Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)

Aku Bukan Dora (Membuatmu Menyesal)
ABD 73


__ADS_3

"Zion... untuk kamu cepat pulang nak." ucap Klara yang sudah menunggu kedatangan Zion.


"Ada apa Mom?"


"Cepat pergi ke rumah sakit, jenguk kakak ipar mu, dia masuk rumah sakit. Mommy tidak bisa jenguk, soalnya Za ada sama Mommy. Zack beberapa kali Mommy hubungi juga tidak di angkat, Mommy kuatir dengan ke adaan Cristal."


"Cristal kenapa Mom? kenapa tidak ada yang memberitahuku?" Zion pun langsung panik dan ia pun bergegas hendak pergi.


"Tunggu dulu zion!" Klara menghentikan langkah Zion.


"Ada apa lagi Mom, bukannya Mommy menyuruhku segera pergi ke rumah sakit?"


"Bawa Cica bersamamu." pinta Klara pada putranya.


"Mommy, dia agak ada gunanya ikut, yang ada di sana dia malah nyusahin aku lagi." tolak Zion namun Mommy Klara tetap memaksa Zion untuk membawanya dan dengan terpaksa Zion pun mengajak Cica.


Cica pun bergegas membuntuti Zion menuju ke mobil dan hendak masuk ke kursi belakang.


"Hai... ngapain kamu duduk di belakang? aku ini bukan supirmu." protes Zion.


"Lalu aku harus duduk dimana?" tanya balik Cica.


"Pikir saja sendiri." jawab singkat zion. Cica pun melirik jok samping Zion yang kosong. Cica langsung paham dan segera pindah tempat duduk, dan sekarang pindah di jok depan di samping Zion yang menyopir mobilnya sendiri.


"Pasang sabuk pengamannya, biar nanti kamu gak terpental keluar nanti."


"Baik-baiklah, jangan galak-galak kenapa, nanti cepat tua." Saut Cica sambil memasang sabuk pengamannya sendiri.


Setelah dirasa Cica sudah siap, Zion pun segera tancap gas meninggalkan rumah dan segera menuju rumah sakit tempat dimana Cristal di rawat.


"Apa yang ditanyakan Mommy tadi pagi? sampai Mommy memintaku mengajakmu. Aku yakin kamu pasti sudah mengguna-guna Mommy sampai dia bisa patuh dengan Mommy." tanya Zion yang penasaran.


"Tidak, nyonya cuma nanya usiaku, pekerjaanku, nama orang tuaku dan juga apa aku ini pacarmu." jawab Cica dengan polosnya, membuat Zion terkejut dan hampir saja menghentikan laju mobilnya secara mendadak.

__ADS_1


"Apa yang mau lakukan, kau hmpir membuatku jantungan." protes Cica sambil mengelus dada. Zion pun tak menggubris dan kembali melanjutkan mobilnya hingga sampai di rumah sakit.


Setelah mematikan mesin mobilnya Zion menggeser posisi duduknya dan kini menatap Cica dengan dengan tatapan tajam.


"Apa jawabanmu dari pertanyaan mommy?" tanya Zion menyelesaikan rasa penasarannya.


"Pertanyaan yang mana?" tanya balik Cica pura-pura lupa.


"Jangan berlagak pikun kamu, kau bilang mommy bertanya, mengenai hubungan kita." Zion memperjelas pertanyaannya.


"Ooohhh yang itu, aku tidak jawab apa-apa cuma mengangguk-angguk aja, tanpa sadar pertanyaan mommy mu itu menjebak." jelas Cica dengan santainya.


"Dasar bodoh, kau sudah membuat Mommy salah paham. Pantas saja Mommy ngotot minta aku membawamu. Pokoknya aku gak mau tau, nanti setelah kita kembali, kamu harus jelaskan semuanya ke mommy, atau aku akan membuatmu menyesali jawabanmu itu." ancam Zion yang sangat kesal.


Zion pun segera keluar dari dalam mobil dengan kesal, sampai ia pun membanting pintu mobil yang membuat Cica sedikit terkejut, Cica pun segera menyusul Zion dan membuntutinya lagi.


Tanpa permisi Cica meraih lengan Zion, agar bisa berjalan bersama. Zion mencoba melepaskan tangan Cica dari lengannya, namun Cica makin mempererat genggamannya, sambil tersenyum menatap Zion yang kesal.


