Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)

Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)
ABD-S2 Pulang kembali


__ADS_3

Zack segera mengemasi pakaiannya dan memasukkannya dalam koper, ia juga membawa beberapa barang milik mantan istrinya dan juga putranya untuk menemaninya di kala rindu.


Zack duduk di sisi ranjang, dan mengedarkan pandangannya ke seluruh kamar, kenangan saat Cristal dengan cerewet menata kamar sesuai keinginannya. Tawa renyah dan canda kala itu, membuatnya rindu ke masa itu.


'Aku rindu kita seperti dulu. Aku menyesal, sudah mengabaikan pendapatmu hanya demi janin yang belum lahir.' ucap Zack dalam hati. penyesalan terus saja mengiringi setiap langkah dan setia ia mengingat Cristal.


Setelah cukup lama, mengenang masa-masa bersama dulu, Zack pun keluar dari kamar dan membawa kopernya. Sedangkan di bawah Asiah dan yang lain sudah menunggu Zack turun, mereka turut sedih atas kejadian yang menimpa keluarga majikannya itu.


"Tuan..." ucap Asiah dengan sedih dan Zack hanya mengangguk sebelum berbicara.


"Aku telah memutuskan, untuk mengosongkan rumah ini. Mulai besok Kalian akan berhenti bekerja dan Kalian bisa mencari pekerjaan di tempat lainnya. Kerena aku akan kembali ke rumah orang tuaku. Ini gaji kalian plus bonus kerja kalian sudah aku siapkan. Aku harap kalian bisa memaafkan aku dan Cristal jika selama menjadi majikan kalian, ada tutur kata, perbuatan, atau apapun yang menyakiti hati kalian tolong maafkan kami, dan aku minta juga, doakan Cristal agar segera sadar dan kondisinya membaik." ucap Zack sebagai majikan untuk yang terakhir kalinya.


"Tuan dan Nyonya begitu baik kepada kami, bahkan sudah menganggap kami seperti keluarga. Kami merasa sangat kehilangan sekali. Terimakasih tuan, atas semua kebaikan yang diberikan Tuan dan Nyonya, tak ada yang bisa Kami lakukan untuk membalas kebaikan tuan selain mendoakan Tuan dan Nyonya menjalani kehidupan yang lebih baik lagi."


Zack pun menyerahkan amplop yang berisi uang gaji dan juga bonus kepada semua pelayannya, setelah itu Zack baru pergi meninggalkan rumah yang sudah lima tahun di huni bersama.


Sesuai jadwal yang di informasikan, Zack segera menuju ke bandara untuk memastikan keberangkatan mantan istrinya.


Di bandara, Zack berdiri di kejauhan menyaksikan Cristal bersama dokter dan juga perawat yang mendampingi yang beru saja datang begitu juga Za yang datang bersama Alira dan juga Alstar.


"Tunggu aku, sayang. setelah semuanya selesai aku akan datang menjemputmu, membawamu kembali untuk menjadi pendamping ku lagi. Untuk saat ini kita berpisah sejenak, aku harap kamu segera sembuh. Aku titip putra kita, jaga dia baik-baik sampai aku datang menjemput. "Ucap Zack dari kejauhan.


Setelah melepas kepergian Cristal dari kejauhan, Zack segera meninggalkan bandara dan segera melaju menuju rumah Casandro. Di sanalah Zack akan menyelesaikan masalah yang sudah membuat keluarganya hancur.


Klakson mobil di bunyikan Zack, saat ia hendak masuk, penjaga pun dengan segera membuka gerbang dan membiarkan mobil Zack masuk ke halaman.


Zack segera keluar dan membawa kopernya, masuk kedalam rumah.


"Tuan Zack." ucap pelayan yang melihat Zack datang membawa koper.


"Zack...." ucap Klara yang terkejut mendapati putranya kembali, setelah pertengkaran semalam. Pandangan Klara beralih ke koper yang ada di samping Zack.


"Zack ada apa ini?" tanya Klara bingung dan segera menghampiri putranya.

