Aku Bukan Wanita Penghibur

Aku Bukan Wanita Penghibur
penyelamat tepat waktu


__ADS_3

" luka sekecil itu tidak perlu di bawa ke rumah sakit, cukup membeli obat pereda nyeri di apotik," Suara tegas Bara selalu mengagetkan ayunda,


" tidak tuan bukan untuk saya, tapi Alisa adik saya saat ini sedang di rawat di RS," ayunda mencoba menjelaskan, dengan suara serak karena hampir menangis


" kakak macam apa kau ini adik sedang sakit bukan nya di rawat malah keluyuran," kata Bara menyudut kan ayunda, membuat airnya yang tadi di tahan keluar sedikit demi sedikit,


Ayunda tidak menjawab lagi dia hanya melihat ke jalanan, selain Alisa dia juga sebenarnya mencemaskan Riri bagai mana keadaan Riri nanti, apa mami akan melampiaskan kemarahan nya pada Riri ya Allah tolong lindungi Riri juga,


" di rumah sakit mana tempat Alisa di rawat," akhirnya suara Bara berubah tidak setegas tadi lagi,


" sudah tidak jauh dari sini tuan," kata ayunda menghapus air matanya, suara Bara membuyar kan lamunan ayunda,


Ayunda memberi petunjuk kepada Agus hingga sampai di rumah sakit tempat Alisa di rawat,


" terima kasih tuan, terima kasih," ayunda mengatupkan tangan nya lalu berlari masuk kedalam rumah sakit itu,


dari jauh dia melihat David duduk tertunduk menopang kepalanya dengan kedua tangan di depan ruang rawat Alisa,


jantung ayunda berdetak mungkin kah terjadi sesuatu pada Alisa,


" David ada apa, apa yang terjadi pada Alisa," suara ayunda mengagetkan David


" kak ayu, kakak dari mana saja kak, aku sampai bingung," David berdiri memegang bahu kakaknya,


" maafin kakak de kakak gak bermaksud membuat mu bingung, tadi kakak berusaha mencari pinjaman tapi gak dapat," jelas ayunda


dia tidak mungkin menceritakan kalau dia mendatangi tempat Riri yang ternyata tempat wanita penghibur,


Bara yang mengikuti ayunda dari belakang mendengar semua pembicaraan ayunda dan David tadi,


" apa ini kak kakak dari mana kenapa berpakaian kakak seperti ini," tanya David heran karena setahu nya kakaknya tidak memiliki baju seperti ini, di tambah dandanan ayunda yang mencolok membuat David semakin bingung,


" ceritanya panjang de, lupa kan soal kakak, sekarang jelas kan dulu ada apa di dalam kenapa dengan Alisa," tanya ayunda tidak sabar ingin tau


" tadi alisa kejang-kejang kak, makanya aku panggil dokter Hendrik untuk memeriksa nya," jelas David


" ya Allah mudah-mudahan Alisa gak papa," ayunda baru mau duduk di kursi saat pintu ruangan Alisa terbuka, dia kembali berdiri dan menghampiri dokter Hendrik


" dok bagai mana keadaan adik saya," tanya ayunda,


" Alhamdulillah sudah membaik, tapi kalau kita tidak lekas menindak lanjuti aku khawatir dia tidak akan bertahan lama," terang dokter Hendrik


" lakukan yang terbaik, saya yang akan menanggung semua biaya nya," suara tegas Bara membuat tiga kepala serempak menoleh ke belakang,

__ADS_1


" baik silahkan ikut dengan saya," dokter Hendrik mengangguk pada ayunda dan David lalu pergi dari sana di ikuti Bara dari belakang,


***


Elsa keluar dari kamar mandi menggunakan handuk pendek di atas lutut, melihat Gilang duduk di sofa mengisap rokok dan memainkan asapnya, gairah Elsa naik seketika,


Elsa mendekat pada Gilang dengan berjalan lenggak-lenggok dan langsung naik di atas pangkuan Gilang, rokok yang di isap Gilang masih cukup panjang di rampas oleh Elsa lalu di matikan,


Elsa mencium seluruh leher Gilang hingga meninggal kan tanda merah, si Otong burung kesayangan Gilang sudah berdiri tegak meronta-ronta ingin keluar dan masuk ke sarang kenikmatan nya,


Gilang mengerang nikmat, setelah puas bermain di leher Gilang Elsa kembali menyerang bibir Gilang bermain dengan lincah di lidah Gilang


tangannya tak tinggal diam, dari tadi tangan Elsa sudah bermain dengan si Otong burung kesayangan nya,


