Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)

Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)
ABD ~ 71 Membayangkan


__ADS_3

Baru saja Cica ingin keluar dari kamar Zion. Tubuhnya terdorong daun pintu, yang disebabkan Zahira tiba-tiba membuka pintu.


Zion terkejut, saat mendapati Zahira masuk tanpa permisi, namun ia juga merasa lega, karena Zahira tak melihat Cica yang kini berada di belakang pintu dengan posisi terhimpit, saat Zahira menyandarkan tubuhnya di daun pintu.


Saat Zion melirik Cica, ingin rasanya ia tertawa, melihat ekspresi Cica yang benar-benar terhimpit, layaknya seekor cicak yang terjepit di sela-sela pintu.


"Kak, mana pesanan ku, dari tadi gak diserahkan," pinta Zahira.


Zion segera mengambil paper bag dan segera menghampiri Zahira dan mendorongnya keluar agar Cica bisa bernafas lagi saat pintu ditutup.


"Sabaran dikit kenapa? besok pagi juga masih bisa kan. Ini pesananmu." Zion menyerahkan paper bag yang ada di tangannya itu.


"Makasih ya kak. Kak Zion baik banget deh." Zahira pun mencium pipi kakaknya itu, dan segera berlalu pergi. Zion pun menggeleng kepala lalu kembali masuk.


Cica yang sedang mengusap-usap keningnya, yang sakit akibat benturan tanpa sengaja, membuat Zion hanya bisa menahan tawa.


"Sakit?" tanya Zion.


"Gak kok, gak sakit, tapi sepertinya keningku akan tubuh benjolan." Jawab Cica dengan kesal dan masih terus mengusap keningnya.


Zion berlahan mendekati Cica yang berdiri di depan ranjang. Langkah pelan Zion yang semakin lama semakin dekat, dengan tatapannya memiliki banyak arti, membuat Cica salah tingkah, namun ia tak bisa bergerak, kakinya terasa kaku,tak bisa di geser walaupun seinchi.


Kini Zion benar-benar dekat hanya berjarak sekitar satu jengkal saja di hadapan Cica, hanya hembusan nafas Zion yang terasa menerpa wajahnya. Membuat Cica memejamkan matanya tanpa komando.


Jantungnya berdetak kencang, pikirannya melayang, menunggu sesuatu yang akan di lakukan Zion.


"Apa yang ingin dia lakukan? kenapa jantungku berdetak sangat kencang." gumam Caca, ingin rasanya membuka mata, namun begitu berat rasanya.

__ADS_1


Hal diluar dugaan, Zion meletakkan telapak tangan di keningnya yang terbentur, dan dengan kasar mendorongnya kebelakang. Membuat Cica yang tak siap terjengkang kebelakang dan jatuh di atas kasur yang berada di belakangnya.


Aaauuuhhhh...


Cica benar-benar terkejut dengan apa yang di lakukan Zion padanya.


"Apa yang kamu lakukan? sakit tau!"


"Kenapa? apa kamu berfikir kalau aku akan mengusap keningmu dan menciumnya atau kau jangan-jangan kamu berfikir aku akan mencium bibirmu? dasar otak mesum, terlalu menghayal" Saut Zion membuat Cica benar-benar kesal."


"Apa kamu bilang? otak mesum. Siapa disini yang mesum, aku atau kamu. Lama-lama aku bisa gila menghadapi sikap pria aneh seperti kamu." Cica pun bangkit berdiri dan mendorong tubuh Zion menjauh.


Segera saja, Cica keluar dari kamar Zion dan masih menggunakan bathrobe yang kedodoran itu.


Tanpa sengaja, keluarnya Cica dari kamar Zion di pergoki Zack yang baru saja keluar dari kamar.


Mendapati dirinya di pergoki, Cica langsung bergegas kembali ke kamarnya tanpa berkata apapun, begitu juga dengan Zack yang hanya membiarkan Cica melewati dirinya.


Keesokkan harinya, saat sarapan bersama, Cica membantu pelayan yang lain untuk menyiapkan sarapan dan saat Mommy Klara melihat, ada pandangan berbeda pada Cica.


"Kamu... nanti temui saya, setelah sarapan pagi. Ada yang ingin aku tanyakan secara pribadi denganmu." ucap Klara sambil menunjuk ke arah Cica.


"Iya nyonya." Jawab Cica dengan sopan. Sedangkan Zion hanya melirik saja.


"Mom, Cristal titip baby Za sebentar ya. Soalnya kak Malik, minta aku datang menemuinya, udah izin ke mas zack kok mom. Bener gak mas?" ucap Cristal yang hendak menitipkan putranya kepada Mommy mertuanya.


"Iya Mom, Cristal tadi sudah bilang., sebentar aja kok Mom."Saut Zack.

__ADS_1


"Baiklah. Mommy ini adalah Oma gaul yang paling pengertian dengan anak-anaknya. Seharian pun gak papa, Oma ini akan selalu siap untuk menjaga cucu-cucu di rumah sepanjang hari. Ia gak pa?" ucap Klara sambil melirik ke arah Kelvin sang suami.


"Cucu mah, bukan cucu-cucu, soalnya cucu kita baru satu." saut Kelvin.


"Iiihhh... papa, malah bercanda, gak dukung istri kesayangan ini." saut klara dengan manja.


"Gak malu kah ma, di lihat sama anak dan menantu. Sudah tua masih bertingkah seperti remaja."


"Iya nih Mommy, ingat usia Mom." Saut Zahira sambil cengengesan.


Mereka semua pun akhirnya menyelesaikan sarapan dan segera melanjutkan aktivitasnya masing-masing.


Cristal menyerahkan Za kepada Oma-nya dan segera berangkat untuk menemui Malik, Zack dan Zion pun berangkat bekerja, sedangkan Zahira kembali menikmati perawatan menjelang pernikahan yang akan di adakan dua hari lagi.


Tak ada kesibukan apapun di keluarga Casandro, semua persiapan sudah di serahkan kepada wedding organizer.


To Be Continued...☺️☺️


"Mohon maaf jika beberapa hari tidak bisa update, kerena kondisi sinyal yang agak susah di saat cuaca tidak menentu. Posisi Author dari provinsi Kalteng, jadi kendala sinyal masih sering terjadi, mungkin nyangkut di pohon sawit kali ya sinyalnya.🀭🀭🀭


Next sambil nunggu Update lagi, mampir ke karya Author yang lain ya, biar ada tambahan pemasukan 😁😁😁


Satu lagi, jika berkenan, readers bisa bagi sedikit tips buat penyemangat Author dengan melihat iklan yang di sediakan pdf. bisa di lihat saat klik hadiah, nanti akan ada pilihannya. Hanya iklan 30 dtk saja. Tapi gak maksa Lo, karena saya sadar, saya hanya Author remahan rempeyek.😁😁😁"



Masih tahap perbaikan/revisi, siapa tau ada yang mau masukan ke Fav dulu sambil menunggu revisi selesai.

__ADS_1



Ini sebenarnya karya tamat juga, jadi jangan kuatir kalau gantung, karena ini pindahan dari pdf sebelah, kalau ada yang mau nambah daftar fav, seneng deh rasanya.


__ADS_2