
Flashback...
"Bun, bolehkah aku kasih nama dia Adinda? Soalnya dia sendiri tidak tahu namanya dan Dia juga paling kecil diantara kami semua," ucap malik kecil yang berusia lima tahun yang di paksa untuk bisa berfikir diatas anak seusianya.
"Wah nama yang bagus sekali Malik. Nanti Malik juga bantu jagain Adinda ya sama seperti Lita, biar Dinda gak takut lagi." Ucap Emah ibu panti yang merawat sekitar dua puluh anak.
Malik mengulurkan tangannya untuk berkenalan, namun Dinda memilih sembunyi di belakang Emah kerena takut dan trauma. Malik tak kecewa justru dia malah memperkenalkan dirinya sendiri.
Selama berhari-hari, Dinda yang saat itu berusia dua tahun hanya bisa menangis setiap di tinggal sendirian.
"Cup.. cup... Jangan menangis Dinda, nanti setelah aku pulang, aku akan memberikan hadiah buat kamu," Malik menenangkan Dinda yang saat itu belum tahu apa-apa, namun perhatian malik memberikan kenyamanan dan rasa aman setiap bersama Malik. Dinda pun menghentikan tangisnya dan merubahnya menjadi tawa saat malik mengajaknya bermain.
Setelah bermain sebentar, Malik kembali meninggalkan Dinda dan kembali menjelang senja.
Sore itu Malik pulang dengan sebuah hadiah kecil dan untuk pertama kalinya Malik membelikan sesuatu untuk dinda.
Sebuah jepit kupu-kupu yang ia beli seharga dua ribu rupiah ia kenakan di rambut Dinda.
"Kamu suka Dinda?"tanya Malik dan Dinda mengaguk- angguk sambil memegangi jepit yang ada di rambutnya. Malik pun tersenyum dan rasa sayangnya pada Dinda semakin besar bahkan Malik bilang pada ibu panti akan menjaga Dinda seperti adiknya sendiri.
__ADS_1
*
*
Hari-hari berlalu begitu saja dan tak terasa dua tahun belalu dan kini Dinda sudah berusia empat tahun sedangkan Malik tujuh tahun Malik belum juga bersekolah.
Malik dan Dinda sudah seperti saudara yang tak terpisahkan, Malik selalu ada disisi Dinda hingga suatu hari tak sengaja Dinda terjatuh saat sedang kejar-kejaran dengan Malik juga dengan yang lain hingga membuat tangannya terluka. Malik yang melihat langsung menolong dan menenangkan Dinda agar tidak menangis dan meniup lukanya berulang kali agar Dinda tidak merasa perih.
"Akak sakit," ucap Dinda sambil terisak dan air matanya terus mengalir.
Malik mengambil pena yang ada di sakunya dan menggambar sekeliling luka di tangan Dinda menjadi bentuk daun.
"Ini daun, Akak ingin Dinda seperti daun dan Akak pohonnya. Biar Dinda dan Akak seling menjaga dan saling bergantung." Malik pun memeluk Dinda dengan penuh kasih sayang.
Dinda pun berjanji akan membuat lukisan yang ada di tangannya akan betap ada selamanya sebagai bentuk kasih sayang.
Malik pun meminta Dinda untuk berjanji, nanti saat sudah dewasa Dinda harus menjadikan dirinya sebagai orang pertama yang menjadi saksi saat dinda akan diperistri seorang pria pemilihannya.
Tak disangka pelukan itu adalah pelukan terakhir keduanya, tak ada yang tahu jika Dinda akan di adopsi oleh keluarga Aryo menjadi anaknya.
__ADS_1
*
*
Siang itu saat Malik dan yang lain pergi, Aryo dan istrinya kusuma datang untuk menjemput Dinda tanpa sepengetahuan Dinda sebelumnya.
"Dinda, diluar ada sepasang suami-istri ingin membawamu pergi untuk di jadikan anaknya, kamu harus ikut ya," ucap Emah membujuk.
"Tidak, Dinda takut, Dinda mau sama Akak, sama ibu juga." Dinda memeluk erat Emah tak ingin pergi dari panti.
Emah hasus ekstra membujuk Dinda agar mau ikut Aryo. "Dinda, di dalam boneka ini, ibu simpan kalung milikku, jaga baik-baik ya, jangan biarkan orang lain mengetahuinya ataupun mengambilnya darimu dan kamu juga harus janji untuk jadi anak yang baik." Pesan Emah sambil mengusap pucuk rambut dinda.
"Akak..."
"Tidak usah di tunggu Akak Malik, dia pulangnya masih lama, biar ibu nanti yang bilangkan kalau kamu pamit pergi."
Dengan terpaksa Dinda pun setuju untuk meninggalkan panti dan ikut pergi bersama Aryo dan kusuma, namun saat hendak masuk kedalam mobil,Dinda pun berubah pikiran tak ingin meninggalkan malik dan ingin berlari dalam pelukan Emah, namun di tahan Aryo dan di paksanya untuk masuk ke dalam mobil, tak perduli Dinda menjerit histeris dan terus meronta tidak ingin ikut dengan keluarga barunya.
Dinda pun akhirnya di bawa pergi Aryo meninggalkan panti agar bisa tinggal bersama keluarganya.
__ADS_1
TBC....