Aku Bukan Wanita Penghibur

Aku Bukan Wanita Penghibur
terungkap


__ADS_3

seorang lelaki tampan melangkah memasuki perusahaan R.&.S GROUP, dengan gagah perkasa, dan percaya dirinya, semua karyawan menunduk sopan dan takut padanya


ya dia adalah Bara pewaris tunggal R.&.S GROUP, Bara baru pulang dari luar kota jadi dia belum tau menahu tentang kakeknya, karna soal kakeknya dia percaya kan kepada Elsa istrinya,


" selamat siang tuan " Roy datang menyambut kedatangan bosnya


" bagai mana perusahaan di belakang ku Roy," katanya pada orang kepercayaan nya itu,


" semuanya baik tuan," katanya sambil mengikuti langkah tuanya dari belakang,


semua orang yang berpas-pasan dengan nya akan menunduk sopan,


Bara terkenal dengan ketegasan dan kewibawaan nya,


" selamat siang pak," sapa sekertaris nya sambil berdiri membungkuk hormat, dia senantiasa duduk di depan ruangan bosnya itu


Bara berjalan masuk kedalam ruangan nya Tampa menghiraukan sekertaris nya,


sekertaris itu tersenyum hampa, walau bagaimanapun dia tak kan pernah melirik mu, katanya dalam hati,


" Roy berikan semua berkas penting yang harus aku tanda tangani, karna habis ini aku akan pulang ke rumah aku sudah sangat merindukan kakek," katanya pada asisten nya,


" ini tuan," kata Roy menyerahkan berkas penting untuk di tanda tangani, oleh bara


Bara memeriksa berkas-berkas itu lalu menanda tangani nya seteliti mungkin,


* * *


" Bu ini ga bisa di biarin kita harus cari cara agar kakek-kakek itu bisa pindah kerumah kita, dengan begitu kita bisa meminta tebusan yang banyak," kata kartika menghasut ibu,


" ibu tau tik tapi bagaimana caranya, kita tidak punya alasan yang kuat untuk mengambil alih kakek tua itu," kata Bu Rima


" Bu si ayunda itu kan bekerja, bagai mana kalau dia sudah berangkat kerja kita culik kakek itu, bagai mana Bu," kata Tika


" iya juga yah, tapi ini sudah jam berapa ayunda masih belum berangkat juga," kata Bu Rima gelisah


" mungkin untuk hari ini dia cuti, tapi itu tak akan bertahan lama, pasti besok dia akan masuk kerja lagi," kata Tika pada ibunya,


*


di rumah ayunda selalu banyak orang yang berdatangan, semenjak pak RT mengatakan bahwa ayunda menolong kakek-kakek yang tersesat banyak tetangga yang datang untuk melihat dan membawa sesuatu untuk kakek itu,


itu semua tak lepas dari pandangan Bu Rima dan Tika anaknya, membuat rasa marah dan iri nya pada Ayunda semakin besar,

__ADS_1


" kak aku berangkat kerja dulu yah," kata David


" iya de kamu hati-hati yah, ingat kalau gak kuat jangan di paksakan," kata ayunda


" siap bos," kata David mengangkat tangan seakan sedang hormat pada bendera,


Ayunda tersenyum melihat tingkah adiknya,


" kak david, di rumah sekarang ini kan sudah ada makan jadi boleh ga kalau Alisa minta di beliin mainan aja," kata Alisa sambil bergelayut manja pada kakak keduanya,


" boleh doain yah de agar hari ini kakak dapat banyak orderan," katanya sambil gusar kepada adiknya itu,


" pasti kak," kata Alisa menaikan jempolnya,


" kak ayu sampai kapan kakek itu tinggal sama kita," tanya Alisa


" sampai keluarganya datang untuk menjemput nya," kata Ayunda


" kasian yah kak kakeknya, coba dia itu kakek kita," kata Alisa


Ayunda tersenyum mendengar adiknya berkata begitu, yah mereka memang tidak pernah bertemu dengan kakek atau nenek mereka, dulu saat dia masih kecil ibunya pernah bercerita bahwa dia juga punya kakek dan nenek


tapi mereka tidak ingin mengakuinya, entah apa alasannya ibunya tidak bemberi tahu nya mungkin karna waktu itu ayunda Masi terlalu kecil untuk tau semua itu,


