Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)

Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)
ABD -74


__ADS_3

Sambil merapikan jas yang di kenakan, Robert keluar dari dalam mobil dan membawa buket bunga mawar dan juga paper bag. Ia pun segera melangkah masuk ke dalam rumah sakit, berjalan menyusuri lorong sambil menyunggingkan senyum manisnya dan sesekali menghirup aroma mawar yang ia bawa hingga langkahnya terhenti di depan pintu kamar dimana Cristal di rawat.


Robert pun kembali merapikan pakaiannya, dan melangkah masuk dengan penuh percaya diri.


Suara langkah sepatu yang beradu dengan lantai, mengusik pendengaran Cristal yang tengah tertidur hingga membuatnya terbangun.


Saat Cristal terbangun, tepat di sampingnya berdiri seorang pria paruh baya yang sedang memegang buket bunga dan tersenyum ke arah Cristal.


" Tuan Robert." Kata yang keluar dari mulut Cristal dalam keterkejutannya, tak menyangka seorang CEO cobra datang langsung menjenguk dirinya.


"Bagaimana keadaanmu Nona Cristal?" tanya Robert sambil menyerahkan buket bunga kepada Cristal dan Cristal pun menerima dan membalasnya dengan senyuman.


Cristal menoleh kesamping kiri mencari keberadaan Zion dan Cica namun tak mendapatinya.


' Kemana mereka? apa mereka sudah pulang saat aku tidur?' gumam Cristal lalu kembali fokus kepada Robert.


"Tuan Robert tahu dari mana saya sedang di rawat di sini? Saya kira tidak ada orang lain yang tau selain keluarga saya?" tanya balik Cristal.


"Tidak perlu di jelaskan aku tau dari mana, yang terpenting sekarang aku datang untuk menjenguk mu, dan aku lega kamu baik-baik saja." jelas Robert.


"Terimakasih Tuan, sudah menyempatkan waktu buat menjenguk saya di sela jadwal Tuan yang saya rasa pasti padat. Dan ini sebuah kehormatan buat saya, bisa di jenguk langsung sama tuan Robert."


"Demi Nona Scorpio, apapun bisa di atur. Oya hampir lupa, ini aku bawakan sesuatu untukmu. Ini salah satu makanan dari restoran Cobra yang akan launching, Aku ingin Nona menjadi orang pertama yang mencobanya, aku harap Nona mau mencobanya." ucap Robert sambil mengeluarkan sebuah kotak yang berisi sepaket menu makanan.


"Wah... sepertinya ini sangat enak, boleh saya mencicipinya?" tanya Cristal yang sudah tak sabar mencobanya dan kebetulan dia juga sedang lapar.


Suapan pertama di mulut Cristal rasanya sudah menggoyang lidah, suapan pertama sudah membuat siapapun yang memakannya akan ketagihan, termasuk Cristal yang ingin menyuap lagi-lagi dan lagi.


Saat suapan terakhir, Zack tiba-tiba muncul dan membawa makanan untuk Cristal.

__ADS_1


"Tuan Robert, anda di sini!" Ucap Zack yang tak menyangka, namun tatapan Zack pada Robert sangat berbeda dari sebelumnya. Kali ini Zack terlihat kurang suka dengan kehadiran Robert.


"Tuan Zack, tidak keberatan saya menjenguk istri anda kan?" tanya Robert.


Zack melirik istrinya dan menggelengkan kepalanya, membuat Zack mengerti harus menjawab apa.


"Anda bicara apa tuan? istri saya pasti sangat senang ada orang lain yang datang menjenguknya selain suaminya sendiri, apa lagi yang menjenguk anda," Secara halus, ucapan Zack menyindir Cristal sekaligus Robert.


Robert hanya terkekeh, sedangkan Cristal memanyunkan bibirnya merasa tersinggung dengan perkataan suaminya.


