
Zion membawa Cica pulang, dan sudah menyiapkan sebuah rencana untuk membalas Cica.
Sesampainya di rumah hanya Cristal dan Baby Za saja yang menyambut kedatangan Zion.
"Halo Baby Za, aku sudah merindukanmu." sapa zion dan mencium kening keponakannya itu dan mengambil bayi mungil itu dari tangan Cristal.
"Kok sepi, pada kemana orang rumah? seharusnya mereka menyambut kedatanganku." protes Zion.
"Kau datang terlambat, mereka sedari tadi menunggu. Mommy dan Daddy sedang melihat persiapan gedung resepsi. Zahira pergi bersama kak Malik dan mas Zack masih ada rapat. Jadi mereka semua memintaku untuk menunggu kedatanganmu." Jelas Cristal namun mata Cristal tak henti memperhatikan gadis yang di ajak Zion pulang.
"Zion bisakah kamu jelaskan siapa dia? kenapa tidak kamu kenalkan padaku dan kamu ajak masuk. Apa kau akan membiarkan dia berdiri terus disini."
Zion melirik Cica sejenak, lalu kembali menimang Za.
"Zion..." ucap Cristal lagi.
__ADS_1
"Iya... baiklah. Dia cica, dan dia akan tinggal disini." jelas Zion singkat.
"Oh... Halo Cica selamat datang di kediaman Casandro. Aku yakin kamu pasti orang spesial bagi Zion sampai ia membawamu langsung kemari. Kenalkan aku Cristal, menantu keluarga ini." Sapa Cristal, lalu mengulurkan tangannya untuk berkenalan.
"Halo kak, aku Cica. Senang berkenalan. aku datang kemari hanya mengikuti perintah Zion."
"Perintah?! apa maksudmu?" Cristal langsung menoleh ke arah Zion penuh dengan tanda tanya.
"Apa?! jangan mengintimidasi. Aku menemukannya terlunta-lunta di negeri orang dan aku memungutnya dan ingin memberinya pekerjaan. Eemmm setelah aku pikir-pikir Mungkin dia bisa menjadi pelayan pribadiku, makanya aku bawa kemari." tutur Zion menjelaskan.
"Apakah dia istrinya Zion? kenapa dia begitu patuh dengan wanita ini. Apa dia tidak marah membawaku ke dalam rumah ini." Gumam Cica yang sedari tadi tak banyak bicara.
"Baik kak."
Zion pun mengantarkan Cica ke salah satu kamar pelayan yang masih kosong.
__ADS_1
"Kamu akan tinggal di kamar ini dan ingat kamu hanya menjadi pelayanku, jadi kamu hanya harus patuh padaku." jelas Zion.
"Jadi kamu memberikan aku pekerjaan sebagai seorang pelayan? aku kira-"
"Kamu kira aku akan memberimu pekerjaan di kantorku? jangan mimpi. Masih untung aku mau menampungku, kalau tidak kamu pasti masuk bui."
"Apakah terbesit dalam pikiranmu, kalau kau akan melaporkan aku ke polisi? Kan aku sudah bilang kalau aku akan membayarnya tapi butuh waktu." jelas Cica yang tersudut.
"Makanya, sebelum menjebak orang pikirkan dulu akibatnya, dan sekarang apa yang bisa kamu lakukan selain menurut atau penjara menanti. Oya satu hal lagi, panggil aku Tuan karena aku majikanmu." Secara tidak langsung Zion menegaskan hubungan antara keduanya hanyalah sebatas majikan dan pelayan.
Cica pun kini hanya bisa pasrah, masuk ke dalam kandang serigala dan semua terjadi karena kesalahannya sendiri.
"Yang dikatakannya memang benar, ini adalah kesalahanku sendiri, seharusnya aku berfikir dua kali sebelum melakukannya waktu itu. Sekarang yang bisa aku lakukan hanya bisa bertahan dan bisa segera melunasi hutangku padanya." Cica pun menghela nafas penuh penyesalan, tak tahu jika semuanya akan jadi begini. Kini ia hanya bisa berharap pada takdir.
To Be Continued
__ADS_1
Visual Cica, gimana cocok gak ya? jangan lupa tinggalkan komentarnya.☺️