
Neil yang mendapat tugas menggantikan Adi untuk membantu Cristal mengenal seluk beluk perusahaan. Dengan serius Dinda mendengarkan semua penjelasan yang diberikan Neil dan terakhir memperkenalkan diri kepada karyawan perusahaan.
Keterkejutan semua karyawan terlihat jelas di wajah masing-masing yang tanpa sadar mengabaikan nona bos yang datang. Yang lebih terkejut lagi adalah Aina, perempuan yang sudah berani memerintah atasannya saat itu. Namun saat perkenalan Cristal tak mengungkitnya dan lebih fokus dengan dengan hal yang lebih penting.
Setelah semua selesai, Cristal ingin menyelesaikan urusannya yang belum selesai dengan perusahaan CS, karena belum menyerahkan surat pengunduran dirinya. Saat ingin kembali ke ruangan, Cristal berpapasan dengan wanita yang di lihatnya di dalam lift, sedang bersedih saat keluar dari ruang HRD.
"Hai kamu..." Panggil Cristal yang tak tahu nama wanita itu. Wanita itu pun menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya menatap Cristal.
"Iya." jawabnya sambil berusaha menghapus air matanya dan berusaha tersenyum.
"Ikut aku keruangan." perintah Cristal membuat wanita itu terkejut. "Neil, panggil HRD keruangan juga." perintah Cristal pada Neil, lalu segera kembali ke ruangan kerja di ikuti wanita itu.
"Kenapa kamu menangis saat keluar dari ruangan HRD?" tanya Cristal, "Apa kamu di tolak?" imbuh Cristal yang paham bagaimana rasanya saat sedang interview apalagi dengan beberapa saingannya.
"Iya nona bos, kata HRD penampilan saya kurang menarik jika menjadi sekertaris dan katanya saya lebih cocok jadi office girl, padahal pendidikan saya sudah sesuai dengan persyaratan dan bahkan saya juga punya pengalaman kerja walaupun hanya sebagai karyawan bukan sekertaris. Sebenarnya saya sangat membutuhkan pekerjaan ini, untuk membuktikan bahwa saya bisa bekerja di perusahaan terbesar di kota ini agar mereka semua tidak meremehkan saya lagi, selain itu saya juga ingin mengangkat derajat orang tua saya yang selalu di hina oleh saudara-saudaranya karena memiliki anak seperti saya." ucap Talita sekaligus curhat.
Cristal menghela nafas, Talita seperti cerminan dirinya yang dulu dihina dan di rendahkan hanya karena penampilan.
Tak lama Pria yang bernama Robi, HRD perusahaan datang menemui Cristal dan berdiri di samping gadis yang bernama Talita.
"Ada apa nona bos memanggil saya?" tanya Robi.
__ADS_1
"Apa alasannya kamu menolak Lita? dari CV lamaran kerja miliknya cukup bagus dan layak bergabung dengan perusahaan ini. Jangan kamu pikir aku tidak paham dengan hal seperti ini. Aku memang baru mengambil alih perusahaan, kamu tidak bisa menyeleksi pelamar pekerjaan dengan timpang." Cristal dengan tegas menegur Robi, dan menunjukkan posisinya Cristal di perusahaan. Cristal tak ingin perusahaan yang sudah di bangun orang tuanya memilih karyawan yang asal-asalan.
"Maafkan saya bos, dari penampilan saja, sudah sangat tidak menarik, bagaimana dia bisa berada di sisi bos saat bertemu dengan klien, yang ada akan mempermalukan bos dan juga perusahaan." Jawab Robi. Cristal yang merasa tersinggung pun langsung memukul meja menunjukkan kemarahannya.
"Aku butuh sekertaris yang bisa bekerja dengan baik bukan di lihat dari penampilannya saja, kamu paham. Aku mau dia jadi sekertaris ku, urus penerimaannya sekarang." Ucap Cristal dengan tegas.
"Baik nona bos." jawab Robi.
******
Setelah setengah hari menjadi nona bos, Cristal memutuskan pergi ke CS company untuk menyerahkan surat pengunduran dirinya secara langsung pada Zack.
Dengan di temani Neil, Cristal akhirnya sampai di depan Cs company dan tidak mengizinkan Neil ikut bersamanya. Cristal mengenakan masker untuk menutupi sebagian wajahnya agar karyawan Cs company tidak menyadari dirinya dan perubahannya. Setelah resepsionis mengatakan jika bisa bertemu dengan Zack, Cristal pun segera menuju keruangan Zack.
