Aku Bukan Wanita Penghibur

Aku Bukan Wanita Penghibur
bertemu lagi


__ADS_3

" ada apa yah rii," tanya ayunda,


" gak tau juga Yun tapi kayaknya salah satu dari kita bakal ada yang booking deh," tebak Riri berjalan di belakang anak buah mami,


tok tok tok


Tampa meminta persetujuan dari mami setelah mengetuk pintu anak buah mami langsung masuk ke dalam ruangan mami di ikuti oleh Riri dan ayunda,


mami dan orang itu menoleh melihat pada Riri dan ayunda,


" aku akan bawa dia keluar dari tempat ini, karena aku tidak berselera di tempat ini," kata orang itu lalu berjalan keluar dari ruangan mami


sebenarnya mami agak sedikit keberatan dengan permintaan orang itu tapi dia juga tidak bisa menolak, apa lagi cek lima ratus juta sudah berada di tangan nya, dia tinggal mencairkan nya besok,


" lima ratus juta," kata mami sambil bernyanyi riang mengipas-ngipas kan cek lima ratus juta di tangannya,


" heh Winda tunggu apa lagi, sana ikut dengan nya, dan ingat jangan sampai kau berbuat kesalahan, kalau sampai kau berbuat kesalahan kau akan tau akibatnya," ancam mami


Ayunda yang tidak tau kalau mami berbicara padanya tetap dia menunduk, hingga Riri menyenggol lengan ayunda,


Ayunda mendongak menatap Riri, Riri memberi isyarat mata bahwa mami berbicara padanya,


oh jadi mami memanggil nya dengan sebutan Winda bagus lah mami tidak dengar nama asli ayunda tadi saat ayunda memberi tahu,


Ayunda mengangguk pada Riri dan berjalan keluar mengikuti orang tadi,


***


" tuan kita sudah memasuki kampung halaman non ayunda," Agus yang bertugas sebagai supir memberi tahu pada tuan Bara,


" tuan dua ratus meter dari sini ada restoran cepat saji, siapa tau tua mau singgah," kata Agus, karna sebenarnya dia juga sangat lapar, apa lagi mengingat Sekarang sudah jam sembilan lewat, syukur syukur kalau tuan rumah belum tidur, apa lagi mau berharap akan di berikan makanan,


"Hem iya kita singga makan dulu," raga nya berada di dalam mobil tapi pikiran nya berada di rumah sakit tempat kakek di rawat walaupun banyak anak buahnya yang berjaga tapi tetap saja dia merasa khawatir


***


Ayunda dan orang tadi yang menyewah nya sudah sampai di sebuah hotel berbintang, dia yakin hotel ini sangat indah dan mewah,


tapi jujur ayunda tidak berani melihat ke arah hotel tersebut jangan kan untuk melihat untuk mengangkat wajahnya saja dia sangat takut dan malu,


Ayunda mengikuti langkah orang tadi memasuki lift dia tidak tau akan di bawa kemana tapi ayunda melihat orang itu memencet nomor empat, itu tandanya kamar mereka ada di lantai empat,


setelah lift terbuka lelaki tadi berjalan lagi, hingga sampai di depan kamar dengan nomor kosong sembilan satu,

__ADS_1


Ayunda memperhati kan semua itu, dia juga berusaha mengingat jalan yang dia lewati,


" silahkan masuk," orang tadi mempersilahkan ayunda masuk lebih dulu,


Ayunda mendongak menatap wajah lelaki tadi lalu melangkah masuk kedalam kamar, di ikuti oleh nya,


" emm emm, maaf tuan apa di sini ada minuman dingin atau jus, saya rasanya sangat haus tenggorokan saya terasa kering," tanya ayunda sambil mengelus tenggorokan nya,


dia tidak menjawab dia hanya memandang ayunda bagai kucing yang siap menerkam mangsanya,


dia mendekat pada ayunda ingin mengelus pipi mulus ayunda tapi ayunda langsung menggeser tempat duduknya


" maaf tapi saya sangat haus," alasan ayunda, ayunda bermohon dalam hati agar permintaan nya di kabulkan,


" bawa kan dua gelas jus jeruk ke kamar kosong sembilan satu, sekarang," setelah mengatakan itu di dalam telfon, dia meletakkan kembali hp nya di atas meja lalu mendekati ayunda lagi,


" tuan tidak mandi dulu," ayunda mencoba mencari alasan


"saya tidak terbiasa melayani orang yang belum mandi, bau sabun dan sampo bisa membangun kan hasrat saya tuan," ayunda berusaha terbiasa dengan bahasa fulgar


