Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)

Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)
ABD~50 Kedatangan Malik


__ADS_3

Setelah selesai pekerjaannya, Malik pun segera melaju menuju alamat yang sudah di berikan Zack untuk memeriksa keadaan istrinya.


"Tuan, Dokter Malik sudah datang," ucap Rima memberitahu.


"Suruh masuk Mbak." Perintah Zack.


"Malik. Jangan bilang itu anak angkat Sonia dan Andra!" Tebak Klara saat mendengar nama Malik yang tak asing di telinga Klara. Zack hanya mengangguk dengan tebakan Mommynya.


Rima pun mengantarkan Malik masuk ke dalam kamar dimana Cristal yang masih tertidur.


"Maafkan aku Zack datang terlambat, tadi harus menangani pasien dadakan," jelas Malik.


"Untuk kali ini aku maafkan, tapi lain kali tidak. Sekarang lebih baik periksa keadaan istriku."


Malik pun melihat Cristal yang tengah terbaring di ranjang dan segera menghampiri untuk memeriksanya.


Bukankah dia yang tak sengaja menabrak aku tadi siang? ternyata dia istrinya zack!


Saat Malik hendak memeriksa, Cristal pun terbangun saat merasa ada stetoskop menyentuh kulitnya.


Menyadari istrinya terbangun, Zack segera menghampiri dan menggenggam tangannya.


"Sudah bangun sayang, bagaimana? apa masih mulas?" tanya Zack dengan cemas. Cristal hanya bisa menggeleng, tenaganya sudah habis terkuras, saat harus berulang kali masuk ke toilet.


"Dia harus di infus untuk mengembalikan cairan ditubuhnya." Sela Malik. Malik pun meraih tangan Cristal untuk memasang selang infus, tak sengaja Malik melihat sebuah tanda kecil yang ada di tangannya yang masih sangat ia kenali.


Malik menatap Cristal lalu kembali menatap tanda daun yang mengecil namun masih terlihat jelas.


Tidak mungkin dia Adinda, Zack bilang jika istrinya bernama Cristal. Tapi ini!? tanda ini, aku masih mengenalinya.

__ADS_1


"Kenapa Malik? apa ada masalah?" tanya Zack yang melihat Malik hanya memegang tangan Cristal.


"Ha-, ti-dak aku-" Malik pun segera memasang selang infus di tangan Cristal.


Setelah memeriksa Cristal, Malik pun menyarankan Cristal untuk kembali istirahat. Malik keluar terlebih dahulu dan menemui Mommynya Zack yang sedang membuatkan bubur untuk Cristal.


"Tante..." Panggil Malik dari belakang. Klara terperanjat dan langsung memukul Malik.


"Auuuhhhh ..., sakit Tante."


"Malik..., kenapa kamu mengagetkan Tante? untung hanya tangan Tante yang melayang, kalau tidak, panci ini sudah melayang di wajahmu."


"Jangan dong Tante, bisa melepuh nanti kulit Malik nanti." Jawab Malik sambil cengengesan.


"Maaf Tante belum bisa main ke rumah, Malik baru tugas di sini selama dua Minggu, jadi Malik masih sibuk untuk adaptasi dengan lingkungan rumah sakit di tambah lagi Zack memintaku untuk jadi dokter pribadi untuk mengawasi perkembangan janin istrinya." jelas Malik panjang lebar.


"Tidak papa sayang, Tante paham. Oya gimana kabar orang tuamu? lama sekali kami tak pernah kumpul bersama.


"Ngobrolin apa di belakangku?" tanya Zack yang baru saja muncul setelah menemani istrinya sebentar.


"Ngomongin kamu yang gak ngundang aku saat nikah, tinggal aku dengan Zion yang masih jomblo nie." Jawab Malik.


"Makanya buruan nyusul, biar kita sama-sama di panggil Daddy."


"Aku masih menunggu seseorang tau." celetuk mqlik.


"Ah kamu dari dulu, itu dan itu saja yang kamu katakan, sebenarnya siapa sih yang kamu tunggu?"


"Teman masa kecilku, kami sudah mengikat janji, kalau kami akan bertemu kembali untuk memutus ikatan setelah dewasa," jawab Malik sebelum kembali teringat dengan tanda yang ada di tangan Cristal.

__ADS_1


Sambil menunggu infus yang diberikan habis, Malik pun makan malam bersama.


"Malik cucuku baik-baik saja kan?" tanya Klara yang sedari tadi belum di tanyakan.


"Baik-baik saja Tante, lain kali tolong di awasi makanannya, sistem pencernaannya sangat sensitif selama masa kehamilan, apa lagi di usia kandungannya yang sekarang, tolong lebih di jaga lagi." Malik yang memiliki gelar dokter SpOG ini, sangat paham betul dengan kondisi kehamilan setiap wanita.


Setelah makan Malam, Malik pun minta izin untuk melihat kondisi Cristal sebelum pulang dan Zack pun mengizinkan.


Malik kembali menemui Cristal dan menatap kembali Cristal dengan rasa penasarannya, ingin sekali Malik bertanya langsung mengenai tanda yang ada di tangannya agar Malik bisa memastikan kebenarannya dan pencariannya.


"Adinda ..." Malik pun tiba-tiba mengeluarkan sepatah kata yang lolos begitu saja. Cristal langsung membuka mata saat telinganya mendengar seseorang memanggil nama masa kecilnya.


Cristal pun menatap Malik dengan seribu pertanyaan, darimana Malik tahu siapa nama masa kecilnya.


"Adinda... apa kamu Adinda?" tanya Malik menyakinkan. Cristal segera duduk dan bersandar.


"Dokter tau nama kecil ku? apakah kita pernah saling kenal?" tanya Cristal di tengah kesadarannya belum pulih seutuhnya setelah bangun tidur.


Malik meraih tangan Cristal dan menunjukkan tanda daun yang ada di tangan Cristal.


"Apa kamu ingat ini, kita membuatnya tiga hari sebelum kamu meninggalkan aku dan kamu sekarang malah melupakan aku." jelas Malik.


"Kau... Malik yang dulu..."


"Iya, ini aku Malik, pria kecil yang kamu tinggalkan pergi tanpa mengucapkan selamat tinggal. Apa ku tau, aku selama ini terus mencari kamu dan berharap bisa bertemu kamu kembali. Namun siapa sangka akhirnya aku bertemu denganmu setelah menjadi istri orang lain."


"Aku-"


TBC....

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak


__ADS_2