Aku Bukan Wanita Penghibur

Aku Bukan Wanita Penghibur
Draft


__ADS_3

Ayunda mengikuti langkah Riri keluar dari kamar nya menuju diskotik, tempat wanita penghibur, dengan hati yang berdebar-debar, dan lutut yang terasa bergetar,


tangan ayunda tidak berhenti menarik turun gaun pendek yang di pakainya,


saat pertama kali menginjakkan kaki ke dalam diskotik itu, semua mata tertuju pada ayunda,


cantik sudah pasti, tubuh tinggi kulit putih mulus, di tambah hidungnya yang mancung bagai hidung orang India, membuat ayunda tampil bagai bidadari di mata kaum Adam,


" rii saya malu," bisik ayunda pada Riri,


" santai aja Yun karna kalau mami melihat mu gerogi kaya' gini bisa jadi masalah besar," kata Riri, karna dia tau kalau mami melihat atau mengetahui rencana mereka berdua bisa-bisa rencana mereka akan gagal,


" demi adik-adik mu Yun, agar kamu bisa segeralah keluar dari tempat ini," bisik Riri balik


" berektinglah sedikit Yun, aku yakin kamu pasti bisa," kata Riri menepuk-nepuk pundak ayunda, lalu berlalu pergi Riri akan bergabung pada teman-teman nya yang lain,


karna merasa bingung dan tidak tau harus apa dan bagai mana, akhirnya pilihan hanya meja bundar yang ada di depan nya,ayunda berjalan menuju meja bundar itu dan duduk di sana,


" Hay cantik sendiri aja ni," kata seorang lelaki yang segera duduk di sebelah ayunda,


" orang baru yah, kenal kan nama ku Dimas," Dimas mengulur kan tangan untuk berkenalan pada ayunda tapi sayang ayunda tidak menghiraukan Dimas,


Dimas menghempaskan tangan nya sendiri, kecewa sudah pasti, ayunda sangat jual mahal,


***


" aku punya barang baru," kata mami pada seseorang sambil memperlihatkan foto ayunda,


" iya aku mau dia," katanya Tampa basa basi


" hahaha, apa kau punya cukup uang,"


" kata kan kau mau berapa seratus dua ratus atau dua ratus lima puluh juta," kata orang itu, menurut nya itu harga yang sangat malah,

__ADS_1


" hahaha, lima ratus juta, " kata mami tertawa renyah,


" jangan gila kau, aku tidak punya uang sebanyak itu," kata orang itu,


" kumpulkan saja uang mu, bila sudah cukup kau baru bisa datang lagi," kata mami menertawakan orang itu, sambil mengibas-ngibas kan tangannya mengusir lelaki itu keluar dari ruangan nya,


" mami ada lagi orang yang mau bertemu dengan mami," kata anak buah mami,


" suruh langsung masuk," kata mami


anak buah mami mengangguk dan mempersilahkan orang yang di luar untuk masuk


" aku mau dia,apa belum ada yang boking" tanya orang yang baru saja masuk, sambil memperlihatkan foto ayunda yang ada di dalam hpnya


ternyata mami sudah memperomosi kan di sebuah grup wanita penghibur nya,


" apa kau punya cukup uang untuk membayar nya," tanya mami ingin memastikan,


" seratus juta aku bayar kes sekarang," kata orang itu


" hahaha,,simpan saja uang mu itu," kata mami,


" lalu kau mau berapa," tanya orang itu lagi,


" lima ratus juta," kata mami mengangkat Lima jarinya,


" gila mahal amat," katanya memukul meja di depannya,


" ini barang langka masil segel lagi, tentu harganya mahal," kata mami menyombongkan diri


" sudah cukup silahkan keluar sekarang," mami mengusir orang tadi


" bagaimana kalau seratus lima puluh juta," tawar nya lagi

__ADS_1


" itu sudah harga pas," kata mami tidak mau di bantah


akhirnya orang tadi keluar dengan rasa kesalnya, keinginan nya untuk memiliki ayunda satu malam musnah sudah,


Tampa meminta persetujuan dari penjaga yang menjaga di depan pintu masuk ruangan mami orang itu langsung menyerobos masuk,


" aku mau dia," katanya meletakkan hp yang ada foto ayunda di hadapan mami,


" silahkan duduk dulu tuan," mami mempersilahkan tuan tersebut untuk duduk dulu,


" tak usah basa basi, aku hanya ingin dia sekarang," katanya tetap berdiri di depan mami


" baik baik, tenang aja santai yang penting ada cuan," mami juga ikut berdiri di samping tuan tadi,


tuan tadi mengeluarkan cek dari dalam sakunya lalu memberikan pada mami


" tulis berapa pun kau mau," katanya,


mata mami berbinar melihat cek yang di berikan padanya, mami menerima cet itu lalu menulis jumblah uang yang dia inginkan,


" tuan terima kasih," mami memperlihatkan jumblah uang dia tulis


orang itu mengangguk,


" panggil Riri dan temannya tadi," perintah mami, anak buah mami langsung menjalankan perintah dari mami,


anak buah mami langsung pada Riri, dan memberi tau tentang perintah mami,


Riri mengangguk lalu berjalan menuju tempat ayunda,


" kita berdua di panggil mami," Riri menarik tangan ayunda,


" ada apa yah rii," tanya ayunda

__ADS_1


" gak tau juga Yun, tapi kayaknya salah satu dari kita bakal ada yang boking deh,," kata Riri


__ADS_2