Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)

Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)
ABD~S2, Sikapi dengan dewasa


__ADS_3

Sepanjang langkah Cristal terus saja menangis, tak perduli lagi jika suhu udara semakin dingin. Kata-kata itu masih terngiang sepanjang jalan, "apa, apa yang harus aku lakukan? apakah Mommy juga sudah menemui mas Zack?"


Cristal menghentikan langkahnya saat mendapati seseorang yang ia kenal.


"Daddy... " Panggil Cristal, disaat Kelvin hendak masuk kedalam mobil yang singgah tepat di depan sebuah apotek.


Kelvin menoleh dan terkejut melihat menantunya berjalan seorang diri dan tubuhnya mulai Kedinginan.


Kelvin melepas mantelnya dan memberikannya kepada Cristal, "Kamu kenapa keluar malam-malam begini sendirian. Mana Zack? kenapa dia tidak bersamamu?" tanya Kelvin.


"Aku pergi sendiri Dad. Daddy bolehkah aku bertanya sesuatu? ini sangat penting dan juga menyangkut keputusanku."


"Ayo masuk ke dalam mobil, kita cara tempat yang nyaman untuk ngobrol. " Kelvin pun mengajak menantunya pergi ke salah satu cafe terdekat.


Mereka berdua duduk di sebuah cafe dan di temani secangkir kopi panas. Cristal yang tubuhnya Kedinginan, segera menyesap kopi capuccino sedikit demi sedikit. Suasana terasa hening, tak ada yang mau memulai duluan untuk berbicara.


"Sebenarnya apa yang ingin kamu bicarakan nak, katakan pada Daddy, apakah itu berhubungan dengan Zack?" ucap Kelvin membuka pembicaraan.


Cristal mengeluarkan amplop dari dalam tas dan memberikannya kepada Kelvin.


"Apa ini?" tanya Kelvin saat menerimanya.


"Tadi Cristal bertemu dengan Mommy dan Mommy memberikan itu pada Cristal, Mommy meminta ku untuk bercerai dengan mas Zack dengan alasan yang tidak jelas, Apa Daddy juga tau hal ini? atau kah Daddy juga menginginkan hal yang sama dengan Mommy."


Kelvin membaca sekilas, lalu meletakkannya kembali. "Lalu apa jawaban yang kamu berikan kepada Mommy mertuamu?" tanya Kelvin balik, Cristal menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak memberikan jawaban apa-apa, Mommy memberikan waktu satu Minggu untuk menandatanganinya, jika tidak maka Mommy akan mengambil Za dari Cristal. Dad, apakah kalian benar-benar Membenciku? aku sudah berusaha meminta maaf, atas kesalahan yang tidak aku perbuat, aku juga meninggalkan rumah dan menjauhi kalian semuanya sudah aku lakukan, walaupun sebenarnya aku di Fitnah, hanya Daddy satu-satunya orang yang masih percaya padaku, walaupun tak di tunjukkan secara langsung."

__ADS_1


Kelvin hanya menghela nafas, lalu mengambil cangkir yang berisi kopi dan menyeruputnya.


"Dia tidak berubah, Sejak kamu dan Zack di jodohkan dia sudah tidak setuju, ia ingin kamu dengan Zion bukan dengan Zack, karena suatu alasan, ternyata selama ini dia hanya pura-pura menerimanya, mungkin dia masih tidak terima perjodohan yang aku setujui."


"Aku juga tidak tau kalau istriku ternyata berani mengusik rumah tangga anaknya. Istriku memang sudah melewati batasannya sebagai seorang ibu, Kamu tenang saja nak, Daddy akan menegur Mommy mertuamu, dia tidak boleh ikut campur urusan rumah tangga kalian. Abaikan ancamannya, Daddy tidak akan membiarkan cucu Daddy ada yang melukai."


"Terimakasih Dad, aku hampir putus asa, tak tau keputusan apa yang aku ambil, aku tidak mau kehilangan mas Zack, Apa lagi sebentar lagi kami akan memiliki anak lagi."


