Aku Bukan Wanita Penghibur

Aku Bukan Wanita Penghibur
RS


__ADS_3

Bara berlari masuk mengikuti langkah para perawat yang mendorong brankar kakek masuk ke dalam rumah sakit,


kakek Rangga di masukan ke ruang UGD tidak lama kemudian dokter Brayen datang dengan tergesa-gesah,


tadi dia sedang di luar saat Bara menelfon dan mengatakan bahwa kakek masuk rumah sakit Brayen,


" cepat tangani kakek dengan baik," perintah Bara yah itu lah Bara suka memerintah sesuka hati,


" tenang bro kakek akan baik-baik saja percaya pada ku," kata Brayan sambil menepuk-nepuk pundak Bara,


Bara mengangguk tanda setuju, kakek adalah satu-satunya keluarga Bara yang tersisa,


* * *


Ayunda membuka matanya kepalanya terasa pusing dan sakit mungkin itu karna dia kebanyakan menangis kali,


Ayunda melihat sekeliling ruangan berwarna putih itu, kenapa dia bisa ada di sini, ayunda mengusap wajah nya, dia baru sadar ternyata tangan nya terpasang selang infus,


Ayunda dengan cepat ingin mencabut selang infus itu tapi tertahan oleh tangan dokter Hendrik,


" dokter," kaget ayunda karena perasaan tadi dia tidak melihat dokter Hendrik di dalam ruangan itu,


" Anda sangat lemah saat ini mungkin karena seharian ini anda belum mengisi perut anda," kata dokter itu,


" tapi saya harus menemui adik saya, saya harus melihat bagai mana keadaan nya," kata ayunda berusaha turun dari ranjang rumah sakit itu,


" tapi maaf saya tidak bisa mengijinkan anda keluar dari sini," kata dokter Hendrik


" sebelum anda menghabiskan makanan ini lalu minum obat yang ada di atas meja itu," dokter Hendrik menyerahkan nampa berisikan makanan pada ayunda dan menunjuk obat yang ada di atas meja dengan bibirnya,


" tidak dokter terima kasih, saya baik-baik saja," tolak ayunda secara halus, lalu ingin turun dari ranjang,


" yang dokter di sini ini itu saya jadi Tampa di beri tau pun saya bisa tau orang yang sakit dan baik-baik saja," kata nya tak mau di bantah


" tapi dokter,,,saya,, saya," ayunda tidak tau harus bicara apa yang ada di pikiran nya saat ini adalah bagai mana caranya mendapatkan uang untuk membayar biaya rumah sakit adiknya


tapi sekarang malah di Tamba dengan dirinya yang sekarang ini juga di rawat di RS yang sama dengan adiknya,

__ADS_1


" jangan terlalu banyak berpikir, ini adalah jatah makan saya, dan anda juga tidak perlu membayar biaya perawatan anda, saat ini," dokter Hendrik tau apa yang saat sedang berada di pikirkan ayunda,


" terima kasih atas kebaikan dokter," jawab ayunda jujur dia memang sangat lapar tadi pagi dia cuma sarapan sedikit,


dokter Hendrik mengangguk lalu berjalan keluar dari ruang rawat ayunda,


saat membuka pintu dokter Hendrik berpas-pasan dengan David yang baru mau masuk ke ruang rawat kakaknya, David mengangguk pada dokter Hendrik, dan di balas dengan anggukan juga oleh dokter Hendrik juga,


" Alhamdulillah kakak sudah sadar," kata David, berjalan masuk mendekat pada kakaknya


" bagai mana keadaan Alisa vid," tanya ayunda saat David sudah duduk di samping ranjang tempat nya berbaring,


" masih belum sadar juga kak," kata david singkat,


" kamu sudah makan de," tanya ayunda dia tau tadi David juga tidak sempat makan saat pulang dari sekolah, tapi baju David sudah terganti dia tidak lagi memakai seragam sekolah nya,