Robert melirik jam tangannya ," Sepertinya aku harus pergi sekarang. Semoga cepat pulih Nona Cristal, dan tuan Zack saya permisi dulu." Robert pun meninggalkan Cristal di antarkan Zack sampai pintu.


Setelah di rasa Robert sudah jauh, Zack pun kembali dan menghampiri Cristal yang masih saja cemberut.


"Eemmm..." dehem Zack.


"Sepertinya aku salah bicara ya. Em... tapi sepertinya ucapanku benar." sindir Zack lagi.


"Gak, aku cuma gak suka, lihat tatapan matanya setiap melihat kamu. Aku pria dan aku bisa membaca pikirannya dari tatapan matanya, sepertinya dia tertarik padamu. Tapi selama kamu menjadi istriku, tak akan aku biarkan siapapun termasuk dia menggoda kamu."


"Gak mungkin mas, dia itu sudah punya istri dan istrinya sangat cantik, gak mungkin dia tertarik padaku yang jelas-jelas milik mas." sanggah Cristal.


"Terserah kalau gak percaya. Aku hanya ingin mengingatkan padamu, kau itu istriku, jangan sampai kepolosan mu dimanfaatkan untuk menghancurkan rumah tangga kita."


Cristal meraih tangan Zack yang sedari tadi dilipat di dadanya, lalu menggenggamnya. "Dengarkan aku mas, sampai kapanpun, aku akan tetap setia, tidak ada pria lain yang bisa menggantikan posisi mas di dalam hatiku. Aku tidak ingin lika-liku kisah kita ternodai dengan ketidak percayaan." Cristal pun mencium punggung tangan Zack.


*****


"Bukankah itu mobil tuan Robert? sedang menjenguk siapa dia disini?" gumam Cica saat tak sengaja melihat mobil yang di kendarai Robert keluar dari rumah sakit, dan saat itu Cica baru saja masuk bersama Zion setelah makan malam.

__ADS_1


"Kenapa ca?" tanya Zion yang memperhatikan ekspresi Cica berubah.


"Tidak papa, aku hanya barusan melihat mobil milik mantan majikan ku keluar, aku pikir siapa yang dia jenguk." jelas Cica.


Mereka pun kembali menemui Cristal di rumah sakit.


Saat masuk dua pasang mata menatap kedua insan yang menyelonong masuk tanpa permisi.


"Darimana kalian? aku bangun tadi nyari kalian sudah tidak ada." tanya Cristal.


"Maaf aku pergi gak bilang-bilang, tadi aku sama Cica keluar sebentar cari makan." jelas Zion.


Cica melirik kotak bekas makanan yang di bawa Robert masih berada di atas nakas, dan terlihat jelas nama restoran Cobra tercetak jelas.


'Bukankah itu... apa mungkin tuan Robert datang menjenguk Nona Cristal? Ah mungkin mereka berteman, secara Nona Cristal konglomerat juga, wajar kalau mereka saling kenal.' gumam Cica pada dirinya sendiri.


Zack pun mengajak Zion pergi sebentar meninggalkan Cristal bersama Cica.


"Kamu kenapa ca? aku perhatikan dari tadi, pandanganmu tertuju ke kotak ini." tanya Cristal.


"Aku... Eemmm tidak, aku hanya kagum dengan desain kotaknya, pasti itu makanan mahal ya."


"Sepertinya..., Oya Ca, bagaimana kabar putraku, apa dia cerewet dengan Oma-nya?"


"Baby Za, sangat pintar Non, gak cerewet sama sekali, mungkin dia tau kalau mamanya sedang sakit, jadi dia ngerti." jelas Cica sambil cengengesan.


"Sok paham, tapi syukurlah kalau begitu, Sebenarnya aku ingin pulang saja, tapi dokter belum mengizinkan." ucap Cristal dengan kecewa, kerena harus meninggalkan Za seharian dan tak bisa melihatnya atau menggendongnya.


"Sabar Non, lebih baik non banyak-banyak istirahat, biar segera pulih."

__ADS_1


To Be Continued ... ☺️


__ADS_2