Aku Bukan Wanita Penghibur

Aku Bukan Wanita Penghibur
Draft


__ADS_3

suara adzan subuh membangun kan Ayunda dari tidur nyenyak nya, hmm gumam Ayunda sambil merentangkan kedua tangannya meluruskan otot-otot yang tegang karena baru bangun dari tidur,


Ayunda melirik Alisa yang masih tertidur pules senyuman manis mekar seketika melihat muka polos adik nya,


Ayunda bangun dan langsung keluar menuju kamar mandi yang terletak di belang bersebelahan dengan dapur,


" tumben sudah bangun, biasanya di bangun berkali-kali baru bisa bangun," ledek Ayunda pada adiknya David,


" gak bisa tidur kak," katanya lesuh


" loh kenapa," tanya Ayunda


" kakeknya mengigau Mulu sebentar-sebentar minta tolong, sebentar manggil bara lah apa lah, pokonya banyak deh kak," kata David sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal,


" sabar de, lagian kan kakeknya juga gak akan tinggal terus-terusan tinggal ma kita," kata ayunda


" iya deh kak, tapi seminggu kaya begini kayanya aku bakal kurus kerempeng deh," kata David lagi yang sontak membuat gelak tawa Ayunda


" udah sana sholat subuh dulu, jangan lupa bacain surah Al-fatihah buat ibu dan ayah setelah sholat," kata Ayunda dan di angguki oleh David


Ayunda masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri, dan berwudhu,


setelah melaksanakan shalat subuh Ayunda ke kamar David untuk melihat keadaan kakek tersebut,


" bara,,baraa.." Kata kakek tersebut


" kek kakek sabar yah nanti kami akan coba mencari tau tentang keluarga kakek," kata Ayunda


saat Ayunda ingin berdiri tiba-tiba kakek itu memegang tangan Ayunda, membuat Ayunda melihat kearah kakek tersebut,


" nak tolong kakek, kakek haus", katanya Ayunda segera mengambil kan air minum untuk kakek tersebut dan memberikannya,


Ayunda membantu kakek itu untuk duduk dengan bersandarkan bantal di belakangnya,


" assalamualaikum," terdengar suara pak RT dari luar, Ayunda segera keluar untuk melihatnya


" waalaqumsalm, pak RT masuk pak," kata Ayunda


" Yun gimana keadaan bapak tersebut" tanya pak RT

__ADS_1


" udah mendingan sih pak tapi belum bisa mengingat alamat nya" kata ayunda


" oh iya Yun ini bapak bawain baju peninggalan almarhum bapak saya masih bagus mudah-mudahan cocok sama bapak itu,"


 kata pak RT menyerah kan kantong plastik pada Ayunda,


" terima kasih pak RT," kata Ayunda


" tapi pak gimana caranya saya gantiin baju bapak itu yah, soalnya David mau pergi ke sekolah," kata ayunda lagi


" baik biar bapak yang bantu gantiin," kata pak RT lalu masuk kedalam kamar David,


" kak ayu," panggil Alisa


" iya kakak ada di kamar kak david," teriak Ayunda juga dari luar


Alisa berjalan keluar menuju kamar David untuk menemui kakaknya,


" kak Alisa sekolah ga hari ini," tanya nya pada Ayunda, soalnya dia sudah beberapa hari tidak hadir di sekolah,


" sayang Alisa ga usah sekolah dulu yah soalnya Alisa masih lemas, takutnya nanti Kambu lagi sakitnya," kata Ayunda sambil mengelus kepala adiknya


" apa pak" tanya Ayunda


" kalung emas tapi ada liontin nya dan di dalam liontin itu ada foto, mungkin foto kakek itu saat masih muda dulu bersama istrinya," kata pak RT memberikan kalung emas pada Ayunda


