
seorang wanita cantik berambut panjang dan hitam berjalan tergesa-gesa, melewati semua orang yang berjalan kaki di sekitarnya, hari ini dia datang terlambat ke tempat kerjanya, dan ini sudah yang kedua kalinya dia melakukan hal yang sama,
semalaman dia bergadang menjaga adik bungsu nya yang sedang sakit, ya dia adalah Ayunda winara seorang wanita muda dan cantik yang harus rela berjuang menghidupi kedua adiknya, orang tua Ayunda telah meninggal tiga tahun lalu,
saat itu Ayunda masih duduk di bangku SMA untungnya sudah semester akhir, David Wira adik keduanya masih duduk di bangku SMP kelas tiga, dan yang bontot Alisa syahwira masih sekolah dasar kelas empat
Ayunda berjalan pelan sambil menunduk memasuki restoran tepat kerjanya pasalnya dia terlambat hampir satu jam,
semua karyawan memandang kearah Ayunda dengan pandangan yang susah di artikan, seorang karyawan mendatangi Ayunda dan berkata,
" Yun kamu di panggil sama pak Rama tu, di suruh keruangan nya sekarang" katanya lalu pergi meninggalkan Ayunda dengan rasa terkejut nya,
Tampa berkata Ayunda berjalan ke ruangan pak Rama atasannya, dengan hati yang ,berdebar-debar Ayunda mengetuk pintu ruangan pak Rama atasannya di kantor itu,
tok tok tok,
" masuk," terdengar suara tegas dari dalam ruangan itu, Ayunda membuka pintu dengan perasaan harap-harap cemas, bukan apa-apa ini sudah yang kedua kalinya dia melakukan kesalahan yang sama,
" maaf pak, bapak memanggil saya," tanya Ayunda dengan suara pelan,
" Ayunda.. apa kamu tau kenapa kamu saya panggil ke ruangan saya," tanya pak Rama dengan tegas
" tau pak, saya membuat kesalahan dengan datang terlambat lagi," kata Ayunda dengan kepala tertunduk dalam hati dia terus berdoa agar dia tak di pecat dari pekerjaan ini,
" bagus kalau kamu tau kesalahan kamu," kata pak Rama sambil menatap wajah cantik Ayunda
" ini adalah kesempatan terakhir mu Ayunda, itu berarti mau tak mau kamu saya pecat dari pekerjaan ini," kata pak Rama sambil berjalan mendekat dengan Ayunda,
" maaf pak tapi adik saya sedang sakit saya menjaganya sepanjang malam, saya mohon pak, jangan pecat saya," Ayunda mencoba meminta balas kasihan dari atasannya itu,
" Ayunda winara itu sudah konse-koensinya kamu baru bekerja di restoran ini tapi sudah dua kali membuat kekesalah," kata pak Rama dia sekarang duduk di meja depan Ayunda
" tapi pak saya masih sangat membutuhkan pekerjaan ini pak, tolong maaf kan saya pak saya janji saya tidak akan mengulangi lagi kesalahan saya," kata Ayunda mengatupkan kedua tangannya memohon agar pak Rama mengasihani nya dan tidak memecatnya,
__ADS_1
"maaf Ayunda saya tidak bisa membantu kamu..kecuali.." pak Rama menggantung kata-kata nya,
" kecuali apa pak," tanya Ayunda antusias mana tau masih ada kesempatan terakhir untuk nya,
" kecuali kamu mau jadi kekasih gelap saya, saya janji tidak akan memecat kamu dan saya juga akan membiayai adik adik kamu, bagai mana," kata pak Rama dengan mata yang di kedip kan ke arah Ayunda
bukannya merasa senang tapi sebaliknya Ayunda marah karena merasa terhina, terlalu rendah kah dirinya sudah banyak yang minta dirinya menjadi simpanan atau kekasih gelapnya,
