Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)

Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)
ABD~69 Andai


__ADS_3

Setelah cukup istirahat, Cica tak melakukan apapun, ia bingung apa yang harus di kerjakan sebagai pelayan Zion.


Melihat Cristal yang sedang membuatkan susu buat Baby Za, cica pun datang menghampiri.


"Kak Cristal." panggil Cica.


"Hm. Ada apa Cica?" tanya Cristal sambil membuat susu.


"Kakak gak marah, aku di pekerjaan tuan Zion untuk menjadi pelayannya. Maksudku-"


"Buat apa aku marah, itu kemauan dia dan aku tidak bisa melarangnya. Kecuali mas Zack yang mempekerjakan kamu maka akan ada perang dunia ke tiga, paham." jelas Cristal.


"Nah itu mas Zack, jika dia yang memperkerjakan kamu maka aku akan marah besar." Cristal menunjuk Zack yang baru saja masuk ke dalam rumah. Bola mata Cica mengikuti langkah Cristal yang menghampiri Zack.


"Jadi kak Cristal itu bukan istrinya Zion. Bodoh sekali aku. Kenapa bisa mengira jika kak Cristal istrinya Zion." gumam Cica sambil memukul jidatnya sendiri.


"Mas dah pulang? Zion juga sudah datang, dan dia bawa pelayan pribadi pulang, entah dapatnya darimana." jelas Cristal setelah menyambut suaminya.


Zack melirik Cica yang sedang mematung.


"Apa kau perempuan yang pulang bersama Zion? Apa dia sudah melakukan sesuatu padamu?" Tanya Zack blak-blakan, membuat Cica dan Cristal tercengang.


"Mas mau bertanya atau mau menyerangnya sih, disaring dulu kenapa!" tegur Cristal atas sikap suaminya.


"Apa aku salah bertanya? aku hanya ingin tau saja, jika memang iya, aku akan bilang sama Daddy buat nikahkan dia sekalian bareng dengan Zahira, selain itu biar aku tidak perlu was-was lagi dengannya." Saut zack dan Cristal pun mencubit lengan Zack.


Cica hanya bisa menggaruk kepala tak paham dengan situasi dan kondisi rumah Casandro. Sedangkan Zion yang membawanya masuk ke dalam rumah tersebut, masih tidur dan belum bangun sampai sekarang.

__ADS_1


"Cica..." panggil Zion dari dalam kamar.


Semua orang menatap ke arah kamar Zion, lalu melirik Cica.


"He..., Namaku di panggil." Cica pun bergegas menaiki anak tangga dan menuju kamar Zion.


Zack dan Cristal saling menatap heran.


"Jangan ikut campur, urus suamimu ini saja." Tegur Zack pada istrinya.


"Iya mas, maaf tadi aku hanya terkejut saja dengan sikap Zion, sebelumnya dia tidak pernah berteriak dari dalam kamar, kalau sampai Mommy tahu pasti akan marah dengan Zion." Cristal pun mengantar Zack dan menyiapkan pakaian ganti.


Cica untuk pertama kalinya mendapatkan panggilan setelah sah menjadi pelayan pribadi. menilik kamar Zion dari sudut pintu yang sudah ia buka. Ia memutar bola matanya memperhatikan sekeliling ruangan yang dapat di lihatnya.


"Wau... kamarnya besar sekali dan sangat rapi, ruangannya sangat besar dua kali lebih besar dari kamar kost." Gumam Cica sambil berkedip beberapa kali, menyakinkan jika yang dilihatnya itu nyata.


Cica pun berjalan pelan sambil mengagumi kamar Zion dan berhenti rapat di sisi ranjang.


"Ada pa tuan Zion?" tanya Cica.


Zion membuka selimutnya dan memperlihatkan wajah tampan saat bangun tidur


"Siapkan aku air hangat untuk mandi dan jangan lupa aromaterapinya. Aku ingin berendam." perintah Zion.


"Sekarang?"


"Tahun depan." Jawab Zion ketus lalu masuk kembali ke dalam selimut.

__ADS_1


Cica pun segera menyiapkan apa yang di perintahkan Zion. Yaitu menyiapkan air hangat dalam bathtub dan di tetesi aromaterapi yang sudah tersedia.


Sambil mengisi bathtub, sesekali Cica bermain air. Aromaterapi yang ada membuat Cica terasa nyaman dan betah berlama-lama.


"Kapan aku bisa jadi Cinderella, yang dipinang pangeran tampan yang kaya raya. Tinggal di istana yang megah dan menjadi putri yang di manja. Ah... alangkah bahagianya aku," ucap lirih Cica sambil membayangkan sesuatu yang di impikannya.


"Eemmm..." Zion berdehem, untuk membuyarkan lamunan Cica.


Cica benar-benar terkejut hingga membuatnya salah tingkah dan tanpa sengaja ia pun tergelincir dan hampir masuk kedalam bathtub. Reflek Zion menarik tangan Cica dan membawanya dalam pelukannya.


Cica tak bisa berteriak, ia hanya bisa menganga saat dirinya menyentuh tubuh Zion tanpa baju. Telinganya langsung bisa mendengar detak jantung Zion yang berdetak setiap detiknya.


Tangan kiri Cica tanpa sadar menempel di dada kanan Zion dan perlahan mengusapnya. Cica benar-benar mengaguminya hingga matanya tak bisa berkedip barang sedetik.


Byurrrr..


Cica masuk kedalam bathtub yang berisi air hangat.


"Mencari kesempatan." Ucap Zion yang melepaskan pelukannya dan membiarkan Cica kembali jatuh ke dalam bathtub yang seharusnya dari tadi itu terjadi, sebelum Zion menyelamatkannya.


"Tuan.... apa yang kau lakukan." teriak Cica sambil mengusap wajahnya yang penuh dengan percikan air.


Zion berbalik badan dan terseyum puas, " Lebih baik kamu mandi duluan, biar pikiran kotormu larut dalam air." ucap Zion sebelum meninggal Cica yang sangat malu itu.


To Be Continued


__ADS_1


visual Zion. kira-kira cocok gak ya? komentar ya.


__ADS_2