 Ayunda menerima dan membuka kalung emas itu, bener itu foto kakek itu saat masih muda dulu, bersama dengan istri nya,


tak sengaja Ayunda membuka foto itu dari dalam kalung dan memeriksa mana tau ada tanda-tanda atau apa saja yang bisa di jadikan petunjuk dan betul saja di belakang foto ada tulisan yang sangat kecil tapi masih jelas di lihat oleh Ayunda,


" R.&.S group," kata ayunda


" R.&.S GROUP,. itu perusahaan tempat Remon bekerja di kota Yun," kata pak RT


" kak siapa kakek-kakek itu," kata Alisa agak heran sejak kapan orang tua itu ada di rumah mereka, perasaan semalam belum ada,


" sebentar Kakak jelasin yah de sekarang kamu keluar dulu," kata Ayunda


" pak itu artinya, kemungkinan besar kakek itu orang tua dari pemilik, atau mungkin kakek itu adalah pemilik perusahaan R.&.S GROUP itu sendiri," kata Ayunda

__ADS_1


" bisa jadi Yun," kata nya lalu marapa kantong celana nya ingin mengambil hp dan menghubungi anaknya, tapi sayang HP nya ketinggalan di rumah nya,


" yah hp bapak ketinggalan Yun sebentar bapak pulang ambil dulu, Oia hampir lupa lagi, ini ada sedikit dana mudah-mudahan dapat membatu," kata pak RT lalu menyerahkan amplop berwarna coklat,


" terimah kasih pak RT," kata ayunda mengambil amplop tersebut,


" de kakak mau ke warung Bu intan sebentar yah, tolong jagain kakek nya dulu jangan biarin keluar dari rumah kakak cuma sebentar kok," kata ayunda pada Alisa, dan di angguki oleh nya, David dah berangkat setengah jam yang lalu,


Ayunda sedang berjalan ke warung yang melewati rumah bibinya, karena terburu-buru jadi dia tidak sempat menyapa bibi dan sepupu nya dia hanya tersenyum saat melewati rumah bibinya,


yah walaupun senyuman nya itu tak di balas, huuh sakit sih tapi biar lah toh dia juga tak pernah tuh pergi ke rumah bibinya walau pun sekadar minta makanan, tapi kalau datang untuk silaturahmi Ayunda dan Alisa sering melakukan nya,


" assalamualaikum Bu, ada deapers untuk orang dewasa yang ukuran L mungkin," kata ayunda


" untuk siapa Yun" tanya Bu intan heran perasaan di rumah nya tak ada orang tua lah ini tiba-tiba beli deapers untuk orang dewasa,


" sama beras kg dan telur juga Bu," kata Ayunda sambil mengambil beberapa barang lain dan meletakan di depan Bu intan,


" ini ces semua kan Yun, maklum soalnya tanggal tua ibu juga banyak yang mau di bayar jadi untuk sementara ibu gak kasi utang dulu," kata Bu intan soalnya biasanya Ayunda akan belanja banyak saat tanggal-tanggal baru,


" iya ini semua saya bayar ko bu, tenang aja berapa semua Bu," tanya Ayunda,


setelah membayar semua belanjaan Ayunda segera pergi dari sana


Kartika sepupu Ayunda terus saja memperhatikan Ayunda entah apa yang ada di pikiran mereka, yang pasti mereka sebenarnya tidak menyukai Ayunda,


" Bu,, ibu," panggil Kartika pada ibunya,


" ada apa di teriak-teriak," tanya bibi Rima,


" coba liat deh Bu belanjaan si Ayunda itu, pasti habis ngutang lagi sama Bu Iin" kata kartika, Bu Iin adalah singkatan nama Bu intan tapi kebanyakan warga desa di sini memanggil nya Bu iin


Kartika bersama ibunya berjalan cepat menuju warung Bu Iin


" Bu itu si Ayunda ngutang apa aja, heran saya belum gajian aja sudah sok-sokan mau makan enak,," Kata bibi Rima sewot


🌻🌻ke


jangan lupa like, komen, dan vote,

__ADS_1


ya teman teman terima kasih


__ADS_2