Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)

Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)
ABD~60 Mengurus baby Za


__ADS_3

Cristal memutuskan tidak mempekerjakan babysitter, ia ingin merawat baby Za dengan tangannya sendiri. Masa lalunya yang tak mendapatkan kasih sayang orang tua. Cristal tak ingin putranya merasakan hal yang sama dengan apa yang pernah ia rasakan sebelumnya.


"Sayang, Za menangis terus. Cepat keluar! jangan lama-lama mandinyanya. Sudah siang juga nih, aku harus ke kantor," panggil Zack yang kebingungan menghadapi putranya yang sedang menangis, sedangkan Cristal baru saja mengguyur tubuhnya dengan air.


Baby Za terus menangis, membuat Zack semakin kebingungan. Untuk kali pertamanya, Zack mencoba mengurus putranya tanpa pembelajaran terlebih dahulu dan hasilnya ia pun kebingungan.


"Coba diperiksa diapersnya, Za biasanya kalau cerewet dia sedang Pup atau diapersnya sudah penuh. Tolong di urus sebentar ya mas! tanggung nih mandinya." saut Cristal dari kamar mandi.


"Apa? astaga, bagaimana ini ..." Pelan-pelan Zack melihat diapers yang dikenakan Za, dan benar saja, baby Za sedang pup dan itu sangat bau bagi Zack hingga membuatnya hampir muntah.


"Sayang, anak kita sedang pup nih, Cepetan dong mandinya!" Panggil Zack yang sudah tidak sabar.


"Mas bisa bantu gantiin kan, aku masih pakai sabun. Semuanya ada di dalam lemari. Ambil diapers, tissue basah, bedak, dan celana gantinya. Semangat mas, aku yang mas bisa melakukannya." seru Cristal sambil mencoba menahan tawa.


Bukan maksud Cristal mengerjai suaminya, namun semua terjadi karena kebetulan, dia sedang mandi dan Zack gak sabaran setiap mendengar baby Za menangis.


" Kamu pasti bisa Zack, kamu adalah papa Hero, hal seperti ini pasti mudah di lakukan." gumam Zack menyemangati diri sendiri.


Zack pun mengambil semua yang dibutuhkan sesuai ucapan Cristal dan dia butuh masker dan sarung tangan untuk membantunya.


"Kamu dan Mamamu sengaja ngerjain papa kan. Masih kecil sudah pandai kompromi dengan mama, apalagi nanti kalau sudah besar." Omel Zack dan tak terasa tangannya yang terus bergerak sudah membersihkan baby Za dari pupnya. Baby Za pun kembali nyaman dan kembali tidur setelah Zack menggendongnya.


"Maafkan aku mas"


"Huusssttt, jangan berisik Za sedang bobok." ucap Zack lirih sambil pelan-pelan meletakkannya kembali putranya di dalam box tempat tidur baby Za.


Cristal langsung menci*um pipi Zack, "Terimakasih mas, sudah membantu menjaga Za."

__ADS_1


"Hai.. dia anakku, sudah kewajibanku sebagai papa untuk ikut mengurusnya, Em boleh tambah sini?" tanya Zack sambil menunjuk ke bibirnya.


Zack pun langsung meraih pinggang Cristal yang masih mengenakan bathrobe, dan melakukan french kiss sesaat.


"Jangan buru-buru, mas masih harus menunggu lebih lama lagi, sebelum aku bisa menjalankan kewajibanku." cegah Cristal.


"Ya, baiklah, tapi lihat saja nanti, aku pasti balas dendam." Zack pun menci*um pipi istrinya dan beranjak untuk berangkat bekerja. Cristal pun hanya bisa menggelengkan kepala, melihat tingkah suaminya.


*


*


*


Sepanjang hari, Zack banyak menghabiskan waktu bergelut dengan pekerjaan, namun di sela kesibukannya Zack kerap kali senyum-senyum sendiri. Entah apa yang ada di pikirannya.


"Em, iya aku baik-baik saja, ada apa?" tanya balik Zack.


"Oh, tidak pak. Saya kira bapak sedang kesambet, saya perhatikan dari tadi bapak senyum-senyum sendiri."