" syitt ," hasrat nya yang sudah di ubun-ubun harus tertunda


tapi baik lah lagian aku juga sedikit gerah, kata nya dalam hati, dia berdiri hendak masuk ke dalam kamar mandi, saat bell berbunyi,


dia yang sudah memegang gagang pintu kamar mandi melepaskan dan berbalik


" gak usah biar aku saja," suaranya yang tegas mengagetkan ayunda yang siap melangkah


alhasil ayunda kembali duduk di sofa dengan kepala tertunduk, dadanya berdebar-debar karena bentakan tadi,


setelah mengambil minuman yang di antar oleh pelayan hotel, dia kembali masuk dan meletakan jus di depan ayunda,


karna tidak ingin ketahuan Ayunda langsung mengambil jus itu dan meneguknya agar lelaki tadi tidak curiga padanya bahwa dia tidak benar-benar haus,


lelaki tadi berdiri dia akan pergi ke kamar mandi untuk segera mandi, dengan langkah yang lebar dia sudah masuk ke dalam kamar mandi, melihat itu ayunda segera menjalankan rencananya,


dengan berdoa dalam hati dia meletakkan sebuah bubuk obat tidur kedalam minuman lelaki itu, berharap Allah selalu melindungi nya dan menolongnya,


ceklek bunyi pintu kamar mandi di buka jantung ayunda berdetak kencang perasaan tidak karuan ini adalah saat-saat yang paling menegangkan bagai mana bila dia tidak meminum jus itu,


ya Allah tolong bantu lah saya lindungi saya dari lelaki hidung belang ini, ayunda terus saja berdoa dalam hati,


kasur terasa bergoyang berarti dia sudah duduk di dekat ayunda bagai mana ini, ayunda memejamkan mata dan terus berdoa tidak lupa dia melafalkan surah-surah pendek yang di hafal nya

__ADS_1


satu menit lima menit sepuluh menit, Ayunda membuka matanya karena tidak merasa adanya pergerakan di dekatnya, Ayunda melihat lelaki itu sudah tertidur pulas de dekat nya


" apa dia sudah meminum jus jeruk itu," kata ayunda samberi melihat jus yang di atas meja, gelas jus sudah kosong artinya dia sudah meminum jus jeruk yang di beri kan obat tidur di dalamnya,


Ayunda menyentuh lengan lelaki tadi, lengannya terjatuh artinya obat tidur yang dia berikan sudah bekerja,


Ayunda mengusap wajah nya dengan kedua tangan nya mengucap syukur kepada Allah karena masih membatu nya,


Ayunda bergegas keluar dari hotel tersebut, dia harus bergegas pergi jauh agar tidak bisa di dapat oleh lelaki tadi,


tujuan ayunda sekarang adalah rumah sakit, tempat di mana Alisa di rawat, tapi tempat itu cukup jauh dari sini,


Ayunda melirik jam di tangannya jam sepuluh lewat, mau naik taksi dia ga ada uang pesan ojek juga sama harus di bayar sedang kan dia tidak memegang uang sedikit pun,


sesampai di lantai bawa ayunda berjalan dengan cepat keluar dari hotel, kalau pun dia harus berlari maka dia akan berlari agar bisa sampai di rumah sakit tempat adiknya di rawat,


Ayunda berlari menyebrang jalan Tampa memperhatikan kiri kanan jalan, hingga dia hampir tertabrak oleh sebuah mobil berwarna hitam,


" aduh," ayunda terjatuh di depan mobil lutut dan siku nya terluka hingga mengeluarkan darah segar,


" ada apa kenapa ngerem mendadak," tanya bara dia sedikit emosi


" maaf tuan tadi ada seorang perempuan yang tiba-tiba melintas di depan mobil," jelas Agus lalu turun dari mobil untuk menolong orang yang sedikit di tabrak nya,


" nona," Agus kaget melihat perempuan yang sedikit di tabrak tadi adalah ayunda,


tidak lama Bara juga ikut turun untuk melihat dan memastikan bahwa orang itu tidak apa-apa,


" kamu, apa yang sedang kau lakukan," tanya Bara dengan suara keras


" apa kau sengaja mau cari mati," teriak Bara lagi,


Ayunda meringis kesakitan, karna lutut dan siku nya yang luka, Agus membantu ayunda berdiri,


" tuan tolong saya tuan, tolong bawa saya pergi dari sini," pinta ayunda memohon mengatupkan kedua tangannya


" cepat tuan bawa saya pergi dari tempat ini sebelum mereka melihat saya tuan" ayunda terus memohon tidak di pedulikan kaki dan tangannya yang terluka,


Bara membalik kan badan nya dan melangkah masuk kedalam mobil tinggal ayunda dan Agus yang masih berdiri di depan mobil,


" cepat masuk atau aku tinggal kalian," suaranya terdengar tegas,


" mari nona silah kan masuk," Agus melangkah untuk membuka kan pintu mobil untuk ayunda,

__ADS_1


" tuan tolong antar saya ke rumah sakit," pinta ayunda saat mobil sudah melaju meninggalkan hotel tadi,


" luka sekecil itu tidak perlu di bawa ke rumah sakit, cukup membeli obat pereda nyeri di apotik," suara tegas Bara selalu mengagetkan ayunda,


__ADS_2