Elsa mengelus-elus si Otong, mengangkat sedikit pahanya lalu memasukan si Otong ke dalam sarang kenikmatan nya


" ahhhhhh," lengguh Elsa saat si Otong burung kesayangan nya masuk sempurna kedalam sarang nya,


Elsa bergoyang naik turun di atas paha Gilang sesekali di jilat dada Gilang,


Gilang berdiri menggendong elsa dan membawa tubuh Elsa Tampa melepas burung nya yang tertancap kedalam sarang kenikmatan Elsa,


dia membawa Elsa ke atas tempat tidur dan merebahkan tubuh Elsa di atas tidur Tampa melepas burungnya, Gilang mengganti Elsa memimpin permainan,


" ahhhh,, ahhhh eeemmmm, lagi sayang lagi," rancau Elsa tak jelas kini Gilang sudah berada di atas elsa


AC pendingin ruangan tidak lagi berguna bagi mereka berdua,


" sayang lebih cepat lagi sayang, ahhhh aku sudah hampir keluar," Elsa menjambak rambut Gilang


" ahhhh ahhhh emmm aku juga sudah dekat sayang," Gilang lebih mempercepat lagi gerakan nya, tangan nya meremas payudara Elsa, sampai erengan panjang keluar dari mulut mereka berdua


" aaahhhhhhhhhhh," Gilang terjatuh di atas tubuh Elsa,


Elsa bangun dan bersandar pada dasbor sering bed mengambil rokok dan mengisap


" sayang apa kau sudah dapat kabar dari orang suruhan kita," tanya Elsa mengepulkan asap rokok nya,


Elsa yang pernah berlagak feminim di depan Bara kini telah kembali ke habitat aslinya,


ya semenjak di tinggal oleh papanya Elsa sudah bergabung dengan pereman-pereman jalanan untuk membalas kan dendam nya,


" yah katanya saat ini kakek tua Bangka itu masih bernyawa, karna dia sempat di larikan ke rumah sakit, dan Bara entah kemana dia sejak siang tadi dia tidak terlihat hanya anak buahnya saja yang berjaga di rumah sakit," jelas Gilang

__ADS_1


" sial, kenapa tua Bangka itu masih bisa hidup," geram Elsa,


" sudah lah sayang ini sudah malam tidur lah besok kita lanjutkan cerita nya dan menyusun rencana baru," Gilang mengusap kepala Elsa,


ya dia menyayangi Elsa karena Tampa Elsa maka dompet nya tidak akan terisi,


**


Ayunda duduk di kursi samping Alisa adiknya air mata nya sudah mengalir membasahi pipi mulusnya di genggaman tangan Alisa dan di cium,


" Alisa, de Kakak minta maaf karena kakak tidak bisa berbuat apa-apa untuk mu," ayunda terus menciumi tangan Alisa


" tenang lah semua akan baik-baik saja dia akan segera mendapatkan perawatan, aku sudah melunasi seluruh biaya yang harus kau bayar," Bara suda berada di belakang ayunda


Ayunda berdiri dan langsung mengatupkan kedua tangannya,


" terima kasih tuan, terima kasih banyak," rasa


senang dan haru menyelimuti seluruh hati ayunda


" ini semua tidak gratis Ayunda," kata Bara


Ayunda mengangkat kepalanya dan melihat ke arah Bara


" maksud tuan," tanya ayunda karena tidak mengerti dia takut kalau-kalau Bara akan meminta macam-macam darinya,


" jangan berfikir yang bukan-bukan tentang ku, ini semua karena keinginan kakek, kalau bukan karena kakek aku tidak sudi datang kemari lagi," kata Bara mulai menjelaskan maksud kedatangan nya ke kampung itu lagi,


" kakek ada apa dengan kakek tuan, apa terjadi sesuatu pada kakek," tanya ayunda


" iya kakek terjatuh di kamar mandi, dan Sekarang kakek sedang di rawat di RS kakek nyebut nama mu terus-menerus," jelas Bara


" ya Allah, lalu bagai mana keadaan kakek saat ini tuan," tanya ayunda sedikit cemas


" yah kata dokter yang menangani kakek kau harus ikut dengan ku ke kota karena itu satu-satunya obat yang paling ampuh untuk menyembuhkan kakek lagi," jelas Bara


🌻🌻🌻🌻🌻


Hay Hay Hay


maaf karena author baru muncul lagi,


sebenarnya kemarin author sedikit down

__ADS_1


maka dari itu author ingin meminta pada reader setia author tolong dukungan dari reader semua agar mau meninggal kan jejak kalian


like dan komen kalian sangat author butuh kan,


__ADS_2