" sudah tadi kak," bohong David tadi dia memang sempat menghubungi nomor temannya, dan ternya temannya itu sedang berada dekat dari rumah sakit,


teman David meminjamkan baju yang dia kenakan karena melihat David masih mengenakan seragam sekolah nya, kebetulan tadi temen David menggunakan jaket,


David bukan pembohong yang baik, karena dengan muda ayunda tau kalau saat ini dia sedang berbohong,


" ni kakak udah kenyang, buat kamu aja," kata ayunda memberikan sebagian makanan nya pada David,


David yang memang sedang lapar menerima makanan yang di berikan pada nya,


Tampa mereka sadari dokter Hendrik masih berdiri di depan pintu ruang rawat ayunda, hatinya tersentuh melihat kedekatan antara adik dan kakak itu,


tak terasa air matanya mengalir di pipinya dua tahun lalu dia masih bisa bercanda dan bertukar pendapat dengan adik tercinta nya tapi kecelakaan yang di alami adik nya membuat nya kehilangan adiknya untuk selamanya,


* * *


Bara duduk di depan ruang UGD tempat kakek Rangga di periksa oleh dokter walaupun Brayen adalah dokter yang menangani kakek tapi tetap saja Bara tidak tenang


tak lama kemudian dokter Brayen keluar, dari ruangan di mana dia memeriksa kakek Rangga,


" Bray ada apa dengan kakek Bray," tanya Bara tidak sabaran,

__ADS_1


" kita bicara di ruangan gue," ajak Brayan berjalan menuju ruangan nya di ikuti oleh Bara di belakangnya,


" Bray ada apa," tanya Bara lagi, saat mereka sudah sampai di ruang kerja Brayen,


heehhhh Brayan mengeluh sebelum mengatakan tentang kesehatan kakek,


" sebenarnya gue juga bingung bar, gue baru ngedapat penyakit seperti yang di derita kakek bar," kata Brayan


" maksud lo apa sih gue gak ngerti," Bara bingung di buatnya,


" gini yah kakek itu tadi sempat sadar tapi dia cuma cari orang yang bernama ayunda, mang siapa ayunda perasaan gue gak perna dengar nama itu," tanya Brayen,


" Ayunda," kata bara,


" ohh gue ingat ayunda itu nama orang yang udah nyelamatin kakek Bray," Bara baru ingat, karena sepulang dari kampung nya ayunda Bara di sibukkan oleh pekerja-pekerja di kantor di tambah dia juga harus melihat anak buah nya yang masih pada cedera,


" oh jadi ayunda adalah nama orang yang udah nyelamatin kakek," tanya Brayan, dan di angguki oleh Bara


" oke gue tau sekarang, berarti kakek itu kangen sama ayunda ayunda itu," katanya lagi,


" gue tau sekarang yang harus Lo lakuin, Lo harus pergi cari si ayunda itu dan bawa pada kakek," kata Brayan lagi,


" gila Lo, itu gak mungkin Bray," kata Bara


" cuma itu satu-satunya cara agar kakek bisa cepat pulih, Lo mau liat kakek kaya gitu terus,"


" ya,,ya gak lah , tapi gue gak mungkin juga balik ke kampung itu Bray, gue harus bilang apa coba pada orang itu," tanya Bara


" ya itu terserah Lo, gue cuma ngingetin, kalau memang Lo mau kakek cepat sadar," kata Brayan lalu berdiri hendak melangkah keluar dari ruangan kerjanya,


tinggal lah Bara dengan kebingungan nya, apa yang harus dia lakukan sekarang dia ingin agar kakek segera sembuh tapi tidak dengan mendatangkan ayunda,


Bara mengacak-ngacak rambut nya meluapkan emosi dan kesal nya,,,


🌻🌻🌻🌻


hayyy

__ADS_1


masih semangat kan,? membaca aku bukan wanita penghibur


semangat dong, oh harus itu, agar author juga semakin semangat nulisnya,,


__ADS_2