Aku Bukan Wanita Penghibur

Aku Bukan Wanita Penghibur
koper mini


__ADS_3

" maaf tuan ada malah besar," kata Anton


" keluar lah nanti aku menyusul," kata bara lalu bangun dari tempat tidurnya, punggung nya sudah agak mendingan, tadi pagi pak RT sudah menyuruh Ramon untuk memanggil tukang urut, untuk mengurut Bara,


" apa yang terjadi," tanya Bara saat melihat semua anak buah nya gelisah,


" mereka berhasil menemukan markas dan menyerang yang lainnya dan mereka juga berhasil membawa tahanan kita," kata Anton,


" kurang ajar, telfon mereka sekarang," kata bara


Anton langsung menghubungi nomor yang tadi mereka pake menelfon,


" apa yang terjadi," tanya Bara di telfon


" maaf kan kami tuan, kami semua sudah berusaha sekuat kami tapi rombongan mereka sangat banyak, dan mereka juga menyerang kami di pagi hari saat kami belum mengisi stamina," kata anak buah Bara dari balik telfon


" sialan anj*Ng berani nya main keroyokan," bara emosi hingga tak sadar membanting hp milik Anton hingga terbelah menjadi dua


" keparat, cari tau siapa yang memimpin mereka," perintah bara


" maaf tuan tapi bagai mana caranya saya mencari tau," tanya Anton rada takut, Anton memperhatikan hpnya yang di banting oleh Bara


" bodoh sekarang ini sudah canggih, apa gunanya hp itu," kata Bara


" tapi tuan,," kata Anton


" apa lagi, Anton kau tau yang harus kau lakukan," kaya bara tak terbantahkan


" iya tuan saya tau tapi tuan dengan apa saya menghubungi nya tuan hp saya,,," kata Anton takut-takut


Bara berbalik melihat hp yang di pungut oleh Anton sudah menjadi dua bagian


" bodoh siapa yang menyuruh mu menghancurkan hp mu, aku menyuruh mu mencari tau siapa yang memimpin mereka,"


yang lain hampir saja tertawa melihat ekspresi wajah Anton yang tak dapat di artikan,


hp sudah rusak, sekarang malah dia di salah kan dan di maki-maki memang tidak ada enaknya menjadi anak buah,


" pake hp yang lain," suruh bara


" Agus," panggil Bara


" iya tuan," berjalan menghampiri bosnya


" apa kau sudah berikan padanya amplop yang saya berikan tadi," tanya bara


" sudah tuan," katanya lagi


" bagus saya tak perlu utang Budi padanya," kata bara


ayunda keluar untuk mempersilahkan Bara dan anak buahnya untuk makan siang,


Bara mengikuti langkah Ayunda dari belakang, yang lain mana berani ikut apa lagi mau makan satu meja dengan tuanya,


" loh yang lain kok ga ikut masuk," kata ayunda saat melihat cuma ada Bara seorang di belakang nya,

__ADS_1


"biara kan saja nanti mereka akan makan di luar saja," kata Bara cuek


" tapi saya masak banyak tuan," kata ayunda lagi,


" ya sudah makan aja dulu nanti kalau ada lebihnya baru panggil mereka," kata Bara


lalu duduk di kursi kayu tapi sebelum duduk dia memeriksa terlebih dahulu ketahanan kursi kayu tersebut,


ayunda tersenyum melihat tingkah Bara,


" kursi itu kuat kok," kata ayunda


Bara hanya mengangguk dan langsung mengambil piring yang sudah di sediakan oleh ayunda, sebenarnya dia memang sudah sangat lapar, karena dari semalam tak makan singking ingin nya cepat-cepat sampai,


" kamu tidak makan," tanya Bara saat melihat ayunda hanya berdiri di samping nya,


" saya sudah tadi tuan," kata ayunda sedikit berbohong, karena sebenarnya dia belum makan selera makan nya hilang entah kemana,


Bara sudah tidak menghiraukan ayunda dia makan dengan lahap sekali, mungkin pengaruh lapar atau memang karena memang dia cocok dengan masakan Ayunda,


* * *


" Bu ibu haru lihat ini," kata Tika menyerahkan hp nya pada Bu Rima


mata Bu Rima melotot melihat yang ada di hp Tika,


" kamu dapat dari mana itu," tanya Bu Rima


" tadi kan aku dari pasar Bu, masak saat baru sampai aku liat Ayunda menerima uang dari lelaki itu," kata Tika


" kurang ajar itu si ayunda," kata Bu Rima meremas jari jemari tangan nya,


* *


setelah Bara berdiri dari tempat makan nya, ayunda keluar lagi memanggil semua anak buah Bara, untuk makan juga,