__ADS_1


"Sudah aku lakukan keinginan Mommy, aku sudah bercerai dengan Cristal. Apa Mommy puas Sekarang, keinginan Mommy sudah terwujudkan dengan memisahkan aku dengan Cristal." Jelas Zack dengan acuh.


"Mommy...."


"Mulai sekarang aku akan tinggal disini." ucap Zack dingin, ia pun berjalan meninggalkan Klara dan kembali ke kamarnya yang dulu, tanpa menunggu mommynya menyelesaikan ucapannya.


Klara yang masih tak percaya hanya bisa mematung. Jika Putranya bercerai maka pernikahannya juga akan terancam.


"Ada apa Mom berdiri mematung di situ?" tanya Zion yang baru datang.


"Saudaramu Zack dia kembali ke rumah ini." jelas Klara.


"Kembali maksud Mommy?!"


"Kembali tinggal bersama kita " jelas Klara. Ia pun segera ke dapur untuk minum dan meyakinkan diri apa yang di dengarnya benar.


Saat masuk ke dalam kamar, Zack segera mengedarkan pandangannya, memperhatikan setiap sudut kamar yang nampak setiap sama seperti dulu.


****


Keesokan paginya, Cica terkejut melihat Zack yang keluar dari kamarnya berjalan mendekati semua keluarga yang sedang menikmati sarapan.


"Zack ada disini?" gumam Cica dan wajahnya seketika berubah pucat.


Zack duduk berhadapan dengan Cica, dan Zack menatap tajam Cica yang berusaha memalingkan wajahnya.


"Zack, sarapan dulu nak." Ajak Klara.


Zack hanya mengambil sepotong roti dan melapisinya dengan selai untuk mengisi perutnya yang kosong.


Sikap Zack sangat berubah, ia menjadi lebih dingin terhadap keluarganya dan tak banyak bicara.


"Zack kenapa hanya makan roti, itu tidak akan mengenyangkan perutmu." tegur Klara sebagai seorang ibu.

__ADS_1


"Ini sudah cukup Mom, bagaimana aku bisa makan dengan kenyang, sedangkan orang yang berbahagia di atas perceraian ku masih ada disini." jawab Zack membuat Cica langsung tersedak dan segera meminum air dalam gelas sampai habis.


"Kamu tidak papa sayang? tanya Zion sambil menepuk pundak istrinya.


"Aku tidak papa, hanya tersedak saja. Mas aku kembali ke kamar duluan. Mas dan yang lain lanjutkan saja sarapannya."


Cica pun bergegas kembali ke kamarnya. Ia segera mengambil ponselnya dan segera menghubungi seseorang.


📱


"Pa, gawat pa." ucap Ara langsung saat panggilannya di angkat.


"Ada apa ca, apa yang terjadi?" tanya orang yang seberang sana.


"Pa, Dia kembali. Sepertinya dia mengetahui semua yang sudah kita lakukan pa, apa yang harus aku lakukan pa, aku takut jika di punya bukti buat menyeret ku ke kantor polisi, aku tidak mau di penjara pa, apa yang harus aku lakukan." rengek Cica dalam ketakutannya.


" ... ."


"Baiklah pa aku kan berusaha, mudah-mudahan semua orang akan tetap percaya padaku. Aku matikan dulu pa, takut mas Zion tau." Cica pun segera mematikan panggilannya dan pura-pura istirahat saat menyadari Suaminya masuk ke kamar.


"Sayang, apa kamu sakit?" tanya Zion dan memeriksa suhu keningnya.


"Sepertinya iya mas, aku mulai meriang." Jawab Cica.


"Sudah minum obat?"


"Sudah mas, aku mau istirahat dulu mas, biar segera membaik"


"Baiklah, cepat sembuh ya, Kalau begitu aku berangkat bekerja dulu." Zion mencium kening Cica lalu pergi meninggalkannya.


Setelah Zion pergi, Cica menghembuskan nafasnya dengan kasar, "Untung mas Zion percaya kalau aku pura-pura sakit, aku harus mencari cara agar mas Zion tetap percaya kalau seandainya Zack mengungkapkan sesuatu tentang diriku." Cica pun semakin gelisah dengan keadaan yang tak terduga itu.


To be continued ☺️☺️☺️

__ADS_1


__ADS_2