
" maaf tuan saya mengganggu, tapi ini darurat, tuan besar saat ini,, tuan besar jatuh dan tak sadarkan diri," kata bi' Marni,
Bara sedang rapat saat telfonnya terus saja berdering, berkali-kali bara mematikan telfon namun setelah di mati kan telfon itu kembali berdering kembali,
" ada apa cepat kata kan," kata Bara sedikit kesel soalnya dia yang telah mengeluarkan aturan bahwa tidak boleh ada yang memegang hp saat rapat sedang berlangsung,
" maaf tuan saya mengganggu, tapi ini darurat, tuan besar saat ini,, tuan besar jatuh dan tak sadarkan diri," kata bi Marni terbata-bata karena takut,
" apa, kenapa bisa apa saja yang kalian kerja kenapa bisa seceroboh itu," teriak Bara emosi, Tampa permisi Bara langsung berlari keluar meninggalkan ruang rapat,
Roy yang mengerti telah terjadi sesuatu pada tuannya itu mengambil alih dan mengganti kan Tuanya memimpin rapat yang sedang berlangsung,
* * *
Ayunda dan David duduk di depan ruang UGD tempat dokter merawat Alisa,
air mata Ayunda tidak pernah berhenti mengalir menyesal sudah terlambat, ayunda hanya bisa berdoa agar Alisa akan baik-baik saja,
" kak," panggil David saat melihat dokter keluar dari ruang UGD, ayunda mendongak untuk melihat
" dokter, bagai mana keadaan adik saya dok," tanya ayunda, tak sabar ingin tau,
" maaf kami sudah berusaha," dokter belum menyelesaikan kata-katanya tapi telah di potong oleh ayunda,
" tidak dok jangan katakan itu saya tau adik saya orang yang kuat, tolong jangan katakan itu," ayunda jatuh terduduk di lantai,
" tidak bukan maksud saya seperti itu, adik anda masih ada harapan tapi,," kata dokter itu
" tapi apa dok," tanya ayunda langsung berdiri di depan dokter tadi, dokter itu jadi sedikit terkejut dengan semangat ayunda yang bisa dengan mudah berubah,
" mari ikut keruangan saya," kata dokter itu lalu berjalan mendahului ayunda,
Ayunda menoleh pada David meminta persetujuan, David hanya mengangguk pada kakaknya,Ayunda berjalan mengikuti langkah dokter tadi,
" silahkan duduk," kata dokter itu mempersilahkan ayunda duduk,
" maaf boleh tau saya berbicara dengan siapa sekarang," tanya dokter itu lagi,
" iya saya ayunda kakak pasien," kata ayunda
__ADS_1
" bagai mana keadaan adik saya," tanya ayunda lagi,
" iya jadi begini mbak, adik mbak saat ini sedang mengindap penyakit kangker otak," jelas dokter Hendrik, yah tertulis nama Hendrik di papan nama di atas meja kerja nya,
" apa,!" Ayunda kaget mendengar apa yang dokter Hendrik kata kan,
tak lama kemudian seorang perawat masuk keruang dokter Hendrik dan menyerahkan berkas pada dokter Hendrik,
" iya betul dan dengan terpaksa saya juga ingin menyampaikan bahwa sekarang ini, penyakit adik mbak terbilang sudah sangat parah, bahkan sudah memasuki stadium tiga,"
jelas dokter Hendrik lagi,
" tidak, ini tidak mungkin, dokter pasti salah, iya pasti itu bukan Alisa, mungkin punya pasien lain dan mungkin saja nama mereka sama, iya itu mungkin saja," kata ayunda dengan air mata yang kembali meluncur
" maaf tapi itu lah kenyataan nya, dan kita harus segera mengambil tindakan sebelum semuanya terlambat," kata dokter Hendrik
" dokter saya mohon lakukan yang terbaik untuk adik saya, saya mohon dokter," kata ayunda memohon pada dokter,