Bara yang sudah selesai makan dia langsung masuk kekamar kakek nya,


" kek kita harus pulang hari ini yah," kata bara mengambil tangan kakeknya dan membawa nya ke dalam genggaman nya,


ekspresi wajah kakek langsung berubah takut seketika, terbayang kembali saat-saat Elsa menyiksa nya dan mengancam akan membalas pada Bara bila berani mengadu pad bara,


" tapi nak kakek sudah betah tinggal di sini," kata kakek,


" kakek Bara tidak bisa meninggalkan perusahaan kita terlalu lama kek, kita pulang yah," bujuk bara


" bara janji Bara tidak akan kemana lagi, Bara akan selalu menjaga kakek," janji bara, sambil terus mengelus tangan kakeknya,


" tapi Elsa,, Elsa,," kata kakek terbantah-batah


" Elsa sudah tidak tinggal di rumah lagi kek dia sudah pergi dari rumah, jadi kakek aman,"


kata Bara


" Bara juga akan menyewa orang profesional untuk merawat kakek agar kakek bisa sembuh seperti dulu lagi," kata Bara lagi,

__ADS_1


" kakek mungkin sudah tidak akan sembuh lagi nak," kata kakek


" kakek jangan ngomong gitu, apa salahnya kita berusaha kek," kata Bara


kakek mengeluhkan seandainya dia bisa meminta dia akan meminta di panggil menghadap pada sang pemilik kehidupan,


" Ayunda," panggil kakek saat melihat ayunda berdiri di depan pintu,


" masuk lah Ayunda," kata kakek,


Ayunda berjalan mendekat pada kakek,


" terima kasih nak sudah mau menjaga dan merawat kakek, kakek berutang budi pada mu, jika saja waktu itu bukan kamu yang menentukan kakek, kakek mungkin sudah tidak ada lagi di dunia ini," kata kakek air mata orang tua itu sampai keluar


" kakek jangan bicara seperti itu, aku ikhlas membantu kakek," kata ayunda


" maaf tuan saya mau bicara sebentar," kata ayunda lalu berjalan keluar,


" ada apa," tanya Bara,


Ayunda mengulur kan kembali amplop yang tadi di berikan oleh Agus di pasar tadi,


" maaf sudah saya kurangi tadi sekitar lima ratus, ribu," kata ayunda,


" tapi tuan tenang saja saya janji bila nanti saya sudah dapat pekerjaan saya akan mengganti semua uang yang sudah tuan keluar kan termasuk pembeli sofa dan spring bed itu,"


kata ayunda menyerahkan uang tersebut


" tapi uang itu untuk mu, dan kamu juga tidak perlu mengembalikan yang lainnya, karena itu semua aku beli bukan untuk mu tapi untuk Alisa," kata Bara, menolak kembali uang yang di berikan padanya


Bara mengambil hpnya dan menelfon seseorang,


" bawa masuk koper kecil yang sudah saya siapkan itu," perintah Bara pada Agus


Agus bergegas mengambil koper mini yang berukuran kecil Empa belas inci itu dan bergegas masuk menemui Bara, setelah menyerahkan koper mini yang di minta oleh Bara, Agus bergegas keluar dari rumah Ayunda,


" terima kasih tuan tapi tidak bisa menerima pemberian dari orang asing secara cuma-cuma," kata ayunda kekeh tetap ingin mengembalikan uang tersebut,


" di dalam koper ini, saya sudah menyiapkan


uang sebesar dua ratus lima puluh juta, uang ini sengaja saya siapkan untuk orang yang sudah menemukan kakek saya," kata Bara memperlihatkan koper mini itu pada ayunda


" ini juga milik mu karena saya tidak ingin berutang budi pada siapapun," kata Bara menyerahkan koper berisi Jan uang tersebut,


" tapi maaf saya tidak bisa menerima nya, anda tidak perlu merasa beruntung Budi pada saya sebab saya ikhlas melakukan, maaf tapi saya tidak bisa menerima pemberian anda," kata ayunda lalu meletakkan amplop yang di pegang nya di atas koper mini yang di pegang oleh bara,


Ayunda bergegas pergi dari hadapan Bara,


" heran di kasi uang sebanyak ini masih nolak apa masih kurang yah," pikir Bara, jaman sekarang Nana ada si orang yang tidak mau menerima uang secara cuma-cuma. pikir Bara


🌻🌻🌻🌻🌻


Hay Hay Hay Hay


maaf kan author sebab berapa hari ini tidak up

__ADS_1


soalnya ada urusan sedikit😁😁


tapi insya Allah author akan usahakan untuk up setiap hari lagi yeeπŸ‘πŸ‘


__ADS_2