarik nafas panjang dan saat ia membuka mata, di sisinya sudah ada Zack yang sedang menggegam tangannya.


"Dimana aku mas?" tanya Cristal dengan penuh kebingungan.


"Mas, tolong periksa kalungku ini mas." Cristal mencoba melepas kalung yang di kenakannya di bantu Zack.


"Kenapa dengan dengan kalungnya sayang?" tanya Zack saat membantu Cristal melepaskan kalungnya.


"Sepertinya di dalam kalung ini menyimpan rahasia, papa dan mama memberi petunjuk tentang kalung ini. Siapa tahu kalung ini bisa menunjukkan penyebab sebenarnya agar mama dan papa bisa pergi dengan tenang." jelas Cristal. Zack membolak-balikkan kalung tersebut namun tidak ada yang aneh, tapi Zack tetap mengiyakan permintaan Cristal untuk memeriksanya.


"Baiklah nanti aku akan memeriksanya, lebih baik sayang istirahat dulu biar cepat pulih, jangan pikirkan lagi hal yang terjadi tadi pagi." dengan penuh kasih sayang, Zack menyemangati lagi istrinya agar bisa mengendalikan trauma Cristal.


Tak lama Malik pun datang menjenguk, wajahnya terlihat panik dan penuh rasa bersalah.

__ADS_1


"Cristal, kamu tidak papa? maafkan aku, ini pasti semua salahku, seharusnya aku tidak memintamu untuk datang menemui aku. Aku benar-benar menyesal atas permintaanku. Aku benar-benar minta maaf." ucap Malik dengan penuh penyesalan.


Zack datang menghampiri Malik dan langsung mencengkeram kerah kemeja yang dikenakan Malik.


"Aku mengizinkan kamu untuk menemui Cristal dengan syarat bisa menjaganya, tapi apa yang aku lihat, dia hampir celaka demi ingin menemui kamu. Mulai sekarang aku tidak akan mengizinkan kamu untuk menemui Cristal di luar. Untung saja kamu akan menikah dengan adikku jika tidak sudah aku buat babak belur wajahmu." ucap Zack dengan kesal, ia pun melepas kerah kemeja Malik dengan kasar.


Cristal pun tak bisa membela Malik, karena Cristal tahu apa yang dilakukan suaminya itu semata-mata karena ia sangat mencemaskan dirinya, bahkan itu juga menunjukkan jika suaminya benar-benar mencintai dirinya.


"Akak, ini bukan salah kakak, aku hanya trauma dengan masa laluku yang tak bisa hilang begitu saja." ucap Cristal mencoba meredam Malik yang mulai marah.


"Iya aku paham Adinda, aku pernah menjagamu selama dua tahun, jadi aku paham tentang trauma yang kamu alami, aku janji akan akan buat perhitungan dengan orang yang sudah berani ingin mencelakai kamu, siapapun dia dan bahkan jika aku mengenalnya tak akan pernah aku biarkan dia lolos begitu saja." Malik pun geram dengan pemilik mobil yang sudah berani ingin mencelakai Cristal.


*****


"Maafkan kami tuan, kami tidak bisa mendapatkan wanita itu." ucap seorang pria yang telah gagal mendapatkan Cristal.


"Bodoh kalian, mendapatkan satu wanita saja kalian tidak becus, Aku tidak mau tau, bagaimana pun caranya, tangkap dia untukku, hanya dengan begitu aku bisa mengambil alih semua perusahaan Scorpio menjadi milikku. Bahkan jika perlu, bunuh siapapun yang berusaha melindunginya, aku tidak perduli jika harus melenyapkan beberapa nyawa untuk mendapatkan apa yang aku inginkan." Ucap seorang pria yang sedang di selimuti kemarahan.


"Baik tuan. Eemmm lalu bagaimana dengan mobilnya tuan, mereka mengetahui mobil yang kita pakai tuan, dan polisi sedang mengejar kita, kami tidak mau di tangkap tuan."


"Bakar saja mobil itu! jangan biarkan barang bukti sekecil apapun di temukan mereka."


"Siap Tuan." Mereka pun bergegas pergi untuk melenyapkan barang bukti.


"Sebentar lagi, kamu akan menjadi milikku, bagaimanapun caranya, bahkan jika aku harus melenyapkan mereka yang selalu ada di sisimu, bagiku itu hanyalah sebuah penghalang kecil yang sangat mudah untuk aku lenyapkan." ucapnya, senyum menyeringai pun terukir di wajahnya.

__ADS_1


Dia adalah seorang pria yang menginginkan Cristal sejak pertemuannya pada pandangan pertama, pria yang langsung terobsesi dengan kecantikan dan juga sikap Cristal yang membuatnya langsung jatuh cinta, yang mempu membuatnya lupa jika dirinya sudah mempunyai istri. Iya dia mau hanyalah mendapatkan Cristal sekaligus perusahaannya yang bisa membuat perusahaan miliknya sendiri menjadi sejajar dengan perusahaan Scorpio.


To Be Continued...☺️


__ADS_2