" iya mbak kami pasti akan melakukan yang terbaik untuk pasien kami, jika mbak bersedia melanjutkan pengobatan adik mbak, silah kan isi formulir ini," kata dokter Hendrik lalu berdiri
Ayunda berjalan keluar sambil membaca formulir yang di berikan oleh dokter Hendrik,
" kak ada apa, apa yang dokter tadi kata kan," tanya David, Ayunda tidak tau lagi harus bagai mana, apa yang harus ayunda lakukan saat ini bahkan dia tidak mendengar saat David bertanya padanya,
" kak," David menyentuh bahu kakaknya,
Ayunda baru sadar saat David menyentuh nya,
" kakak kenapa kak," tanya David lagi, dia melihat kertas yang di bawa oleh Ayunda, David mengambil dan membacanya,
" ya Allah kak, di mana kita harus cari uang sebanyak ini, bahkan walaupun kita menjual rumah kita sekali pun tidak akan cukup," kata David,
Ayunda hanya duduk diam dia tidak tau harus apa dan bagai mana,
' ya Allah cobaan apa lagi yang kau berikan pada ku,'
* * *
Bara berlari masuk kedalam rumah, dan langsung menuju kamar kakeknya,
__ADS_1
" kakek, bangun kek ini Bara kek," kata Bara sambil menepuk-nepuk pipi tuan Rangga,
" apa saja yang kalian lakukan kenap bisa seperti ini, bukan kah aku sudah berpesan agar kalian menjaga kakek dengan baik," teriak Bara
" cepat bantu aku bawa kakek ke mobil kita akan ke rumah sakit sekarang," perintah Bara
tidak ada yang bisa membantah mereka semua yang ada di sana menunduk takut pada tuannya,
beberapa penjaga membantu bara membawa kakek Rangga ke dalam mobil, Bara masuk dan memangku kepala kakeknya,
" cepat jalan kan mobilnya sekarang," perintah Bara pada salah satu penjaganya,
* * *
" halo rii saya bisa minta tolong gak," Tanya ayunda dalam telfon,
," iya Yun kamu kenapa," tanya Riri suara Riri terdengar samar karena suara bising di sana,
" rii saat ini adik saya sedang masuk rumah sakit, dan saya lagi perlu uang, kamu bisa gak pinjam kan uang ke saya," kata ayunda sedikit terbata-bata karena air mata yang masih terus mengalir di pipi,
" Yun maaf tapi suara kamu gak jelas yun, kita lanjut nanti lagi yah soalnya aku lagi kerja," kata Riri lalu mematikan kan telfon secara sepihak,
Ayunda terduduk di lantai rumah sakit tempat adiknya di rawat, apa yang harus dia lakukan dia benar-benar buntu saat ini,
David datang menghampiri kakaknya, bahkan David tadi tidak sempat mengganti bajunya dia masih mengenakan baju seragam sekolah,
" kak, kita masuk yah," bujuk David pada kakaknya,
" vid apa yang harus kita lakukan sekarang vid, kita tidak punya apa-apa, kenapa Allah selalu mencoba kita, setelah Allah mengambil ibu dan ayah, sekarang dia juga mau mengambil Alisa vid kakak gak sanggup vid kakak gak sanggup," ayunda menangis meraung-raung Hinga terjatuh tak sadarkan diri, David yang ada di dekat kakaknya dengan sigap menangkap badan kakaknya, hingga tidak jatuh mengenai kelantai,
dengan dibantu oleh perawat yang lewat, David dan perawat itu membawa ayunda masuk dan di periksa oleh dokter,,
🌻🌻🌻🌻
Hay Hay Hay
jangan pernah bosan untuk membaca aku bukan wanita penghibur,
karena author pun akan semakin semangat nulis dengan dukungan kalian semua, dan jangan lupa like like komen komen yah gaeesss
__ADS_1