Keduanya pun menyusuri lorong menuju kamar rawat VIP tempat Cristal di rawat dan sesampainya di sana, Zion mendapati Cristal sedang istirahat seorang diri dan tak melihat tanda-tanda keberadaan Zack.


"Cristal, apa yang terjadi, kenapa kamu bisa jadi begini, aku benar-benar tidak tahu, jika bukan mommy yang bilang aku tak mungkin tahu." ucap Zion sambil menggenggam tangan kanan Cristal.


"Aku tidak papa Zion. Hanya saja tadi pagi ada mobil yang hampir mencelakai kami. Kamu tahu sendiri kan aku masih trauma, makanya aku pingsan dan lihatlah sekarang aku terbaring di sini." jelas Cristal yang mulai terlihat membaik.


"Syukurlah kalau begitu. Oya dimana Zack?"


"Mas Zack pergi sebentar, ada sesuatu yang harus dia selesaikan." Cristal melirik Cica yang ada disebelah Zion.


"Hai Cica! kalian makin akrab saja. Sepertinya ada yang kalian rahasiakan dariku, apa kalian benar-benar pa-"


"Jangan bahas ini lagi. Kami tidak ada hubungan apa-apa, Ini hanya antara majikan dan juga pelayan saja, tidak lebih." Zion mencoba mengelak dari penilaian Cristal.


"Oh, kalau benar pun aku dan yang lainnya pasti akan sangat bahagia. Sudahlah jangan dibahas lagi. Aku ingin istirahat sebentar ya, aku sangat ngantuk sekali." ucap Cristal sambil beberapa kali menguap.

__ADS_1


"Baiklah, istirahatlah, aku akan menjagamu di sini sampai kamu bangun nanti." Zion mengusap pucuk rambut Cristal.


'Andai aku yang menjadi dia, aku tidak akan meninggalkan kamu barang sedetik, bagiku satu detik bersamamu itu sangat berharga.'


****


Zack pun pergi ke salah satu toko perhiasan milik keluarga Scorpio, Zack ingin menyelidiki tentang kalung yang di pakai Cristal yang di desain langsung oleh mamanya Cristal langsung.


"Ada yang bisa saya bantu tuan?" tanya salah satu pelayan toko.


"Aku ingin bertemu manager toko mas ini, katakan aku menantu dari pemilik toko perhiasan ini." jelas Zack, yang tak mendapatkan kendali dari toko mas tersebut.


Zack pun segera bertemu dengan menager toko perhiasan dan menyambut Zack dengan ramah.


"Selamat datang tuan zack, maafkan saya, saya tidak tahu jika tuan adalah menantu tuan Arnold, jika tahu dari awal mungkin saya yang langsung menyambut tuan."


"Gak perlu, aku datang kesini, atas permintaan Cristal, putri dari papa Arnold, untuk memeriksa batu permata ini yang katanya ada sesuatu di balik liontin ini." Zack menyerahkan kalung yang dimiliki Cristal kepada manager tersebut.


Sang menager pun membolak-balikkan Liontin dari kalung tersebut, sambil mengingat -ingat kembali orang yang membuat kalung tersebut.


Setelah berfikir sejenak, sang manager pun baru ingat.


"Maafkan aku tuan, orang yang membuat bentuk liontin ini sudah tidak bekerja disini lagi karena sudah sepuh, tapi tuan bisa mendatangi orangnya langsung untuk bertanya. " jelas manager.


"Katakan padaku, dimana alamatnya, aku ingin segera menemuinya sebelum terlambat."


Sang manager pun segera menuliskan alamatnya dan menyerahkannya kepada Zack.


"Ini alamatnya tuan, anda bisa langsung menemuinya, dan bertanya langsung."


"Terimakasih, aku pergi sekarang untuk menemuinya dan berharap apa yang di cemaskan istriku tidak terjadi." Zack pun segera meninggalkan sang manager dan melanjutkan perjalanan menuju rumah orang yang membuatkan perhiasan khusus untuk orang tua Cristal dengan mengunakan cara manual dan yang sudah berhenti dari pekerjaannya.


To Be Continued...☺️

__ADS_1


__ADS_2