Aku Bukan Wanita Penghibur

Aku Bukan Wanita Penghibur
tamu nyebelin


__ADS_3

di sebuah villa yang jauh dari kota seorang wanita cantik sedang mengamuk dalam kamar nya dia menghambur semua barang yang ada di depannya, dan melempar ke sembarang arah meluapkan emosi dan kemarahan nya,


" Baraaa kau harus membayar semua yang kau lakukan pada keluarga ku, baraaa,,," teriak Elsa


sambil melempar apa saja yang ada di depannya,


" aku tidak akan menyerah sebelum aku menghancurkan mu sehancur-hancurnya bara," teriaknya lagi, lalu tertawa terbahak-bahak, Elsa sudah seperti orang gila, saat ini, sebentar tertawa sebentar menangis, persis orang gila sungguhan,


* * *


Ayunda masih belum tidur juga pada hal jam sudah menunjukkan pukul setengah dua belas malam,


dia sebenarnya juga gak rela bila kakek bara akan pergi meninggalkan nya, kakek bara sudah mulai mengenalinya, dan dia juga sudah menyayangi kakek bara seperti kakek kandungan nya sendiri,


tapi apa boleh buat dia bukan siapa-siapa kakek bara, ayunda sudah mulai mencari lowongan kerja kembali di hpnya, dia sudah cukup lama menganggur, semenjak kakek bara tinggal di rumahnya,


tapi Alhamdulillah, semenjak kakek bara bersama mereka, mereka tak pernah kekurangan, sebab tetangga yang datang melihat biasa membawa buah tangan,


Ayunda tersadar dari lamunannya saat mendengar suara kelakson mobil di depan rumah ayunda,


Ayunda berjalan keluar untuk melihat siapa yang datang apa cucu kakek sudah sampai pikir Ayunda,


Ayunda menyingkap sedikit gorden untuk melihat dan memastikan,


Ayunda sedikit kaget melihat ada dua mobil mewah yang parkir depan rumah nya, yang membuat Ayunda bertambah kaget lagi ada tiga orang yang berdiri di samping mobil badan orang tersebut besar-besar dan berotot, dan lagi mereka semua mengenakan pakaian serba hitam,


" apa dia sudah bangun," kata salah satu dari mereka,


" belum," katanya,


" sini biar saya yang membangun kan Ayunda," kata Ramon lalu turun dari mobil,


" dari tadi kek," kata salah satu dari mereka,


Ayunda yang melihat Ramon keluar dari dalam mobil langsung tersenyum, tadinya dia mengira sedang di kepung oleh penjahat,


" mas Ramon," kata Ayunda membuka pintu sebelum sempat Ramon mengetuk pintu,


" Ayunda maaf ganggu malam-malam, tuan bara datang untuk menjemput kakeknya," kata Ramon,, ahh betul jadi nama bara itu adalah cucunya kakek yah, pikir Ayunda,


" iya gak papa mas, pak RT juga udah ngasi tau tadi," kata ayunda


" ayo silah kan masuk mas," kata Ayunda,


" iya Yun aku panggil tuan bara dulu," kata Ramon berbalik untuk memberitahu tuannya

__ADS_1


Ayunda hanya melihat dari depan pintu saja, Ramon berjalan kearah mobil yang lebih mewah lagi, Ayunda masuk untuk membangun kan David agar dia tak sendirian


" vid bangun, cucu kakek sudah sampai," kata ayunda, untung nya David mengerti dengan sekali di goyang kan dia sudah bangun,


Ayunda keluar kembali, untuk melihat Ramon dengan tuan yang dia panggil tuan bara,


" assalamualaikum," Ramon mengucap salam sebelum masuk dalam rumah ayunda


" walaikumsalm," jawab ayunda


" Yun ini tuan bara cucu dari kakek yang kamu temukan di pinggir jalan tempo hari," jelas Ramon


" Ayunda," Ayunda mengulur kan tangan untuk salaman, namun tak di hiraukan oleh bara,dia hanya mengangguk saja,


" di mana Anda menyimpan kakek saya," tanya nya,


" simpan Lo pikir kakek Lo barang gue bisa simpan dalam lemari," kata ayunda dalam hati


sebenarnya dia kagum dengan Ketampanan lelaki yang bernama Bara itu tapi sayang dia sangat angkuh dan sombong,