"Tidak, beri aku waktu satu menit lagi, baru kita bicara." Jawab Zack tanpa menatap. Cristal pun menghampiri meja Zack dan menyodorkan surat pengunduran dirinya pada Zack.
"Zack aku datang kesini untuk menyerahkan secara langsung surat pengunduran diriku dari perusahaan ini. Aku sudah memutuskan untuk meneruskan perusahaan papa, aku harap kamu menyetujuinya." Jelas Cristal. Zack pun menghentikan aktivitasnya lalu memandang Cristal lekat-lekat.
Tanpa bicara Zack mengambil minuman kaleng dan memberikan kepada Cristal, lalu Zack mendekati Cristal hingga keduanya kini begitu dekat.
"Apa yang kamu lakukan Zack? jangan dekat-dekat." Cristal mencoba menahan Zack agar tidak semakin mendekat karena dirinya sudah terpojok di sudut meja.
__ADS_1
Zack tanpa permisi, menyisihkan rambut Cristal yang terurai di wajahnya ke belakang telinga Cristal. "Setelah aku bertemu denganmu, aku langsung jatuh cinta pada gadis yang sudah di takdirkan menjadi istriku, dan aku mulai belajar banyak hal tentang bagaimana menjadi laki-laki yang disukai wanita, aku juga belajar banyak hal tentang bagaimana memanjakan seorang wanita yang sebentar lagi akan menjadi istriku." ucap Zack dengan lembut, dan meraih pinggang Cristal agar lebih dekat dengannya, Cristal yang tak siap pun langsung memeluk tubuh Zack, membuat wajah Cristal langsung memerah. Kali pertamanya Cristal memeluk seorang laki-laki.
"Apa kamu tahu, sebenarnya sejak awal kamu datang ke perusahaan ini, aku sudah mulai menyukaimu karena kamu berbeda dengan gadis lainnya, aku mencoba menahan untuk tidak melanjutkan ketertarikanku padamu karena aku sudah di jodohkan dengan orang tuaku, tapi setelah aku tahu kamu itu adalah jodohku, aku tak akan pernah melepaskan kamu lagi dari pelukanku." Bisik Zack di telinga Cristal.
"Zack, jangan seperti ini, aku tak terbiasa di perlakukan seperti yang kamu lakukan sekarang." Cristal benar-benar risih dengan sikap Zack yang tiba-tiba saja berubah, sosok dinginnya seperti mencair dan menunjukkan sisi lain Zack yang sebenarnya.
"Kamu nanti juga akan terbiasa, Setelah menjadi istriku, bahkan aku akan memanjakan kamu. Ingat sebentar lagi kita menikah." Zack menunjuk tanggal kalender yang menunjukkan hari pernikahan akan di laksanakan.
"Astaga, kenapa Zack bisa berubah begini, aku kira sikap dinginnya akan tetap dingin, kenapa sekarang dia membuatku merinding." gumam Dinda sambil terus berusaha melepaskan diri dari laki-laki tampan yang pernah menjadi bosnya itu.
"Zack lepaskan aku, malu nanti kalau ada karyawan yang datang."
"Katakan padaku, kalau kamu mau datang ke rumah untuk makan malam bersama keluargaku baru aku akan melepaskan kamu."
"Baiklah, baik, aku akan datang. Sekarang lepaskan aku atau..."
"Ya baiklah."Zack pun melepaskan pelukannya dan kembali mengambil minuman kaleng yang sepat ia letakkan di atas meja, begitu juga dengan Cristal, setelah merapikan pakaiannya ia pun meraih minuman kaleng yang tadi dari Zack.
Sikap Zack baru saja, membuat Cristal benar-benar malu, bahkan tak bisa berkata apa-apa lagi, namun Zack malah tersenyum melihat Cristal yang menjadi salah tingkah.
Tanpa di sadari, apa yang di lakukan Zack dan Cristal di lihat Zion yang hendak menemui Zack. namun Zion segera pergi sebelum ketahuan kehadiran dirinya yang menyaksikan kakak dan juga wanita yang disukainya sedang berduaan.
__ADS_1
_TBC....
✔️ jangan lupa tinggalkan jejak ☺️☺️☺️