Alisa tertawa geli dalam pelukan kakaknya, dan berlari keluar menjauh dari kakaknya, Ayunda tersenyum bahagia melihat keceriaan Alisa sudah mulai kembali,


" ya Allah semoga adik hamba bisa sembuh kembali seperti semula," doa ayunda dalam hati, berharap agar adik nya bisa sembuh,


* * *


suara mobil berhenti tepat di depan rumah mewah dan megah, Bara membunyikan klakson mobilnya agar para pelayan segera membuka kan pintu gerbang rumahnya,


Alisa yang sedang bercumbuan dengan kekasih gelapnya di dalam kamar, terloncat kaget, dengan cepat dia melangkah ke arah jendela menyingkap gorden sedikit agar dapat mengintip keluar,


betapa terkejutnya dia melihat bara sudah berdiri di luar rumah,


" cepat,, cepat syitt bara sudah pulang," kata Elisa tergesa-gesa mengenakan pakaian nya, penampilan nya sangat berantakan rambut yang acak-acakan, baju yang kusut dan tempat tidur yang berantakan,


" bagai mana ini," katanya panik,


" cepat pergi dari sini sebelum bara sampai di kamar ini," kata Elsa mendorong tubuh lelaki gelapnya,


" aku harus kemana," katanya bingung,

__ADS_1


" aduh kemana yah," Elsa pun juga ikut bingung entah apa yang harus dilakukan nya sambil menggigit jari tunjuk nya,


" kau sembunyi di dalam lemari saja," katanya menyeret lelaki itu kedalam lemari, tapi pas lemari terbuka dia melihat baju-baju bara tergantung di sana dia menarik kembali tangannya lelaki itu


" apa lagi," katanya bingung,


" jangan di sini, bagai mana bila bara langsung mandi dan akan mengambil baju ganti," katanya semakin bingung


" lalu di mana aku harus sembunyi," katanya juga semakin kebingungan,


" haa di bawa kolong ranjang," katanya menyeret kembali lelaki itu


" kau jangan gila El," kata tidak mau


" tidak ada tempat lain masuk lah cepat," kata Elsa mendorong lelaki itu, mau tak mau lelaki itu mengikuti petunjuk Elsa,


bara yang baru sampai langsung menuju kamar kakeknya karna dia sudah sangat merindukan orang tua itu, satu bulan di luar kota bukan waktu yang sebentar bagi bara,


kakek adalah segalanya bagi bara, di dunia ini keluarga nya yang tersisa tinggal kakek saja,


 itu lah kenapa dia sangat menyayangi kakeknya,


" kek,,kakek,, bara pulang kek," kata bara sambil membuka pintu kamar kakeknya,


" kakek,,kakek,, bara pulang," panggi bara sambil memeriksa kamar mandi kamar kakeknya, tapi tidak ada,


bara bertambah kaget saat tak menemukan kakek, malah cuma menemukan kursi roda yang hampir tak pernah lepas dari kakeknya itu,


" pelayan,, pelayan,,cepat kemari," teriak bara membuat semua pelayan yang ada di sana ketakutan,


" mana kakek, kenapa tidak ada di kamar nya dan cuma ada kursi rodanya saja haa, " bara memarahi semua pelayan yang ada di sana, semua cuma bisa diam karna mereka juga takut pada Elsa,


" Elsa,, Elsa,,Elsaaa," panggil bara sambil berlari naik kekamar nya, dengan perasaan marah dia membuka pintu kamar, dan betapa terkejutnya bara melihat pemandangan yang ada di depan matanya,,,,,,


🌻🌻🌻


jangan penasaran yah,,,,✌️✌️


sabar untuk menunggu up selanjutnya,


dan jangan lupa dukungan kalian


like,,komen,,vote,,dan kalau bisa nonton iklan hadiah nya juga yah,

__ADS_1


agar author tambah semangat nulisnya,πŸ™πŸ™


__ADS_2