Ayunda tidak menjawab pertanyaan pak Rama dia membalikan badannya hendak melangkah pergi dari ruangan itu,
" tidak usah jual mahal Ayunda, harusnya kamu senang karna dengan begitu saya tidak akan memecat kamu dan saya juga akan membiayai sekolah adik-adik kamu," kata pak Rama sambil menahan tangan Ayunda, Ayunda menghempaskan tangan pak Rama, lalu berjalan ke luar dari ruangan pak Rama atasannya,
" ada apa iy, semua baik-baik saja kan," tanya Sina teman kerja sekaligus sahabat Ayunda,
" aku di pecat oleh pak Rama sin," kata Ayunda dengan lemah bukan apa-apa adiknya sekarang sedang sakit dan butuh biaya untuk membawa adik nya kerumah sakit,
tadinya dia akan meminta kasbon dulu pada pak Rama atasannya tapi sekarang dia sudah tak punya harapan lagi,
" ya ampun ay aku minta maaf ya gak bisa ngebantu," kata Sina lalu berdiri untuk mengambil pekerjaan dia juga takut di pecat bila tak bekerja dengan baik,
akhirnya Ayunda keluar dari restoran tersebut, dia akan coba mencari kerjaan lagi, tadi dia sudah menitip Alisa pada bibinya yang tinggal dekat dengan rumah Ayunda,
Ayunda berjalan kaki memasuki toko atau restoran dan menanyakan apakah mereka butuh tenaga kerja,
namun sayang hingga sejauh ini Ayunda belum mendapatkan lowongan pekerjaan,
" ya Allah dimana lagi hamba harus pergi,"
dengan lemas Ayunda pulang kerumahnya, dari jauh dia melihat Alisa sedang duduk menunggu dirinya, Alhamdulillah ucap Ayunda saat melihat adiknya sudah baik-baik saja,
" Alisa sedang apa di sini sendiri," tanya Ayunda
" sedang nunggu kakak," katanya dengan manja memeluk pinggang kakaknya
__ADS_1
" kak David mana belum pulang," tanya Ayunda
" tadi sudah pulang tapi sekarang gak tau kemana lagi," katanya,
" kak aku boleh minta sesuatu gak " tanya gadis kecil yang masih memeluk pinggang Ayunda
" boleh dong mau minta apa," tanya Ayunda,
" kalau misalnya Alisa udah pergi Alisa mau kakak dan kak David jangan bersedih kakak harus," kata-kata Alisa terhenti saat jari telunjuk Ayunda mendarat di bibir Alisa
" Alisa dengar kakak Alisa tidak boleh bicara seperti itu, kita akan berjuang sama-sama yah," kata Ayunda memeluk adiknya, dia sudah kehilangan orang tua nya, dia tidak mungkin kehilangan adik nya lagi,
apa pun akan dia lakukan agar adik nya bisa sembuh seperti sedia kala,
" ayo kita masuk sekarang, kamu dah makan belum," tanya nya pada adiknya
" belum," kata Alisa sambil menggeleng kan kepalanya,
" oke sekarang kamu tunggu di sini Kaka akan masak sesuatu untuk adik kakak yang cantik," katanya, lalu masuk kedalam dapur memeriksa bahan makanan yang tersisa,
Ayunda terduduk lemas saat melihat bahan yang tersisa di dapur,
" ya Allah apa yang harus hamba masak, semua perlengkapan dapur sudah habis," Ayunda menangis sedih karena tidak bisa memenuhi kebutuhan adik nya,
" assalamualaikum," suara David terdengar dari luar rumah,
" walaikumsalm," kata Alisa beranjak melihat kakak keduanya,
" wahh kak David bawa apa tu kak," katanya sambil berlari memeluk kakaknya,
" ini kakak bawakan makan untuk mu, kak ayu belum pulang," tanya David,
tak lama kemudian Ayunda juga keluar menemui adik keduanya,
__ADS_1
" kak," kata David meraih tangan kakaknya dan mencium tangan kakak dengan takzim,
🌻🌻🌻