Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)

Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)
ABD ~59 Rindu sikap yang dulu


__ADS_3

Baby Za Axillo Casandro, bayi laki-laki yang lahir dari rahim Cristal kini siap menyapa dunia. Dokter sudah mengizinkan Cristal dah juga baby Za pulang.


Sesuai kesepakatan, untuk sementara akan kembali ke rumah orang tua Zack, agar Cristal dan baby-nya lebih terawasi.


Selain itu, sebentar lagi Zahira dan Malik akan melangsungkan pernikahan, sedangkan Zion ia tak ingin menikah walaupun Kelvin dan Klara sudah mencarikan jodoh untuknya namun tatap di tolak.


"Kakak ipar, bolehlah aku cerita sedikit dengan kakak, dan ini hanya kakak saja yang tahu, keluarga Zahira tidak ada yang mengetahuinya." Zahira menyandarkan kepalanya di pundak Cristal yang sedang duduk bersandar di ranjang.


"Memangnya ada masalah apa Zahira? semuanya baik-baik saja kan?"


"Kak Malik tidak benar-benar menginginkan pernikahan ini, dia melakukannya karena terpaksa. Aku gak tahu alasannya apa. Sepertinya ada wanita lain di hatinya, hanya karena orang tua kami, makanya kak Malik menyetujuinya."


"Gak mungkin Zahira, kak Malik tidak mungkin seperti itu! Aku kenal betul dengannya, aku yakin semuanya akan baik-baik saja. Eemmm... kalau dari kamu, apakah kamu menyukai kak Malik?"


"Aku... aku menyukainya, tapi sepertinya dia tidak." jawab Zahira lesu dan tak yakin.


"Aku akan bicara dengan kak Malik, dan jika kamu benar-benar menyukainya maka berusahalah buat dia jatuh hati padamu."


Ucapan Cristal membuat Zahira bisa tersenyum lega. Ia pun segera pergi meninggalkan kamar Cristal dengan perasaan lega.


"Ada apa dengan kak Malik, dan dengan Zion. Kenapa sikap mereka kekanak-kanakan, apa pada tidak ingat umur." gerutu Cristal.


****


Dengan tertatih, Cristal membawa Baby za untuk jalan-jalan keluar kamar, Karena dirinya terlalu suntuk jika harus berdiam diri di kamar.


Sambil memberi as* Cristal duduk di taman yang ada di halaman belakang, tiba-tiba di hampiri Zion yang memperhatikan dirinya sedari tadi.

__ADS_1


"Kenapa kamu keluyuran di sini? seharusnya kamu istirahat di kamar bersama baby Za." tegur Zion dari Belakang.


Cristal menoleh sejenak lalu kembali fokus dengan apa yang ia lihat.


"Aku bosan di kamar, aku hanya ingin menghirup udara segar di sini," jawab Cristal.


Zion pun duduk di samping Cristal, " bolehkah aku gendong keponakanku sebentar?"


"Tentu saja boleh, tapi jangan buat dia nangis ya." Cristal menyerahkan baby Za, perlahan ke pangkuan Zion.


Zion pun menimang bayi yang baru berusia beberapa hari itu tanpa malu-malu di depan Cristal.


"Sepertinya kamu sudah cocok untuk menjadi seorang ayah, tapi kenapa sampai sekarang kamu juga belum nikah? ingat usia Zion, nanti keburu tua."


Zion terkekeh sebentar, "Aku tidak akan menikah, karena aku tidak akan bisa membuat wanita yang aku nikahi bahagia. Jadi buat apa aku menikah? lebih baik aku menunggu saja, sampai orang yang membuatku seperti ini berhasil aku dapatkan."


"Apa kamu bilang?!"


Keduanya pun ngobrol bersama sambil bermain bersama baby Za. Tanpa mereka sadari seseorang sedang memperhatikan mereka, dan sudah menghidupkan api cemburu secara tiba-tiba.


"Sepertinya sudah cukup, aku membawa Putra keluar, aku harus kembali ke kamar sebelum mommy nanti marah."


"Ya baiklah, gak baik juga buat baby Za, berlama-lama di udara terbuka, dia masih terlalu rentan."


Cristal pun menaiki anak tangga untuk kembali ke kamar.


"Dari mana kamu sayang, membawa anak kita?" tanya Zack yang tiba-tiba meraih Cristal dan membantunya berjalan di anak tangga.

__ADS_1


"Mas Zack sudah pulang?!" tanya Cristal terkejut, ia mengira suaminya akan pulang malam seperti biasanya.


"Baru saja sampai, dan langsung melihat kamu yang berjalan kesusahan. Sepertinya aku harus menunggu lebih lama, untuk proses selanjutnya."


Cristal menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Zack. "Apa maksudnya proses selanjutnya? jangan bilang mas mau-"


"Ya aku mau lagi, dan kamu sebagai seorang istri tidak boleh menolak, tapi tidak sekarang."


"Gak mau, aku gak mau punya banyak anak, satu saja baru keluar, masa mau nambah lagi. Gak ah nunggu empat lima tahun ke depan." tolak Cristal dengan serius.


"Yah, keburu mati dong mas ini."


"Mas...!?"


"Bercanda." ucap zack saat sampai kamar. Cristal pun meletakkan baby Za di ranjangnya dan segera membantu Zack Menganti pakainya.


Cristal meraba dada bidang Zack tang terbuka dan langsung menyandarkan kepalanya di dada milik suaminya dan memeluk pinggangnya.


"Kenapa sayang?" tanya Zack sambil mengusap puncuk rambut Cristal.


Namun Cristal hanya menggeleng dan menenggelamkan wajahnya di dadanya,sambil menitikkan air mata, menumpahkan kesedihannya. Zack pun membiarkan sang istri untuk menumpahkan sedihannya ataupun rasa lelah yang lama ini selalu ia tutupi dan selalu berusaha menjadi wanita yang kuat dan mencoba untuk bahagia.


"Mas bisakah kita seperti dulu, saat kamu berpura-pura menjadi Zion dan berusaha menguatkan aku dengan berbagai caramu? Aku ingin sekali mengulang hal itu, aku sedang berada di titik itu sekarang."


"Ada apa sayang, ada masalah apa lagi? apa ada orang yang ingin menyakitimu? katakan padaku, jangan dipendam sendirian. Kamu itu istriku, tulang rusukku, jika rusukku tergores dan retak, maka aku akan merasakan sakit juga."


"Sebenarnya-" Cristal menghentikan ucapannya, saat baby Za tiba-tiba menangis. Cristal pun melepaskan pelukannya dan langsung menghampiri putranya itu untuk menenangkannya.

__ADS_1


"Ah, sekarang aku akan jadi yang nomor dua." saut Zack sambil berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Cristal pun hanya bisa melotot.


To Be Continued.


__ADS_2