"Benarkah? Ah otakku sepertinya sedang tidak baik-baik saja. Seharian yang ada di otakku hanya istri tercintaku saja. Sejak dia jadi ibu, auranya kecantikannya semakin buat aku sulit menghapusnya sejenak. Seperti saat pertama kali aku jatuh cinta padanya dengan penampilan polosnya dulu." ucap Zack tanpa malu-malu.


"Wah, sepertinya bapak sedang mengalami puber kedua, yang membuat bapak makin sayang sama istri. Dan saya perhatikan semakin hari bapak juga semakin tampan, eemm. Jangan-jangan kehadiran Baby Za menarik semua aura-aura gelap yang menyelimuti bapak dan istri." saut Veer sambil terkekeh. Zack langsung melemparkan pena yang ada di tangannya ke arah Veer.


"Jangan ngacau kamu."


"Eemmm... Ada apa ini?" tanya Zion yang baru saja masuk ke ruangan Zack.

__ADS_1


"Gak papa Zion. Ada apa kemari?" tanya Zack balik.


"Oh iya. Aku mau bilang, kalau aku saja nanti yang berangkat ke luar negeri. Kamu jaga istrimu saja di rumah, dia masih butuh kamu." ucap Zion.


"Bukankah kamu kemaren menolak, lalu kenapa tiba-tiba kembali mengajukan diri? tapi baiklah tak masalah. Lagian apa yang kamu katakan benar, istriku masih membutuhkan aku dan juga dia saat ini juga lagi sibuk mengurus pekerjaan di kantor." Zack pun menyetujuinya.


"Veer, tolong urus pembatalan tiket pesawatku dan boking tiket pesawat untuk Zion berserta perjalanannya ke Australia, dan pastikan jadwal kembali di saat pernikahan Zahira dua Minggu lagi." perintah Zack dan Veer mengiyakan.


Zion duduk dan menyandarkan punggungnya di sandaran sofa. Zack pun ikut duduk di sofa tunggu dan berharapan dengan Zion.


"Kenapa kamu tiba-tiba ingin pergi ke Australia? Aku tahu ini pasti ada alasan lainnya. Sejak dulu kamu selalu memintaku untuk pergi, tapi kali ini membuatku terasa aneh melihat perubahan pikiranmu!"


"Tidak ada masalah apa-apa, aku hanya ingin menghindar dari kejaran Mommy yang memintaku untuk menikahi gadis pilihannya. Aku tidak mau dan aku tidak ingin menikah, karena aku tidak yakin bisa membahagiakannya." jelas Zion.


"Jangan mengambil kesimpulan dulu Zion. Mommy tidak mungkin memilihkan gadis sembarangan, pasti sudah di pertimbangkan semuanya." bujuknya. Zack pun sebenarnya mengharapkan agar Zion segera menikah, agar kembarannya itu bisa melupakan istrinya yang disukainya.


"Apa kamu juga setuju dengan keputusan Mommy? Zack aku ini bukan Zahira yang bisa dengan mudah di bujuk Mommy. Kamu harus ingat Zack, aku bisa melakukan apapun, jika aku mau dan jangan buat aku melakukan itu." Sedikit ancaman Zion membuat Zack tersenyum kecut.


"Baiklah, jika itu maumu, aku tidak akan ikut campur, bahkan jika ada masalah denganmu lagi aku tidak mau terlibat. Sudah cukup aku mengikuti semua keinginanmu dan hampir saja aku kehilangan Cristal yang kini jadi istriku. Silahkan lakukan sesuatu sesuka hatimu." Dengan kesal Zack pun meninggalkan Zion dari ruangan.


"Sial, kenapa kau harus mengalami masalah dengan saudaraku sendiri. Zion benar-benar keras kepala.Ingin sekali aku menghancurkan kepalanya." gerutu Zack.


"Zack... Zack..." Zion pun memanggil Zack beberapa kali namun tak di dengarnya. Zion pun tampak kesal, dan ia pun segera meninggalkan ruangan dan berusaha mencari Zack.


"Dasar kakak bodoh, dia pikir aku sama bodohnya dengannya. Kalau bukan karena Cristal, aku tak mau mengalah Zack."


Zion pun kembali ke ruangannya untuk menyelesaikan pekerjaannya sebelum ia berangkat ke Australia.

__ADS_1


To Be Continued


__ADS_2