" ada di dalam kamar tuan," kata Ayunda biasa-biasa saja,


" bisa kah anda mengantar saya untuk menemui kakek saya," kata bara sedikit melembut


giliran ada maunya baru berkata baik,


" kakek," teriak bara langsung berhamburan untuk memeluk kakeknya,


" maaf tuan kakek sudah tidur bisa kah anda jangan meganggunya dulu," Kata Ayunda pada bara


" hee kamu siapa ngatur-ngatur saya," kata bara sedikit meninggi kan suaranya,


" saya ayunda tuan, tapi maaf saat ini anda sedang berada di rumah saya, dan kakek juga Masi dalam pengawasan saya," kata ayunda sedikit tegas,


" tolong kakek sedang istirahat, jangan di ganggu dulu, anda bisa menemuinya besok pagi saat dia bangun," kata Ayunda


" Ayunda benar tuan bila anda mengganggu kakek tuan, kesehatan kakek bisa terganggu, kita temui kakek besok pagi saja, sekarang mari kita beristirahat di rumah saya saja," kata Ramon,


" tidak saya ingin di sini bersama kakek saya," kata bara,


" bila kau ingin pulang pulang lah minta Anton mengantar mu pulang," kata bara Anton adalah supir mobil yang Ramon ikuti,


" baik tuan kalau begitu saya pamit dulu, besok pagi saya datang lagi kesini," kata Ramon,


bara hanya mengangguk, Tampa melihat kearah Ramon,

__ADS_1


" yunda David mas pulang dulu yah besok mas kesini lagi," kata Ramon


Ayunda dan David mengangguk, Ayunda mengambil satu kursi kayu yang suda usang dan mengangkatnya kedalam kamar,


" buat apa kak," tanya David, Ayunda memanyunkan bibirnya kedalam kamar David,


" sini biar aku yang angkat kak," kata David ingin mengambil kursi di tangan Ayunda tapi di tahan oleh Ayunda,


" gak papa biar kakak aja kamu istirahat gih besok kan sekolah nanti kesiangan lagi," kata Ayunda, David tak lagi membantah dia mengikuti perintah kakak nya dan kembali berbaring di sofa yang hampir habis busanya


yah semenjak kakek tidur di kamar, David jadi David tidur di sofa ruang tamu,


" maaf tuan ini kursi," kata Ayunda, meletakkan kursi kayu di dekat Bara berjongkok


" iya saya tau itu kursi," kata Bara sambil melihat kursi yang di bawa Ayunda,


Ayunda nampak kesal sama jawaban Bara, iya saya juga tau kalau ini kursi dan bukan meja, kata dalam hati,


" maksud saya dari dapa tuan jongkok terus mending duduk di kursi makanya saya bawa kan," kata Ayunda,


" ini kursi," tanya bara melihat kursi yang di berikan oleh Ayunda,


" iya kursi masak meja, gimana sih," kata Ayunda sedikit kesel


" oh,, ohh,, iya, simpan di situ saja nanti saya pake," kata Bara sedikit terbata mau nolak tapi tidak enak biar bagai mana pun dia berjasa besar karna sudah menyelamatkan kakek, dan merawat nya dengan baik,


Ayunda keluar dari dalam kamar David, dan terus masuk ke kamarnya, rasa kesalnya pada bara membuatnya tidak mengantuk lagi,


" hmm dasar orang kaya sombong, awas aja kalau di pake aku sumpahin patah tu kursi biar tau rasa dia," kesel Ayunda,


bara menggenggam tangan kakeknya dan mencium nya, dia bersyukur kakeknya di temukan orang baik, bagai mana kalau seandainya tidak ada yang menemukan kakek atau tidak ada yang mau peduli dengan kakeknya saat itu,


bara melihat kearah kursi usang yang di bawa kan Ayunda untuk nya, kursi itu sudah tak layak pake, Bara mengalihkan pandangannya ke sekeliling kamar yang di tempati kakeknya, kasur yang sudah tak ada busanya dan kamar yang kecil dan sempit,


karena sudah lama berjongkok maka mau tak mau bara mengambil kursi yang di bawa oleh Ayunda tadi, dengan ragu-ragu Bara menduduki kursi tersebut, Dann,,,,,


* * *


Hay Hay Hay


jangan lupa like jempolnya


komen komen komen


vote vote vote,

__ADS_1


dan jangan lupa untuk menonton iklan hadia atau gift nya,


__ADS_2