
sesudah mengisi perut nya dan beristirahat sebentar ayunda sudah sehat kembali, dia sekarang sedang menuju ke tempat Riri tinggal tadi dia dapat alamat Riri dari seseorang yang berada di pinggir jalan di mana dia sering bertemu dengan Riri
dia yakin pasti Riri tinggal di sekitar itu,
Ayunda tidak tau harus mencari bantuan pada siapa lagi, sekarang ini di pikiran nya hanya ada Riri entah Riri mau atau tidak membantu nya,
" permisi pak, apa bapak mengenal gadis yang ada di gambar hp ini," tanya ayunda pada bapak-bapak yang berada di sana
bapak itu tertawa menutup mulutnya seakan mengejek ayunda ya tadi pun saat dia bertanya pada orang yang pertama juga melakukan hal yang sama,
Ayunda tidak tau apa alasannya tapi sepertinya mereka mengejek Riri,
" bapak tau atau tidak," Tanya ayunda sedikit kesal,
" hemm buat apa kau mau ke sana," tanya bapak-bapak itu
" dia ada lah teman saya, tolong tunjukkan di mana alamatnya," tanya ayunda lagi
" gak usah ke sana sama saya aja," bapak itu mulai genit pada ayunda
" maaf saya permisi," ayunda ingin melangkah pergi dari sana tapi tangan nya di tahan oleh bapak itu,
" jangan kurang ajar yah, atau saya akan teriak," ancam ayunda, sambil menghentakkan tangan nya hingga terlepas dari tangga orang itu,
bapak itu malah tertawa terbahak-bahak, ayunda semakin bingung di buatnya bukan nya takut bapak itu malah tertawa meledek nya,
Ayunda berusaha untuk berlari dari sana tapi terlambat bapak itu telah menangkap tangan ayunda lagi,
" lepaskan tangan saya," bentak ayunda, bapak itu makin tertawa mendengar bentakan ayunda,
Ayunda berusaha memberontak melepas kan diri nya tapi sayang kekuatan bapak itu lebih besar,
Ayunda berusaha berteriak meminta tolong, tapi kayaknya di tempat itu tidak ada orang satu pun,
saat ayunda sedang di seret-seret, Riri berlari untuk membantu nya
" Riri Alhamdulillah kamu datang, rii tolong aku rii," teriak ayunda saat melihat Riri,
__ADS_1
" lepaskan teman saya bang dia gak tau apa-apa," kata Riri dari caranya berbicara saja ayunda tau kalau Riri mengenal orang itu,
orang itu melepaskan tangan ayunda, lalu menarik tangan Riri menjauh dari sana, entah apa yang mereka bicarakan ayunda tidak tau,
" kau buat apa di sini Yun," tanya Riri, dia bingung harus bawa Riri kemana tempat ini tidak aman untuk nya,
" ayok ikut aku kita harus cepat-cepat tinggal kan tempat ini," Riri menarik tangan ayunda ingin berlari pergi dari sana,
sayang sudah terlambat orang yang tadi menarik Riri beserta mami dan anak buahnya lebih dulu datang di sana,
mereka mengepung Riri dan ayunda, sambil tertawa menertawakan Riri dan ayunda
Riri berusaha untuk melindungi ayunda dengan memasang badan, tapi apa lah daya dia tak cukup kuat untuk melawan mereka semua,
" mami aku mohon mi lepaskan dia, mami sudah punya aku kan mi," Riri berusaha memohon kepada orang yang di panggil mami,
" hahaha ternya kau benar ben dia lebih cantik dari Riri, dia akan menjadi primadona kita hahaha," mami tidak menghiraukan Riri dia malah maju untuk menyentuh wajah ayunda
" Hay cantik siapa nama kamu," tanya mami,
Ayunda berusaha menyembunyikan wajahnya di belakang Riri, rapi dengan kasar mami mencengkram wajah ayunda,
" mami, mami,, aku mohon mi lepaskan dia mi aku janji aku akan menuruti semua keinginan mami aku mohon mi," Riri sampai meneteskan air mata memohon pada orang yang di panggil mami,
Ayunda ikut menangis melihat itu, ya Allah apa lagi ini dia kesini cuma untuk mencari Riri tapi apa yang dia dapat sekarang ini,
" bawa mereka berdua masuk ke dalam," perintah mami,
mereka berempat menyeret ayunda dan Riri masuk ke dalam gedung dan di masukan ke dalam kamar,
" Yun kamu gak papa," tanya Riri membantu ayunda berdiri tadi dia terjatuh saat didorong masuk oleh anak buah mami,
" rii tempat apa ini rii, saya takut," ayunda mulai menangis, Riri memeluk ayunda guna menguatkan nya,
" kamu ngapain di sini Yun, kok bisa ada di tempat ini," pertanyaan yang sejak tadi ingin di tanyakan oleh Riri,
" saya cari kamu rii saya ingin minta tolong, sama kamu, adik saya Alisa sekarang masuk rumah sakit dan dia sekarang sedang koma rii,"
__ADS_1
terang ayunda
" ya ampun Yun, terus kamu butuh bantuan apa," tanya Riri lagi mana tau dia bisa bantu,
" saya ingin pinjam uang kamu saya janji saya akan melunasinya setelah saya dapat pekerjaan rii," kata ayunda memegang tangan ayunda,
" aku,,aku,,gak punya uang Yun uang aku di pegang sama mami semua," Riri sangat ingin membantunya tapi dia tidak memegang uang sama sekali,
" mami, mami itu siapa rii," tanya ayunda penasaran,
" mami adalah pemilik tempat laknat ini yun, ayah tiri ku menjual ku pada mami, saat ibu ku sudah meninggal, dan beginilah nasip ku sekarang Yun mau tak mau aku harus melayani pelanggan mami, bila tidak mau maka aku akan di siksa di cambuk dan tidak di beri makan seharian," curhat Riri membuat hati ayunda tersentuh,
Ayunda memeluk Riri guna menguatkan nya,
" aku sudah beberapa kali ingin kabur dari tempat ini tapi aku tidak bisa lolos dari sini, aku terus saja kedapatan dan kalau kedapatan aku akan di siksa lagi," lanjut Riri
" ya Allah rii sungguh berat beban hidup mu," ayunda pun tidak tau harus berkata apa,
" makanya sebelum terlambat kamu harus secepatnya pergi dari sini Yun," kata Riri
" tapi bagai mana caranya rii,"tanya ayunda
Riri membisikkan sesuatu pada ayunda yang membuat mata ayunda melotot seakan-akan mau loncat keluar dari tempatnya,
" gak, saya gak mau saya takut bagai mana kalau saya tidak bisa kabur," kata ayunda bergidik geli membayangkan,
" tapi tidak ada cara lain Yun cuma itu satu-satunya cara, kau harus mengikuti kemauan mami, dan kalau kau sudah dapat pelanggan kau bisa minta melayani nya di luar kata kan saja kau tidak berselera di tempat ini,
lalu berikan obat ini pada nya," Riri memberikan obat tidur pada ayunda
" obat apa ini rii," tanya ayunda
" itu cuma obat tidur Yun, bila kau berikan pada orang, orang itu akan tertidur dan kau bisa bebas dari sana," kata Riri
" tapi rii saya takut, bagai mana kalau," Riri menutup bibir ayunda dengan telunjuk tangannya,
" kita berusaha sama-sama yah, cukup aku yang menderita di tempat ini," kata Riri mengusap pipi ayunda,
__ADS_1
padahal dulu saat mereka masih sekolah bersama mereka tidak begitu dekat, mereka hanya sapa menyapa, saja,
🌻🌻🌻