"Dengarkan pesan Daddy kali ini, Bagaimanapun keadaannya, dan apapun cobaan yang kalian hadapi, selalu selesaikan dengan kepala dingin. Jangan pernah mengambil keputusan dengan emosi. Jika ada orang ketiga dalam keluarga, jangan mudah tersulut api yang mengakibatkan hancurnya rumah tangga, tapi bermainlah dengan cara yang cantik, dan buat suamimu mengagumimu bukan membandingkan kamu, karena aku merasa, dalam rumah tangga kalian akan diterpa badai untuk menguji bahtera rumah tangga kalian." ucap Kelvin saat sudah buka suara. selama ini ayah dari Zack, dan Zion ini tak pernah mau ikut campur urusan anak-anaknya, ia akan buka suara jika anaknya mengeluh padanya.


"Aku paham sekarang Dad. terimakasih Daddy, akhirnya aku bisa bernafas lega, dan aku akan hadapi tuntutan Mommy." Cristal pun akhirnya bisa mengukir kembali senyuman, setelah redup sesaat.


Kelvin pun ikut senang, melihat menantunya kembali ceria karena ucapannya.


Setelah bicara panjang lebar, Kelvin pun mengantarkan menantunya pulang, kerena hari juga sudah malam.


"Lain kali saja nak, sampaikan salam Daddy buat zack.Ingat kata-kata Daddy ya nak." Cristal pun mengangguk.


****


"Kenapa kamu ikut campur? jangan berlebihan ikut campur urusan anak-anaknya, karena kamu tidak ada hak di dalamnya." Tegur Kelvin tiba-tiba pada istrinya.


"A-apa maksudmu mas? aku tidak paham." jawab Klara dengan gugup.


"Aku bertemu Cristal dan dia sudah menceritakan semuanya. Sebenarnya apa sih yang kamu inginkan dengan mengusik kebahagiaan anak-anak." jelas Kelvin, membuat Klara benar-benar terkejut.


"Aku..., semuanya tidak seperti yang mas pikiran, ada sesuatu yang membuatku melakukan itu, aku mohon mas percayalah padaku."

__ADS_1


"Percaya?! sejak kapan aku tidak percaya padamu, tapi kali ini kamu sudah keterlaluan, jika sampai kamu tetap memaksa Zack dan Cristal bercerai, kita juga akan bercerai titik." Kelvin pun meninggalkan Klara dengan emosi.


Klara pun langsung terduduk di lantai, tubuhnya langsung lemas mendengar keputusan suaminya.


"Kenapa jadi begini? hiks... hiks..."


"Cristal, kenapa kamu berani mengadu. Sekarang apa yang harus aku lakukan, aku tidak mau kehilangan Zion dan aku juga tidak mau bercerai dengan suamiku. hiks... hiks..."


******


"Aku pulang," ucap Cristal saat masuk ke dalam kamar.


"Darimana saja kamu, kenapa jam segini baru pulang dan tidak memberi kabar sama sekali, apa kamu sedang merajuk padaku?" tanya Zack seketika tanpa menunggu istrinya bicara duluan.


Cristal datang menghampiri dan berdiri di depan Zack, menatap matanya, " Apa sudah selesai?" tanya Cristal membuat Zack diam sejenak, aura dingin muncul saat Cristal buka suara.


Tiba-tiba Cristal menghambur dalam pelukan zack, ia pun menangis terisak-isak di pelukan suaminya, membuat Zack bingung dan bertanya-tanya ada apakah dengan istrinya.


Zack pun mencoba menenangkan Cristal, " kamu kenapa sayang? kenapa kamu menangis? apa ada sesuatu yang terjadi? maaf aku tidak bermaksud memarahi kamu tadi." Cristal hanya menggeleng dan terus menangis.


"Jangan pernah tinggalin aku ya mas, hiks ... hiks..."


"Kamu kenapa? aku tidak akan pernah meninggalkan kamu sayang."


Cristal pun melepas pelukannya dan kembali menatap suaminya, "Apakah kamu pernah berfikir untuk bercerai denganku? aku takut mas, takut jika suatu hari kata itu mas ucapkan, aku belum siap mas, aku belum siap jika mas meninggalkan aku dan anak-anak,


aku belum siap untuk menjadi seorang janda. Tolang jangan tinggalkan aku, tetaplah bersamaku selamanya." ucap Cristal yang membuat Zack semakin bingung, datang-datang langsung membicarakan tentang perpisahan.

__ADS_1


to be continued ☺️☺️☺️☺️


__ADS_2